Foto 1

Foto 2

Kirab Budaya

Kirab Budaya

Mendirikan Ayu

Seremoni Pembukaan Erau Adat Kutai And International Folk Arts Festival 2016

Foto 3

Closing

Tarian Dewa Erau

Bukit Bangkiray

Statistik

Hit hari ini : 709
Total Hits : 906,293
Pengunjung Hari Ini : 121
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 202,360

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 44 Next > Last >>

Pembentukan Kelompok Sadar Wisata Desa Jembayan.


Bertempat di Balai Pertemuan Umum  Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu diadakan Pembentukan Kelompok Sadar Wisata yang hadiri Kepala Bidang Pemasaran Drs. Witontro dan Kasi Promosi Drs. Triyatma, serta Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata Airin Susanti, SE. MM, dari perwakilan Kecamatan, Desa, LPM dan Lembaga Adat, yang berlangsung pada hari kamis 18/5/2017.

Menurut Hartono yang merupakan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa mengatakan Jembayan merupakan Kampung Tuha sebagai pendahulu desa-desa yang ada sehingga meninggalkan berbagai peninggalan yang bersejarah, seperti situs makam, monumen perjungan, gua dan bangunan jaman jepang, serta situs sejarah lainnya. Ditambahkannya potensi –potensi tersebut perlu dikelola dan diberdayakan dengan maksimal maka salah satunya dengan membentuk kelompok Masyarakat sadar wisata atau POKDARWIS yang peduli dan komitmen membangun Desa Jembayan.

Semantara itu dalam sesi pembekalan oleh Kabid Pemasaran Drs. Witontro mengatakan bahwa Sadar Wisata, adalah suatu kondisi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu destinasi atau wilayah.

Menurutnya Kelompok Sadar Wisata, selanjutnya disebut dengan Pokdarwis, adalah  kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya Sapta Pesona dalam meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan manfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, pungkasnya.


Setelah melakukan diskusi dan Musyawarah maka terbentuklah kelompok sadar wisata desa Jembayan dengan nama “Rindu Kampung Tuha” dengan ketua Hartono, Wakil Ketua Sony, Sekretaris Emmi Dehmi, Bendahara Hamisah dan harapannya agar para pengurus yang terbentuk ini melakukan koordinasi untuk membentuk seksi-seksi dalam pokdarwis.

 



Penutupan Pelatihan Kerajinan Anyaman Di Desa Wisata Kedang Ipil


Setelah satu minggu kegiatan pelatihan Kerajinan Anyaman berlangsung maka Pada hari Rabu, 17 Mei 2017 pukul 09.30 Wita bertempat di Balai Adat Desa Kedang Ipil dilakukan Penutupan Pelatihan Kerajinan Anyaman Kerjasama Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa Kedang Ipil dan Pokdarwis Kandua Raya. Penutupan dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata Dra. Sri Wahyuni, MPP, yang di dampingi oleh Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Ir. H. Muhammad Bisyron, Kasi Pengembangan Daya Tarik Wisata, Kepala Desa Kedang Ipil, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan peserta pelatihan.

Kepala Dinas Pariwisata dalam sambutannya mengatakan bahwa jika Desa Wisata Kedang Ipil ingin tetap eksis dan selalu dikunjungi wisatawan harus selalu menjaga kekompakan antara Pemerintah Desa, Pokdarwis dan Masyarakat. Selain itu beliau juga mengharapkan untuk terus menjaga nilai-nilai Budaya Adat Kutai Lawas dan menurunkannya ke generasi yang ada sekarang sehingga budaya dan adat kutai lawas yang terpelihara dengan baik ini tidak akan tergerus oleh kemajuan zaman.

Di akhir sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada 2 (dua) orang narasumber Ibu Anasfasia Esah dan Ibu Maretha yang telah membagikan ilmunya, kepada peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat selama mengikuti pelatihan ini serta mengajarkannnya kepada teman-teman yang belum sempat ikut dalam pelatihan.




Pelatihan Pelaku Usaha Sarana Rumah Makan Dan Restoran


Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara mengadakan Pelatihan pelaku sarana rumah makan dan restoran yang telah terlaksana di Hotel Liza Tenggarong, dalam pelatihan ini Dinas Pariwisata mengundang para pelaku usaha seperti pemilik Rumah makan dan restoran yang berada di Tenggarong Kutai Kartanegara.




Kegiatan Pelatihan ini juga di juga dihadiri oleh seluruh pejabat Dinas Pariwisata, acara yang berlangsung selama satru hari mendatangkan dua orang  narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti  ibu Nurul yang juga sebagai Auditor bidang usaha hotel, auditor bidang usaha jasa perjalanan wisata, auditor bidang usaha MICE, auditor jasa konsultan pariwwisata, asesor kompetensi bidang perhotelan.




Dra. Sri Wahyuni. MPP., selaku Kepala Dinas Pariwisata, membuka secara resmi Pelatihan pelaku sarana rumah makan dan restoran. Dalam pemaparannya saat membuka pelatihan beliau mengatakan bahwa agar para pelaku usaha seperti restoran dan rumah makan agar dapat mengambil peluang karna Tenggarong sudah menjadi kota wisata, bahkan dari enam daya tarik wisata Kutai Kartanegara dan kunjungan terbanyaknya ada di Tenggarong yaitu Pulau Kumala, dalam hal ini restoran dan rumah makan harus berbenah untuk menjadi lebih baik dari pelayanan maupun penyajian makanan, serta dapat mendaptarkan restoran dan rumah makannya, agar terdata sehingga mudah untuk bekerjasama dengan pihak terkait seperti travel saat ada rombongan kunjungan ke Tenggarong.






Berlanjut pada tahap pemberian materi oleh narasumber mengenai hygine sanitasi makanan yaitu upaya kesehatan dalam memelihara dan melindungi kebersihan makanan, melalui pengendalian factor lingkungan dari makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit dan atau ganguan kesehatan.  Para pelaku usaha juga di bekali enam prinsip Higiene Makanan dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makan masak yang benar, cara pengangkutan makanan yang siap santap, dan cara penyajian makanan yang baik.  

Pelatihan Kerajinan Anyaman Di Desa Wisata Kedang Ipil


Pada hari Kamis, 11 Mei 2017 pukul 09.00 Wita di Balai Adat Desa Kedang Ipil dilakukan Pembukaan Pelatihan Kerajinan Anyaman Kerjasama Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa Kedang Ipil dan Pokdarwis Kandua Raya. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pariwisata yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Ir. H. Muhammad Bisyron yang membuka secara resmi dengan didampingi oleh Kasi Pengembangan Daya Tarik Wisata, Kepala Desa Kedang Ipil, tokoh adat dan masyarakat dan peserta pelatihan. Jumlah perajin yang mengikuti pelatihan ini adalah sebanyak 12 orang. Kegiatan ini merupakan program pengembangan destinasi pariwisata dalam meningkatkan keterampilan anyaman bagi pengurus pokdarwis dan masyarakat Kedang Ipil. Kepala Dinas Pariwisata melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Daerah juga akan terus menumbuh kembangkan potensi kerajinan rakyat, sehinggah budaya kerajinan anyaman masyarakat tidak akan hilang. Selain itu Dinas Pariwisata memberikan dalam bentuk dukungan berupa fasilitasi pelatih yang didatangkan dari Kutai Barat, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam, bimbingan yang bersifat dasar industri kerajinan berbahan dasar rotan dan bambu. Pelatihan akan berlangsung selama 7 hari (11-17 Mei 2017), adapun instruktur atau pelatih dalam kegiatan ini ada 2 (dua) yang memang sudah berpengalaman melatih, baik untuk wilayah Kaltim maupun provinsi lainnya.sedangkan materi pelatihan 20% teori dan 80% praktik. Materi diklat yang disampaikan adalah sebagai berikut :

1. Pengetahuan bahan dan alat

2. Pengetahuan desain kerajinan

3. Pengetahuan pewarnaan (teori)

4. Pengetahuan pewarnaan (praktik)

5. Praktik pembuatan produk kerajinan rotan/bambu.




Mecaq Undat, Pesta Panen Suku Dayak Kenyah


Acara Mecaq Undat yang sudah masuk Kalender Event Pariwisata, tahun ini dilaksanakan pada 5 s/d 6 Mei 2017 dilamin adat Bioq yang diikuti 3 desa yaitu Ritan Baru, Umaq Tukung dan Tukung Ritan, hadir pada acara tersebut Sekretaris Camat Tabang, Kasi Data Info Dinas Pariwisata Kukar, Kepala Desa, Dewan Adat Dayak Tabang, Kepala Adat serta Masyakarat umum lainnya.



Upacara Mecaq Undat  diawali dengan pembacaan mantra oleh orang yang dituakan di suku Dayak Kenyah Muara Ritan Di sekelilingnya beberapa tetua adat yang lain mendengarkan dengan saksama. Mantra dibacakan memohon ijin  untuk  dewa-dewa yang sudah berjasa memberikan perlindungan dan tanah yang subur bagi mereka untuk berladang.



acara dilanjutkan pemukulan gong oleh Sekretaris Camat Tabang , sebagai tanda acara mecaq undat dimulai. Setelah itu dilanjutkan menumbuk beras pada sebuah lesung panjang yang berada ditengah - tengah lamin adat, disini  masyarakat Dayak Kenyah bersama - sama para pejabat, tamu undangan menumbuk beras  hasil panen tahun ini hingga menjadi tepung.

Dalam kehidupan masyarakat Dayak Kenyah, setelah beras menjadi tepung, akan dimasak dengan cara dimasukkan kedalam bambu dan dimasak dengan cara dibakar, itulah yang dinamakan Undat. Menurut ketua panitia Santo, Mecaq undat merupakan pesta adat masyarakat Dayak Kenyah yang dilaksanakan setiap tahun setelah panen, dan telah dilaksanakan secara turun temurun dari nenek moyang dahulu hingga saat ini.



Maksud dan tujuan Mecaq Undat tambahnya sebagai ungkapan rasa  syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas  berkat dan rahmatnya yang diberikan kepada para petani ladang sehingga memperoleh hasil melimpah, juga  sebagai upaya untuk melestarikan nilai - nilai adat dan budaya yang ada dimasyarakat dayak kenyah khusus  yang ada di kecamatan Tabang, sehingga semangat kegotong royongan yang ada dimasyarakat Dayak Kenyah tetap terpelihara.



Ditempat yang sama pada malam harinya dilaksanakan malam kesenian   dengan menampilkan tarian Datun Sun Bulak yang memperagakan periode  atau masa kehidupan nomaden suku Dayak Kenyah lepok tukung yang sekarang berdomosili di sungai Belayan, yang periode perpindahannya terdapat 6 tempat atau tahap dan setiap tahap tergambar pada pakaian yang dikenakan oleh penari




Nutuk Beham “Pesta Panen Padi Muda” Di Desa Kedang Ipil


Sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas panen padi yang diperoleh, para tetua Adat dan Masyarakat Desa Kedang Ipil melaksanakan acara Nutuk Beham yang dilaksanakan pada 28 sampai 30 April 2017, hadir pada acara puncak tersebut  Dinas Pariwisata Prov Kaltim, Dinas Pariwisata Kukar, Camat Kota Bangun serta unsur Muspika, para Komunitas Budaya dan Masyarakat Kedang Ipil.Menurut Ketua Panita Pelaksana acara Nutuk Beham yang artinya adalah menumbuk Beham, merupakan ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat desa Kedang Ipil pada saat permulaan musim panen raya. Ritual ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, Prosesi adat Nutuk Beham berlangsung Pelataran yang dibangun sebelah balai desa selama 3 hari 3 malam tanpa henti dengan jumlah padi yang ditumbuk sebesar 2,5 Ton,  Di awali dengan memanen padi ketan hitam dan putih, padi atau gabah tersebut kemudian direndam dalam air selama tiga malam. Kemudian padi yang telah direndam diangkat dan disangrai dalam wajan berukuran besar diatas tungku yang digali pada permukaan tanah yang disebut ngehantuhui.Padi atau gabah yang telah disangrai itulah yang disebut dengan istilah beham. Beham kemudian didinginkan dan dilanjutkan dengan menumbuk untuk melepaskan kulit ari pada beham. Prosesi menumbuk beham inilah yang kemudian menjadi asal muasal nama ritual nutuk beham. Keunikan yang ada pada proses nutuk beham adalah menggunakan lesung yang dibuat dari batang pohon cempedak dan diatur sedemikian rupa diatas panggung. Warga secara bergantian dan berkelompok mulai menumbuk atau menutuk beham dan pada saat alu di tumbukkan, lesung mengeluarkan bunyi khas dan berirama sesuai kekuatan yang menumbukkan alu pada lesung. Beham yang telah ditumbuk kemudian di tampi untuk membuang sisa-sisa kotoran dan kemudian langsung diolah menjadi kue, yaitu dengan menyiramkan air panas atau merang, lalu dicampur dengan parutan kelapa dan gula habang (merah) dan di aduk sampai merata dan disebut dengan bungkal beham. Bungkal beham yang telah jadi diletakan pada wadah dan baru boleh disantap setelah para dewa (dukun) bememang (membaca mantra) memanggil para leluhur untuk ikut bersantap sebagai wujud rasa syukur warga karena hasil panen yang melimpah.




Lomba Tari Jepen Kreasi Dalam Rangka Hari Budaya


Dalam rangka memperingati Hari Budaya Kutai Kartanegara tahun 2017 Indonesia Marketing Assocition (IMA) Chapter Kutai Kartanegara melaksanakan Lomba Tari Jepen Kreasi tingkat Sekolah Dasar Se Kutai Kartanegara yang berlangsung pada hari Minggu (16/4/2017) di Pulau Kumala Tenggarong.Menurut ketua IMA kukar  Hariyanto yang juga General Meneger Grand Elty Singgasana Tenggarong, Indonesia Marketing Assocition (IMA) Chapter Kutai Kartanegara baru terbentuk 3 bulan yang lalu, yang beranggotakan seluruh Steakholder dan Multiplayer Marketing dan Bisnis yang ada di Kutai Kartanegara. Ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta yang mengikuti lomba tari Jepen Kreasi ini dengan semangat dan antusias,dan juga para pembimbing yang mendampangi para peserta lomba, dan harapann nya dari lomba ini bisa melestarikan seni Tari Jepen Kutai, sehingga melahirkan seniman Tari yang kreatif kedepannya, ia berharap agar kegiatan lomba ini bisa dilaksanakan secara rutin dengan memperebutkan piala bergilir. Semantara itu dalam sambutan nya Kepala Dinas Pariwisata Kukar yang dibacakan Kepala Bidang Pengambangan Ekonomi Kreatif, Syahliansyah mengatakan bahwa Dinas Pariwisata mengapresiasi kegiatan lomba ini, sehingga menjadi mahnet untuk orang berkunjung ke Pulau Kumala Tenggarong sebagai tempat wisata, demi melestarikan Seni Budaya, khususnya Tari Jepen. Lomba Tari Jepen Kreasi dinilai oleh Juri yang berkompoten dibidang Tari Jepen yang terdiri M.Ihsan, H Eramsyah Sadi dan Hj. Isnaina Usman, ada pun yang dinilai adalah gerak Tari, Kekompakan, Koreo serta Kostum. Setelah melakukan rangkaian lomba terpilih para juara lomba Tari Jepen Kreasi, berikut daftar pemenang lomba. Juara I SD 003 Tenggarong, Juara II SD 005 Muara Kaman, Juara SD 007 Tenggarong, The Best Koreo SD 003 Tenggarong, The Best Kostum SD 028 Tenggarong, Juara Favorit SD 012 Sebulu.

 


Cerau Nasi Bekepor Ramaikan Hari Budaya


Dalam rangka hari Budaya yang diperingati setiap tanggal 12 April, Fakultas Sospol Unikarta mengadakan Cerau Nasi Bekepor dan Nunu suman (bakar lemang) serta penampilan seni musik Tradisional dari para Komunitas seni diantara nya dari Lembaga Seni Budaya Kumala, Lembaga seni  Siswa SMPN 1 Tenggarong, hadir pada cara tersebut Staf Ahli Bupati Otoy Usman yang membuka acara secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Kepala Dinas Pariwisata, serta Rektor Unikarta, dan Para Dekan yang dilaksanakan dihalaman Unikarta. Dekan Fisipol Unikarta Awang Rifani yang merupakan penggagas acara Cerau Nasi Bekepor mengatakan acara ini didukung oleh Masyarakat Adat Bensamar, Masyarakat Adat Bengkuring, Sempekat Kereon Kutai, Keroan Etam Kutai, Komunitas Palem Indi Tenggarong, acara ini juga memperingati Disnatalis Unikarta yang ke 33, serta memperingati hari Juang Awang Long ke 173, dikatakannya kenapa memilih acara Nasi Bekepor yaitu cara memasak khas kutai yang sudah mulai dilupakan orang Kutai, bekepor sendiri adalah masak nasi didalam Periuk setelah air nya kering, periuk diturunkan disamping bara api, agar matang nya merata periuk tersebut diputar beberapa kali, dan memasak nya sendiri menggunakan kayu Bakar, selain itu ada juga Nunu Suman (bakar lemang) ia berharap agar acara ini berlangsung setiap tahun. Dalam sambutan nya Rektor Unikarta mengatakan ia menyambut baik acara budaya yang dikemas dalam acara Cerau Nasi Bekepor dan Nunu Suman, dan merupakan Budaya Lokal bisa dijual dalam bentuk wisata Kuliner. Semantara itu Staf Ahli Bupati Kukar Otoy Usman dalam sambutan nya mengatakan dalam kesempatan ini pemerintah Kabupaten kutai kartanegara mengapresiasi kegiatan ini yang secara tidak langsung membangun dan membangkit kan kembali Adat Budaya Kutai, dan ia berharap agar Festival Nasi Bekepor ini bisa berlangsung setiap tahun sebagai khasanah nilai tradisi Kutai, dan menjadikan sebuah Ikatan Solidaritas berdasarkan persamaan latar belakang. ditambahkannya Nasi Bekepor merupakan khasanah budaya yang harus dilestarikan mengingat budaya tersebut mulai terkikis dari Masyarakat Kutai, filosofinya adalah bagaimana kita mengembalikannya semangat betulungan sesama etam dalam membangun odah etam  dan semoga acara ini embrio tumbuh dan berkembangnya budaya Kutai.Acara dibuka secara resmi dengan ditandai dengan minum air Benda (nira)  dan menyalakan kayu bakar oleh Staf Ahli Bupati Kukar yang didampingi Rektor Unikarta, Kasi seni Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kasi Ekonomi Kreatif Berbasis Media dan Iptek DISPAR dan Dekan Fisipol Unikarta, acara dilanjutkan dengan makan Beseprah dengan menu Nasi Bekepor, para undangan juga dihibur Atraksi Beguntau yang merupakan olah raga bela diri Suku Kutai.


Festival Jembayan Kampong Tuha 2017


 Festival yang di laksanakan di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, yang telah di buka oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Bapak Drs. Edi Damansyah M.Si pada hari rabu tanggal 22 Maret 2017, acara Festival Jembayan Kampong Tuha ini akan berlangsung dari tanggal 22 maret 2017 s / d 26 Maret 2017.

 Festival Jembayan Kampong Tuha ini adalah Festival kampong yang ke lima di kab. Kutai Kartanegara, sebelumnya ada festival kampong handil, festival kampong Muara Kaman, festival Kampong Tani Sumber Sari, festival kampong Bukit Biru, yang semuanya dilaksanakan secara swadaya atau gotong royong. Hari Raya Kebudayaan Festival Kampong ini adalah sebagai gerbang untuk masuk dan memahami lebih jauh potensi - potensi yang ada di dalam kampong, baik yang berkaitan seni budaya, sejarah, alam , dan sebagainya.

Dalam hal ini Dinas pariwisata kabupaten Kutai Kartanegara ikut berperan serta dalam Festival Jembayan Kampong Tuha, dengan membuka stand Pameran dengan memperkenalkan pariwisata Kutai Kartanegara, serta Even – even yang akan berlangsung setiap tahunnya. Di ketahui bahwa Kutai kartanegara memiliki sebuah warisan berharga dan bernilai dalam proses perjalanan sejarahnya, semangat membangun Kabupaten Kutai Kartanegara dalam sektor Kepariwisataan tentu memberikan kontribusi yang berarti dalam kancah dunia kepariwisataan Indonesia dalam dalam level nasional maupun Internasional.


 Pemerintah juga memberikan apresiasi tinggi kepada japung nusantara yang telah membantu mendorong partisipasi aktif masyarakat Jembayan dalam membangun proses pembentukan dan pemberdayaan komunitas yang berbasis budaya di akar rumput, sehingga dapat memperkuat ketahanan budaya, ekonomi dan penguatan etentitas sebagai masyarakat yang memnjunjung keanekaragaman social budaya yang berpijak pada nilai silih asih, silih asah dan silih asuh di masyarakat.



LSBK MELAUNCHING 13 GERAK DASAR JEPEN.


Bertempat di halaman Planetarium Jagad Raya Tenggarong, pada har iSabtu 11 Maret 2017, Lembaga Seni dan Budaya Kumala melaksanakan Launching 13 Gerak Dasar Jepen yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar yang diwakili Kasi Pengembangan Kesenian daerah, Kepala Dinas Pariwisata, serta para seniman, Budayawana dan Para undangan lainnya, selain launching 13 Gerak Dasar Jepen, juga penyerahan piagam 13 ragam gerak dasar tari jepen, juga diisi dengan musik tingkilan, serta tari-tarian Jepen dan Dayak, seperti Tari Dayak Temengang Yag Kelesau, Tari Jepen Persembahan, Tari Jepen Persembahan, Tari Giring Ketaq Bawo, Tarijepen Begurau, Tari Bersama.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Hendra Atmaja, Launching 13 Gerak Dasar jepen tidak terlepas dari support dari Sponsor serta media Patner yang turut serta mensukseskan kegiatan ini, ditambahkannya ini merupakan yang pertama yang dilaksanakan sejak berdirinya  LSBK, yang melibatkan para pelajar SD, sampai SMU serta Mahasiswa, yang ada di Tenggarong dengan masa latihan 3 bulan lamanya, dan selama melakukan latihan juga melakukan tes uji 13 gerak dasar Jepen, selama 2 hari, yang melibat dewan juri yang berkompeten dalam bidang seni tari, harapnya kedepan agar pihak terkait bisa memperhatikan secara proaktif group atau kelompok-kelompok kesenian yang ada di Kutai Kartanegara.

Ratusan pengunjung yang berasal dari berbagai komunitas serta masyarakat umum hadir memadati halaman parkir Planetarium Jagad Raya.13 ragam gerak dasar jepan tersebut ialah, Gerak Hormat (Pembuka), Jalan Jepen, Samba, Samba  Setengah, Samba Penuh, Gelombang, Ayun Anak, Langkah Belau, Langkah Ketam, Tendang Kuda, Tepok, Putar Gasing dan yang terakhir Tahtim, yang diperagakan oleh para pelajar dan Mahasiswa yang dipandu oleh Instruktur Tari LSBK.