Banner 0

Beluluh Awal

Banner 2

Banner 3

Desa Budaya

Banner 5

Buka Erau

Banner 7

Banner 8

Statistik

Hit hari ini : 27
Total Hits : 1,550,356
Pengunjung Hari Ini : 18
Pengunjung Online : 3
Total pengunjung : 421,424

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 62 Next > Last >>

 Tinjauan Lokasi Pengembangan Kawasan Wisata Kutai Kartanegara

Dalam Perda Kab. Kutai Kartanegara No. 19 Tahun 2016 tentang Ripparkab (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara) Tahun 2016 - 2026, telah mengatur pembangunan kepariwisataan daerah dibagi menjadi 8 kawasan terdiri 4 KSPK (Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten) dan 4 KPPK (Kawasan Pengembangan Pariwisata Kabupaten) yaitu : (1) KSPK Tenggarong-Muara Kaman dan sekitarnya, (2) KSPK Kota Bangun dan sekitarnya, (3) KSPK Samboja dan sekitarnya, (4) KSPK Anggana-Sangasanga dan sekitarnya, (5) KPPK Muara Badak-Marangkayu dan sekitarnya, (6) KPPK Loa Kulu-Loa Janan dan sekitarnya, (7) KPPK Muara Muntai dan sekitarnya, (8) KPPK Kenohan-Kembang Janggut-Tabang dan sekitarnya
Di dalam dokumen kebijakan ini juga telah membagi peran bagi pemangku kepentingan kepariwisataan (siapa berbuat apa) dalam mewujudkan cita - cita  pembangunan pariwisata Kukar yaitu mewujudkan visi kepariwisataan Kab. Kukar sebagai destinasi pariwisata sejarah dan alam kelas dunia yg berbudaya dan berkelanjutan utk kesejahteraan masyarakat.
Menindaklanjuti amanat Perda tersebut, pada tahun 2020 ini, dilakukan kajian yg berfokus pd 4 kawasan meliputi 3 KSPK dan 1 KPPK meliputi KSPK Tenggarong-Muara Kaman dan sekitarnya, KSPK Samboja dan sekitarnya, KSPK Anggana-Sanggasanga dan sekitarnya serta KPPK Muara Badak-Marangkayu dan sekitarnya.
Kajian Pengembangan Kawasan Wisata ini akan menjadi acuan yg mengatur pembangunan pariwisata secara rinci di kawasan strategis pariwisata dan kawasan pengembangan pariwisata kabupaten dg diperkuat melalui suatu output kegiatan kajian dalam bentuk sebuah dokumen dan Visualisasi 3D serta Rancangan Peraturan Bupati tentang Rencana Detail Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata dan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kajian Pengembangan Kawasan Wisata Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan dpt memberi manfaat bagi kemudahan penanaman modal bidang pariwisata di kawasan strategis/pengembangan; sebagai alat monitoring dan evaluasi pembangunan kepariwisataan; sebagai alat pembinaan dan koordinasi lintas sektoral yg berdasarkan kpd perencanaan partisipatif; serta sbg basis data dan pengembangan penelitian di kawasan strategis/pengembangan
Pelaksanakan Kajian ini di lakukan selama 6 bulan (Juli-Desember) oleh konsultan dengan para tenaga ahlinya dan pada saat ini baru memasuki tahap pengumpulan data utk mendapatkan gambaran tentang potensi, isu dan permasalahan dg melakukan kegiatan inventarisasi data dan entry data. Pada tahap ini juga dilakukan survei primer (wawancara, penyebaran kuesioner, observasi lapangan, 
dokumentasi) dan survei sekunder ke berbagai instansi atau lembaga terkait lainnya, serta diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) yang dilakukan dengan stakeholder terkait, meliputi asosiasi/  mitra pariwisata, Pemerintah Kecamatan / OPD terkait, dan lainnya.

 Rekreasi Pantai Dan Kolam Berenang Di Kaltim Park Samboja

Kaltim Park di Samboja menawarkan rekreasi wisata yang menggabungkan pantai dan kolam berenang dalam satu kawasan wisata. Kawasan kolam berenang berada dipintu masuk awal Kaltim Park sedangkan wahana pantai tepat berada dibelakangnya. Di dalam area kolam berenang, terdapat waterboom yang memanjakan pengunjung untuk berenang, juga terdapat gazebo-gazebo untuk beristirahat setelah selesai berenang.
Kolam yang terdapat di sekitar area memiliki tingkat kedalaman yang berbeda, sehingga memudahkan untuk pengunjung memilih terutama untuk anak-anak yang ingin berenang di air yang rendah sangatlah aman. Didalam area kolam berenang juga terdapat replika kapal pesiar yang bagus untuk wadah pengunjung mengabadikan momen dengan berfoto.
Tak kalah bagusnya, wahana rekreasi pantai di Kaltim Park juga memberikan suasana yang sejuk dan asri. Pepohonan yang masih terjaga ditambah suasana pantai yang sejuk, gazebo-gazebo untuk berisitirahat disekitar pinggir pantai menjadikan wahana rekreasi yang tepat untuk pengunjung yang membawa keluarga maupun datang dengan rombongan. Ada juga tempat mushola, karaoke, dan fasilitas lain disekitar pantai. Terdapat juga kapal-kapal berukuran sedang yang bersandar disekitar pantai untuk pengunjung berswa foto sembari melihat kapal-kapal yang ada. 
Lokasinya terletak di Pantai Baru (Pasar baru) kuala Samboja, Kutai Kartanegara. Adapun harga tiket masuknya wahana Kaltim Park ini mulai 15rb sampai 30rb tergantung kendaraan yang dibawa dan jumlah pengunjung yang masuk. Selama pandemi covid-19, pengelola Kaltim Park juga telah  menyediakan protokol kesehatan untuk melaksanakan aturan new normal saat berwisata.

 Berbagai Macam Wahana Wisata “Mahkota Dondang” Muara Jawa

Objek Wisata Buatan “Mahkota Dondang” di Kecamatan Muara Jawa menawarkan berbagai macam wahana wisata yang sangat menarik, salah satunya pemandian air panas yang sangat baik untuk terapi. Selain pemandian air panas, kita juga akan disuguhkan dengan banyak sekali wahana lainnya di dalam tempat ini, seperti Waterboom, Kolam Renang dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda, serta adanya terapi mandi lumpur dengan menggunakan lumpur belerang, flying fox serta wahana Outbond lainnya. Ditempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas umum seperti Gazebo/tempat beristirahat, kantin, mini cafe, ruang ganti baju, panggung untuk tempat bernyanyi, toilet, serta tempat terapi sauna sehabis berenang akan membuat badan semakin tambah segar. 
Salah satu yang menarik di Mahkota Dondang ialah adanya terapi mandi lumpur dengan menggunakan lumpur belerang asli dari bawah tanah. Terapi ini membuat kita lebih nyaman dan segar saat merasakan kehangatan lumpur sembari melakukan terapi. Beberapa pengunjung merasakan khasiat dari terapi ini, ada yang sudah berkali-kali dengan hasil yang nyaman seperti kulit terasa halus dan badan terasa lebih ringan.
Mahkota Dondang terletak di Jl. Air Panas, Dondang, Handil III, Kec. Muara Jawa. Untuk masuk kesini, cukup membayar biaya tiket sebesar 20rb untuk anak-anak & 30rb untuk dewasa, kita sudah bisa menggunakan wahana-wahana yang ada di wisata Mahkota Dondang. Khusus untuk gazebo/tempat istirahat, cukup membayar sewa 150rb per gazebo. Selama masa pandemi covid-19, protokol kesehatan juga sudah diterapkan di wahana ini.

 Materi Dalam Rapat Koordinasi Kelompok Sadar Wisata

Dalam Rapat Koordinasi Kelompok Sadar Wisata, ada sesi materi yang dilaksanakan dalam pengarahan kelompok sadar wisata yang diisi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Dra. Sri Wahyuni MPP, Kepala Bappeda Wiyono, S.IP., M.Si, & M. Fauzan Noor, M.Par, MMHTRL. Selasa (25/8).Materi pertama diisi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Dra. Sri Wahyuni MPP, dengan pembahasan mengenai pentingnya Kelompok Sadar Wisata dalam pengembangan wisata disetiap Kecamatan maupun daerah. 
Ibu Sri Wahyuni berpendapat “ada tiga A dalam membangun desa wisata, yaitu pertama Atraksi, kedua Amenitas, ketiga Aksesibilitas.” Apa yang diberikan desa untuk menarik wisatawan melalui sesuatu yang menarik, itulah yang dibangun dalam atraksi. Amenitas mengacu pada fasilitas penunjang yang ada didesa contohnya homestay atau penginapan sehingga wisatawan merasa nyaman. Dan aksesibilitas ialah adanya akses yang menunjang wisatawan untuk datang berkunjung. 
Materi kedua diisi Kepala Bappeda Wiyono, S.IP., M.Si, yang menjelaskan tentang Kebijakan Prioritas Pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara 2019-2024.  Setelah itu materi ketiga dari M. Fauzan Noor, M.Par, MMHTRL menyampaikan tentang bagaimana setiap Kelompok Sadar Wisata masing-masing kecamatan maupun daerah bisa menciptakan produk dengan kemasan menarik yang menjadi nilai lebih dalam memasarkan kepada wisatawan sehingga menciptakan mainsheet tentang produk yang dibuat. Materi yang disampaikan berlangsung sampai sore hari.

 Pembukaan Rapat Koordinasi Kelompok Sadar Wisata Se Kukar

Rapat koordinasi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) 2020 dilaksanakan di Hotel Elty Singgasana Tenggarong pada hari Selasa (25/8) pagi. Dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Drs. H. Sunggono, MM, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Thauhid Afrilian Noor, SP., M.Si untuk membuka rapat, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Dra. Sri Wahyuni MPP, Kepala Bappeda Wiyono, S.IP., M.Si, & M. Fauzan Noor, M.Par, MMHTRL yang menjadi pemateri dalam rapat. Beberapa peserta yang datang dari berbagai kecamatan maupun daerah di Kutai Kartanegara sebagai perwakilan Kelompok Sadar Wisata masing-masing terdiri dari Kepala Desa serta Ketua Kelompok Sadar Wisata yang datang hadir secara langsung ikut dalam rapat koordinasi. 
Plt Kepala Dinas Pariwisata, Thauhid Afrilian Noor, SP., M.Si memulai sambutan pertama, sambil memberikan masukan tentang pentingnya koordinasi antar Kelompok Sadar Wisata dengan pemerintah desa maupun daerah agar mengetahui apa yang diperlukan oleh kecamatan maupun desa masing-masing dalam mengelola wisatanya.Dalam sambutan Sekretaris Daerah, Drs. H. Sunggono, MM juga mengatakan “yang kita bangun dalam Kelompok Sadar Wisata ini adalah sinergi, bagaimana kita saling mendukung dalam pengembangan wisata”. 
Setelah menyampaikan beberapa sabutannya, Bapak Sekretaris Daerah  membuka sekaligus memulai secara resmi Rapat Koordinasi Kelompok Sadar Wisata se Kutai Kartanegara.Adapun rapat koordinasi Kelompok Sadar Wisata ini dilaksanakan dengan dua sesi mengingat saat ini sedang masa pandemi virus covid-19 yang tengah melanda, acara juga dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan. 
Sesi pertama hari Selasa (25/8), sesi kedua nantinya dimulai hari Kamis (27/8) dengan perwakilan peserta yang berbeda daerah maupun kecamatan di Kutai Kartanegara.

 Kajian Pengembangan Kawasan Wisata Kabupaten Kutai Kartanegara

Kegiatan yang di laksanakan oleh Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara ini berlangsung di Hotel Elty Tenggarong bersama KSPK Tenggarong, Muara Kaman dsk, KSPK Samboja dsk, KSPK Sangasanga, Anggana dsk, KPPK muara badak, Marang kayu dsk. Beberapa hal yang di laksanakan dalam outline pembahasan diawali dengan pendahuluan, tinjauan pustaka, gambaran umum, pendekatan dan metodologi, serta rencana kerja. Acara ini langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Thauhid Aprilian Noor. SP. M. Si., yang di damping oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Drs. Witontro.
Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan rencana detail pembangunan kepariwisataan dan sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan dan pengendalian kepariwisataan dalam rangka menjalankan fungsi strategis kawasan pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara.  Pembahasan berikutnya mengenai ruang lingkup kegiatan dari tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap identifikasi dan analisa, tahap perumusan rencana detail pembangunan KSPK dan KPPK Kabupaten Kutai Kartanegara, dan tahap penyusunan program prioritas dan indikasi kegiatan.
Tinjauan pustaka yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai landasan kebijakan, pemahaman dasar kepariwisataan dan kawasan pariwisata Kabupaten. Dalam RIPARPROV Kalimantan Timur 2016 – 2026 bahwa Provinsi Kalimantan Timur juga menetapkan tiga KSPP ( Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi ) dan tiga KPPP ( Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi ). Kabupaten Kutai Kartanegaar sendiri termasuk kedalamnya. KSPP II Samarinda – Tenggarong – Tanjung isuy, dengan daerah tujuan wisata Tenggarong, meliputi yang di unggulkan Pulau kumala, lalu ditunjang Museum Mulawarman, Planetarium, Taman Tepian, Waduk Panji Sukarame, Museum Kayu Sukarame, Desa wisata Pela, dan desa budaya kedang ipil.
Dan untuk KPPP I Samboja dan sekitarnya dengan daerah tujuan wisata BOS Foundation, Argo wisata Bukit Bengkirai, Pantai Tanjung Harapan, Pantai Ambalat, Pantai Handil Muara Baru, Sungai Hitam Samboja, Herbarium Balitek KSDA, Pulau Kumala dan Kawasan Wisata Tanah merah.

 Wisata Taman Gubang Di Desa Loa Ulung

Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara menjadikan lahan bekas kolam tambang batu bara PT Fajar Bumi Sakti (FBS) menjadi tempat wisata baru di Kukar, terkhusus di Tenggarong Seberang bernama Taman Gubang. Untuk memasuki area Taman Gubang, per orang dikenakan biaya Rp. 5.000. Selanjutnya dengan membayar Rp. 20.000, pengunjung sudah bisa berwisata dikolam selama 1 jam dengan kapasitas 2 orang per gubang.

Jika diperuntukkan untuk memancing, pengunjung akan dikenakan biaya Rp. 30.000 dengan waktu dan kapasitas yang sama.“Itu lahan eks kolam tambang PT FBS, baru di buka pada Sabtu kemarin,” kata Camat Tenggarong Seberang, Bapak Suparman, Minggu (28/6/2020).Suparman mengatakan, adanya tempat wisata gubang tersebut bisa memperkenalkan Kecamatan Tenggarong Seberang, khusunya Desa Loa Ulung lebih luas lagi oleh masyarakat Kukar.
Apalagi di Tenggarong seberang sendiri terdapat 18 Desa.Selain kolam bekas tambang, pengunjung juga bisa bermain dikolam tersebut dengan menggunakan perahu dan kapal. Nantinya, Camat Tenggarong Seberang, Bapak Suparman akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kukar untuk mempromosikan tempat wisata tersebut secara luas sehingga bisa menarik minat pengunjung datang ke Taman Gubang.

 Webinar Kuliner Kutai Melalui Daring

Sebagai salah satu sub-sektor ekonomi kreatif, kuliner adalah bidang yang harus dikembangkan bersama untuk mendukung potensi daerah. Webinar “Bebaya Etam Lestarikan Kuliner Kutai”mengajak pelaku dan pegiat kuliner Kutai Kartanegara untuk berdiskusi dan memberikan ide dalam mengembangkan kreasi kuliner khas Kutai Kartanegara.Webinar dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Mei 2020 pukul 14.00 – 16.00 WITA melalui aplikasi Zoom. Bersama Chef Ari Galih dan dipandu oleh Kandi Windoe (Interface Indonesia), webinar kali ini diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat di sektor UKM dan entrepreneur bagi kalangan generasi muda.
Dengan adanya webinar yang membahas tentang kuliner khas kutai, diharapkan juga pada saat masa pendemi ini, orang-orang tetap bisa produktif dirumah dengan mengikuti dan mendapat ilmu kuliner khas kutai walaupun diharuskannya Stay At Home untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

 Road To Kutai Kartanegara City Branding

Hari Senin (16/3/2020) di Kecamatan Sangasanga, bertempat di Guest House Putra Ramli, kegiatan Workshop Penyusunan Branding Daerah Kutai Kartanegara khusus Wilayah Pesisir dilaksanakan pemerintah Kutai Kartanagara melalui Dinas Pariwisata dengan bekerjasama dengan pihak terkait.
Workshop ini merupakan upaya untuk menghasilkan City Branding dengan cara menggali informasi dari setiap kecamatan di Kutai Kartanegara yang berjumlah 18 Kecamatan di wilayah pesisir agar nantinya ada koordinasi antar wilayah dalam penyampaian informasi sehingga nantinya akan berdampak pada kemajuan daerah pesisir di Kutai Kartanegara khususnya pada kepariwisataannya.Hari pertama Workshop berlangsung di Zona Pesisir yang dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan Sangasanga, Muara Jawa, Samboja, Muara Badak, Anggana dan Marangkayu yang merupakan daerah dengan wisata pantai maupun wisata pesisir laut.
Setiap masing-masing Kecamatan mengirim 5 peserta dari kalangan Akademisi, Pengusaha, Komunitas dan Aparat Pemerintah yang berhubungan langsung dengan kegiatan tersebut yaitu pembahasan mengenai penyusunan branding daerah Kutai Kartanegara yang pada acara ini khusus wilayah pesisir.

 Persiapan Dinas Pariwisata Kukar Dalam Membuka Objek Wisata

Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara terus melakukan persiapan. Sembari menunggu adanya instruksi relaksasi di bidang pariwisata dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kukar. Dalam kesempatan kali ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar mengatakan “Masih menyiapkan protokol kesehatannya,” ujar Bapak Thauhid Afriliannoor, Kamis (18/6/2020). Sejauh ini beberapa persiapan yang dilakukan ialah menyiapkan tempat cuci tangan, alat pengecek suhu tubuh. Pengadaan alat serta sarana protokol kesehatan tersebut terus berjalan.
Beberapa tempat wisata yang sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali seperti Waduk Panji Sukarame, Museum Kayu, Pulau Kumala dan Pantai Merah Samboja.Berbeda dengan tempat wisata milik pemerintah daerah, objek wisata milik swasta malah terlebih dahulu beroperasi. Berdasarkan pantauan Dispar Kukar, beberapa tempat tersebut juga sudah menerapkan protokol kesehatan.“Yang pasti tempat wisata milik pemerintah daerah masih tunggu perintah tim gugus tugas. Dan apabila ada yang buka, itu bukan dari anjuran pemerintah.
Mungkin karena mereka sudah tidak tahan untuk buka lagi, ya silakan aja, tapi protokol kesehatannya betul-betul diperhatikan,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar. Selain itu, Bapak Thauhid Afriliannoor berpesan agar pengelola memastikan pengunjung yang datang dalam keadaan sehat di samping mengimbau masyarakat bersabar sampai keadaan memungkinkan untuk pemerintah membuka tempat wisata.

Even Tahunan

Even