Foto 2

Foto 1

DEC

Tarian Dewa Erau

Pembukaan

Bukit Bangkiray

Kirab Budaya

Merebahkan Ayu

Streat Performan

Statistik

Hit hari ini : 405
Total Hits : 1,000,467
Pengunjung Hari Ini : 96
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 227,453

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

Peringatan Peristiwa Merah Putih Sanga - Sanga


 Peringatan Peristiwa heroik Merah Putih di Sanga-Sanga pada 27 Januari 1947 diperingati dalam sebuah upacara parade yang digelar di Lapangan Gelora Pantai, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin Danrem 091/ASN Brigjen TNI Gadang Pambuni selaku inspektur upacara mewakili Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak. Upacara peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih ke-66 dihadiri pula oleh Bupati Kukar Rita Widyasari berserta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala dinas/instansi di lingkungan Pemkab Kukar, para veteran, OKP, perusahaan, hingga pelajar di Sanga-Sanga.



Sementara, Gubernur Kaltim dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Gadang Pambuni mengatakan, masyarakat hendaknya mengisi kemerdekaan dengan semangat perjuangan para pahlawan dalam berkarya. Peringatan Peristiwa Merah Putih di Sanga-Sanga digelar untuk mengenang kembali jasa para pendahulu baik para pejuang maupun warga Sanga-Sanga yang telah berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Gubernur juga mengajak semua pihak untuk terus memacu semangat dalam membangun. Menurutnya, tahun ini adalah momen pningkatan kinerja dan prestasi, masyarakat Kaltim hendaknya memiliki nilai lebih dalam kinerja.



Sementara Bupati Rita Widyasari berharap agar Peristiwa Merah Putih bukan hanya sekedar diperingati, akan tetapi bagaimana kita menghayatinya. ”Saya setuju kata-kata memperingati itu lebih kepada menghayati, bukan hanya sekedar peringatan saja,” ujarnya saat ditemui usai mengikuti upacara. Oleh karena itu, Rita mengajak semua pihak untuk menghayati perjuangan tersebut, bagaimana semangat pejuang bersama warga mengusir penjajah. Lebih lanjut menurutnya, saat ini sebenarnya peperangan masih tetap berlanjut, yaitu memerangi kebodohan dan kemiskinan, memerangi rasa malas serta korupsi. Rita juga mengimbau agar pemuda harus mempunyai jiwa kepahlawanan, yaitu rela berkorban, menolong tanpa pamrih, termasuk membangun kemandirian tidak bergantung pada pemerintah untuk terus berkarya membangun daerah.



Usai upacara parade di lapangan Gelora Pantai, rangkaian acara peringatan Peristiwa Merah Putih ke-66 dilanjutkan dengan upacara ziarah di TMP Wadah Batuah. Rangkaian Peringatan Peristiwa Merah Putih dimulai dari 26 Januari 2013 dengan pelepasan Napak Tilas Perjuangan Merah Putih jam 15.00 wite di Monumen Merah Putih Sangasanga Muara, dilanjutkan Pembukaan Pameran Gerbang Raja 2013 pukul 14.00 wita di Lapangan Ex MTQ Sangasanga.



Pada malam hari dilanjutkan Tahlilan dan pada tengah malam dilaksanakan Apel Kehormatan dan renungan Suci di Makam Pahlawan Wadah Batuah Sangasanga. Keesokan harinya 27 Januari 2013 Upacara Parade Pukul 09.00 wita di Lapangan Gelora Pantai PT Pertamina Sangasanga dilanjutkan Ziarah Makam Pahlawan wadah batuah Sangasanga. Usai ziarah dilanjutkan Ramah tamah bupati dengan Eksponen Perjuangan Merah Putih, tokoh Masyarakat, dan Pemuda Sangasanga di Gedung Wisma Ria Pertamina Sangasanga. Dan di pameran nantinya juga akan diisi dengan hiburan rakyat lainnya.

 











Erau Adat Kutai Jamu Kampong Muara Kaman



Erau Adat Kutai Jamu Kampong dilangsungkan di Desa Sabintulung Kecamatan Muara Kaman, dibuka pada tanggal 3 Februari 2013 dan berlangsung sampai Tanggal 9 Februari 2013. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar, Sri Wahyuni. Acara ini juga dihadiri oleh Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara HAP Adipati Praboe Anoem Soerja Adiningrat, Camat Muara Kaman, Kepala Desa se Muara Kaman, unsur Muspika, tokoh agama dan tokoh masyarakat. 



Acara ini dimeriahkan dengan tari  massal yang bertema Kemilau Bumi Benua Tuha, tari massal ini melibatkan sebanyak 100 siswa SMP 4 Muara Kaman dan pelajar SD 005 Muara Kaman. Tari massal ini merupakan gambaran dari kehidupan masyarakat yang ada di Bumi Benua Tuha atau Desa Sabintulung. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Nur Bunda, salah satu pelatih tari “tarian ini juga sebagai ungkapan rasa syukur yang dirangkai dalam gerak, musik dan kata yang menjadi sebuah karyaseni”.


 




 






Dalam sambutannya Sri Wahyuni mengatakan “ Pesta Erau Adat Kutai Jamu Kampong Desa Sabintulung, merupakan salah satu sejarah warisan leluhur sejarah awal berdirinya kerajaan Kutai Ing Martadipura dan merupakan khasanah kekayaan budaya bangsa, yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Kegiatan ini akan diagendakan setiap tahun dan dilaksanakan sebelum pesta adat Erau di Tenggarong. Kita wajib melestarikan dan menegakkan adat istiadat, sekecil apapun adat tersebut. Tahun depan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan pihak kecamatan Muara Kaman akan melaksanakan Festival Muara Kaman tanpa melalui dana hibah,  tidak hanya melibatkan masyarakat Desa Sabintulung, tetapi melibatkan seluruh desa yang ada di Kecamatan Muara Kaman”.






Sri berharap, kegiatan ini dapat berlangsung secara tertib, tunjukan bahwa masyarakat Desa Sabintulung mampu menjunjung tinggi adat istiadat yang merupakan warisan para leluhur kita. Ia juga berharap untuk kegiatan erau mendatang, pihak panitia bisa menggelar kemah budaya agar para  generasi muda dan masyarakat  sekitarnya bisa mengetahui bagaimana pesta adat erau jamu kampong berlangsung.






Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Ardhani mengatakan “Dalam kegiatan erau adat Kutai Jamu Kampong Desa Sabintulung Kecamatan Muara Kaman ini, panitia menggelar beberapa kegiatan. Meliputi Belian, olahraga tradisional, olahraga nasional, hiburan rakyat dan pasar malam”.






Rapat Persiapan Erau International Folklore Art And Festival (EIFAF) 2013











Hari ini, Senin tanggal 4 Februari 2013 dilangsungkan Rapat Persiapan Erau International Folklore Art and Festival (EIFAF) 2013, dihadiri oleh Panitia pelaksana yaitu Pemerintah Kabupaten Kartanegara, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan CIOFF. Erau tahun ini lebih istimewa karena rencananya akan dihadiri oleh perwakilan 10 negara anggota CIOFF dengan jumlah total maksimal 225 orang. Ada delapan negara yang sudah menyatakan kesediaannya untuk menghadiri EIFAF yaitu USA, Senegal, Turki, India, Mesir, Thailand, Algeria dan Rusia. Juga dihadiri oleh 7 Tim Kesenian dari Kabupaten/Kota wilayah adat kesultanan beserta sanggar seni budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Erau tahun ini akan dilangsungkan pada Tanggal 30 Juni s/d 7 Juli 2013. Rangkaian kegiatan Erau International Folklore Art and Festival (EIFAF) 2013 diantaranya adalah Upacara Adat Erau Kesultanan, Pentas Seni lokal dan tradisional, Expo yang tahun bertema Kutai Art and Craft Expo, Lomba Olahraga Tradisional, Festival Kuliner, Beseprah, Kirab Budaya dan Green Kutai Kartanegara.Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ibu Dra Sri Wahyuni.,MPP menyampaikan bahwa nantinya upacara pembukaan Erau akan dilaksanakan di Stadion Rondong Demang pada Tanggal 30 Juni Pkl. 10.00 Wita. Sebelum acara pembukaan dimulai didahului dengan parade peserta festival dari 10 negara dan tim kesenian 7 kabupaten/kota dari pusat keramaian kota menuju Stadion. Setelah undangan & tamu VIP tiba, peserta Parade memasuki stadion dan mengambil tempat di lapangan. Setelah sambutan resmi dan acara dibuka secara resmi, lalu penyalaan 7 Brong (obor), kemudian peserta parade menuju tribun yang disediakan. Sri Wahyuni juga menyampaikan bahwa nantinya Pentas Seni Tradisi tidak akan terpusat di satu tempat, tetapi juga di tiga tempat yaitu Pentas Utama, pinggir turap Mahakam, Pentas Seni di arena Kutai Art & Craft Expo dan Street Performance, di taman pedestrian depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara. Dengan demikian setiap negara peserta tampil secara bergiliran pada semua tempat berlangsungnya Pentas Seni Tradisi.  Sementara itu untuk kegiatan Kutai Art and Expo berlokasi di arena luar Stadion Rondong Demang Tenggarong. Expo ini diikuti oleh para pengrajin, pelukis, pemahat dan seniman kreatif lainnya serta kerajinan dari negara-negara peserta festival dan berlangsung berlangsung mulai tgl 30 Juni -7 Juli 2013 dengan dilengkapi panggung seni serta terdapat aktivitas seni dan workshop. Kutai Art & Craft Expo ini baru pertama kalinya diadakan di Festival Erau. Kemudian sebagai bentuk kepedulian peserta festival internasional terhadap lingkungan nantinya akan ditandai dengan finger print masing-masing negara di arena sekitar Gong Perdamaian Nusantara yang akan diresmikan pada bulan Oktober dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong 28 September.


 









LOMBA FOTO KOTA WISATA JUANG SANGA-SANGA 2013



 






Dalam rangka memperingati peristiwa Merah Putih ke-66 di Sanga-Sanga pada tgl 27 Januari 2013 dan untuk mendukung terwujudnya Sanga-Sanga sebagai Kota Wisata Juang serta utk menggairahkan dunia fotografi di Kutai Kartanegara



Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara akan menyelenggarakan Lomba Foto Nasional: Sanga-sanga Kota Wisata Juang dengan peserta terbuka untuk umum. Dengan total hadiah yang diperebutkan adalah Rp. 32.000.000,-. Objek foto yang diperlombakan bebas berupa Objek Wisata dan Pendidikan Sanga-sanga, Peringatan Pesta Merah Putih, Situs dan Peninggalan Bersejarah Sanga-sanga. Kategori foto yaitu Foto Tunggal dan Foto Esay / Seri. Dengan Jadwal Lomba: Pemasukan Foto Tanggal 1 s/d 16 Februari 2013, Penjurian Pemenang Tanggal 28 Februari 2013, Pengumuman Tanggal 4 Maret 2013, Penyerahan Hadiah 14 Maret 2013. Adapun juri dari Lomba ini adalah Ray Bachtiar Dradjat, Rakhmad Kusnadi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni.,MPP.



Karya Foto yang berbentuk softcopy dikirim ke Email: fotowisatajuang@gmail.com atau Langsung diantar ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara Cq. Seksi Promosi Wisata, Jl. Wolter Monginsidi Komplek Perkantoran Bupati Gedung B Lantai 3 Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara.







 


Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim VII 2012





Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim 2012 tahun ini melibatkan 14 Kabupaten/Kota seluruh Kaltim dan partisipasi dari 15 Provinsi Destinasi Unggulan di Indonesia. Selain itu, ada juga partisipasi dari Negara Malaysia. Di dalamnya terdapat tujuh kegiatan yang terangkum dalam Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim yang berlangsung tanggal 13 - 15 November, umumnya adalah budaya pesisir, keraton dan budaya pedalaman.



Tujuh kegiatan dalam Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim 2012 adalah Parade Seni Budaya dan Kepariwisataan serta Lomba Zapin Internasional.



Kontingen Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi jauar umum di Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim VII 2012, yang berlangsung 13 - 15 November 2012 lalu di Stadion Sempaja, Samarinda. Atas prestasi tersebut Kutai Kartanegara berhak memboyong trofi atau paial bergilir Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Awang Faroek Ishak. Penghargaan itu diserahkan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kukar, Sri Wahyuni bersama Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Junaidi, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Sekkab Kukar, Edi Damansyah, Kamis (29/11) lalu.



Dari semua kegiatan dalam Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam Kaltim VII 2012, Kontingen Kukar berhasil keluar sebagai jauar umum dengan menyisihkan Kabupaten dan Kota se-Kaltim dan ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa," ujar Sri Wahyuni. Prestasi yang diraih kontingen Kukar adalah juara pertama lomba Tari Kreasi Pesisir (Kelompok Tari Gubang), juara III lomba Defile Kesenian (Disbudpar) Kukar, juara I LombaBelogo (Dispora) Kukar, juara I lomba Begasing (Dispora) Kukar, juara harapan II Stand Expo (Disbudpar) Kukar, dan juara I Pemusik Tradisional.



 


Sepultura, Kukar Rockin Fest 2012


 



Kukar Rockin' Fest 2012 garapan Distorsi Rockaholic Company Sepultura menggebrak kota Tenggarong pada tanggal 9 November 2012 lewat ajang Kukar Rockin' Fest 2012 garapan Distorsi Rockaholic Company. Sepultura merupakan grup musik asal Brazil yang mempelopori aliran trash metal di dunia. Sepultura yang saat ini diperkuat Andreas Kisser (gitar), Derrick Green (vokal), Paulo Jr (bass) dan Eloy Casagrade (drum) tampil selama sekitar 2 jam membawakan sekitar 15 hingga 20 lagu. Grup musik Edane akan menjadi pembuka dalam konser musik asal Brazil itu. Edane yang dimotori Eet Sjahranie (gitar), Fajar Satriatama (drum), Hendra Zamzami (rhythm gitar), Daeng Oktav (bass) dan Ervin Nanzabakri (vokal) tampil selama sekitar satu jam dengan mempersembahkan sekitar 10 lagu hits mereka.



Sepultura menjadi grup internasional pertama yang konser di Kukar. Kehadiran Sepultura di Tenggarong tak lepas dari kerja keras konsorium promotor yang terdiri dari Chambers Entertainment dan Distorsi Rockaholic Company Tenggarong bersama asosiasi representatif Revision Live untuk mendatangkan Sepultura di 5 kota di Indonesia.



Selain tampil di Tenggarong pada 9 November 2012, Sepultura juga manggung di Lapangan D Senayan Jakarta, pada 10 November 2012. Kemudian di lapangan parkir utara Trans Studio Makassar, pada 11 November 2012.



Sekedar diketahui, konser spektakuler ini didanai secara pribadi oleh Bupati Kukar Rita Widyasari, bukan lewat APBD. Konser Sepultura ini menjadi puncak dari rangkaian acara peringatan HUT Kota Tenggarong ke 230 yang berlangsung lebih dari sebulan.


Tenggarong Health, Clean And Green 2012


  



Kegiatan Tenggarong Health, Clean and Green (Sehat, Bersih dan Hijau) digelar pada hari Sabtu (3/11) sejak pukul 09.00 pagi di Pasar Seni, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Kegiatan yang masih bagian dari Festival Kota Raja (FKR) guna mengisi hari jadi Tenggarong ke 230 itu, diawali dengan penyerahan tong sampah dari Total E&P Indonesie kepada Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan tersebut juga di isi dengan Talk Show tentang HIV/AIDS dan Narkoba dengan narasumber dari Jakarta, yang di ikuti para pemuda, pelajar dan Mahasiswa.



Tenggarong Health, Clean and Green juga dimeriahkan dengan hiburan musik dari komunitas OI (Orang Indonesia) yang merupakan fans Iwan Fals di Tenggarong yang peduli terhadap isu lingkungan. Pada sore harinya, komunitas pecinta Scooter Kaltim akan mengisi acara dengan Talk Show ringan seputar mengemudi yang aman dan tertib. Acara ini juga diisi dengan pameran oleh Total E&P Indonesie tentang informasi berbagai usaha pelestarian lingkungan, termasuk demo pembuatan kompos. Selain itu juga ada pameran Reptil dari komunitas penggemar reptil.



Kegiatan Tenggarong Health, Clean dan Green 2012, diisi dengan berbagai kegiatan antara lain : lomba melukis Tong Sampah, Lomba lukis anak - anak, seminar, Talk Show amsalah dan narkoba, demo memasak Higienis, demo pembuatan pupuk kompos, donor darah dan juga penyerahan bibit tanaman, tong sampah bersekat dari PT. Total.



Kegiatan Tenggarong HCG juga ditandai pula dengan pembacaan deklarasi pelajar kota Tenggarong untuk peduli terhadap lingkungan Tenggarong yang sehat, bersih dan hijau. Kegiatan ini juga semakin bertambah semarak dengan suguhan hiburan yang dipersembahkan komunitas OI, serta band - band lokal kota Tenggarong seperti Kartupos Band dan The Pantjaran Nafsoe.


PESTA ETAM SEGALA


Ziarah Makam Mengawali Peringatan HUT Tenggarong Yang Ke - 230


Pada ha ri Jum'at Tanggal 28 September 2012 di Kompleks Pemakaman Sultan KutaiKartanegara Ing Martadipura, berlangsung Ziarah Makam yang dihadiri oleh Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos.,MM, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, HAM Salehuddin II, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (SKPD) beserta Kepala SKPD di lingkup Pemerintahan kabupaten Kutai Kartanegara.


Ziarah Makam ini dilaksanakan untuk memperingati Hari UlangTahun Kota Tenggarong yang ke - 230, pada tanggal 28 September 2012.



Acara ziarah diawali dengan pembacaan riwayat berdirinya Kota Tenggarong oleh Camat Tenggarong H. Tajuddin Noor. 230 Tahun silam Aji Imbut telah memindahkan ibukota kesultanan Kutai dari Pemarangan ke Tepian Pandan kemudian di sebut Tangga Arung atau Rumah Para Raja, hal tersebut menggoreskan tinta emas perjalanan kota raja. Tangga Arung tumbuh dan berkembang seiring perjalanan sejarah sehingga penduduknya hidup dan bekarya di kota yang kini telah bernama Tenggarong.



Dalam sambutannya Bupati Kutai Kartanegara menyampaikan "dalam pembangunan dari, oleh dan untuk rakyat Kutai Kartanegara, perlunya dukungan dan peran aktif semua pemangku kepentingan, baik itu pihak swasta maupun kelompok masyarakat pada semua tingkatan, termasuk dukungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing martadipura, bahwa ziarah ini merupakan momen penting untuk mengingat sekaligus penyemangat dalam membangun Kabupaten yang tercinta ini".



HUT Tenggarong juga diisi dengan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kutai Kartanegara dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tenggarong yang ke - 230 yang digelar setelah selesai melaksanakan ziarah.



 


FESTIVAL KOTA RAJA 230

FESTIVAL KOTA RAJA 230