Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 163
Total Hits : 1,594,928
Pengunjung Hari Ini : 71
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 434,014

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 66 Next > Last >>

 Maksimalkan Potensi Wisata Di 18 Kecamatan Dengan Permudah Izin Usaha

Staf ahli pembangunan dan perekonomian Kutai Kartanegara (Kukar), Wicaksono Soebagio mewakili Plt Bupati Kukar melantik Ahmad sebagai Ketua DPC Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kukar periode 2020-2025. Kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi dari pelaku usaha taman rekreasi yang ada di Kukar. Wicaksono memberikan apresiasi dan penghargaan dan ucapan selamat atas terbentuknya DPC PUTRI Kukar.
Menurutnya ini bisa membuka potensi taman rekreasi di setiap kecamatan Kukar. Ia  berharap hadirnya PUTRI bisa menjalin kerja sama untuk memaksimalkan potensi yang ada di 18 kecamatan di Kukar. Wisaksono mengatakan Pemkab Kukar akan memberikan kemudahan kepada penanam modal untuk mengurus izin usaha di bidang pariwisata.
“Kaltim akan ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru. Kukar harus siap apalagi di sektor wisata, akan banyak orang yang datang dan membutuhkan tempat liburan,” kata Wicaksono. Sementara itu Ketua DPC PUTRI Kukar, Ahmad mengatakan, di Kukar ada 18 destinasi wisata yang resmi tergabung di PUTRI.
“Jadi, Kukar punya segalanya. Mulai dari wisata hutan, sungai, dan pantai. Intinya, kita akan sampaikan ke publik dan dunia, bahwa Kukar adalah surga wisata,” kata Ahmad. Ahmad meminta kepada pengurus DPC PUTRI Kukar harus bekerja keras untuk menyampaikan potensi destinasi wisata di Kukar. Sebab, masih banyak yang belum diketahui. Ia pun berharap agar perizinan sektor wisata dipermudah, sehingga dapat berkontribusi bagi daerah.
“Jadi, pariwisata adalah bentuk transformasi ekonomi Kukar. Ada banyak budaya, adat dan wisata yang bisa di perlihatkan kepada dunia. Kukar harus jadi leading sector pariwisata di Kaltim. Kami meminta dukungan dan kerja sama semua pihak, agar wisata Kukar bisa jaya,” tutupnya.

 Investasi Pariwisata Menurun, Investor Masih Tertarik Dengan SDA Di Kukar

Investasi skala besar di sektor pariwisata di Kutai Kartanegara masih suram di tahun 2020. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar mengakui pariwisata tidak dilirik calon investor. Sedangkan investasi sektor eksplorasi sumber daya alam (SDA) masih bergeliat. “Tahun ini, tidak ada investasi sektor pariwisata yang masuk ke Kukar alias nol persen, ” ucap Kepala DPMPTSP Kukar, Bambang Arwanto, baru-baru ini melalui beberapa media-media lokal.
Bambang menambahkan, investasi yang masuk ke Kukar didominasi sektor primer eksplorasi SDA sebesar 53 persen, industri tersier mencapai 26,5 persen, sedangkan industri manufaktur sebesar 20 persen.
Total investasi yang masuk berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai 84 persen. “Untuk penanaman modal asing (PMA) yang masuk mencapai 16 persen, ” jelasnya. Mengetahui sektor pariwisata tidak diminati para investor, Bupati Edi Damansyah menanggapi santai. Alasannya, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan jadi pertimbangan investor.
“Bukan hanya di Kukar, daerah lain juga mengalami hal serupa, ” ujarnya. Edi meyakini, sektor pariwisata semakin meningkat setelah pandemi COVID-19 berakhir. Bupati terpilih hasil Pilkada Kukar 9 Desember 2020 lalu berjanji akan menggiatkan promosi potensi pariwisata. “Infrastruktur pariwisata juga akan dibenahi perlahan-lahan, yang diyakini dapat menjadi daya tarik para investor, ” ujarnya. Edi bersyukur, geliat pariwisata di tingkat desa malah semakin maju dan berkembang meskipun hanya dikelola masyarakat atau komunitas seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat desa. “Wisata alam di desa-desa semakin maju, ini sudah terbukti, ” terang Bapak Edi Damansyah, optimis.

 Dispar Kukar Mulai Lakukan Survei Dan Penyusunan Roadmap

Genjot ekonomi dari berbagai sektor terus dilakukan pihak Pemkab Kukar. Kali ini dilakukan Dinas Pariwisata Kukar. Kegiatan dilakukan dengan lakukan survei pengambilan data serta penyusunan Roadmap bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Kepariwisataan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda (P2K-Polnes). Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung di Kecamatan-kecamatan yang ada di Kutai Kartanegara.
“Kita berharap nanti mendapatkan arah strategi dengan menetapkan program kegiatan ini, untuk dilakukan di tahun-tahun berikutnya dengan melihat peta yang tersebar di 18 kecamatan,” kata Bapak Heri Kusnadi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.
Tak hanya itu, pihak Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara juga memetakan dan mengambil langkah kebijakan untuk pengembangan ekonomi kreatif di seluruh kecamatan di Kukar. “Kegiatan ini juga nantinya akan melibatkan kawan-kawan komunitas, komite ekonomi kreatif turun ke lapangan untuk mencari responden yang bisa mewakili di masing-masing kecamatan,” jelas Bapak Heri Kusnadi.
Keterlibatan responden di Kecamatan ini sendii dari berbagai kalangan di antaranya, pendidik, pemerhati ekonomi kreatif, komunitas hingga pelaku ekonomi kreatif sebanyak 20 orang “Responden yang kita ambil dari kalangan pendidik, pemerhati ekonomi kreatif, komunitas pelaku ekonomi kreatif di masing-masing kecamatan” ujar Bapak Heri Kusnadi.

 Beragam Kegiatan Di Ulang Tahun Desa Wisata Pela

Menyusuri sungai Mahakam dengan kapal wisata tentu saja asik terlebih lagi yang dikunjungi adalah desa wisata Pela, yang memang memiliki keunikan tersendiri, karna diwilayahnya terdapat hewan yang sudah langka yaitu pesut. Keramahtamahan masrakat desa pela, Alimin sebagai ketua Pokdarwis terus mengembangkan desa wisatanya melalui berbagai hal, seperti medsos, ataupun even tahun yang digelarnya.
Perlombaan yang digelar pada Festival ke-III seperti lomba menjala, kuliner, mendanau seperti menangkap ikan dengan tangan kosong dan mendayung. Festival ini, menurutnya, dari tahun ke tahun pelaksanaan festival Danau Semayang semakin baik. Jadi event tersebut akan terus dilaksanakan setiap tahunnya dengan keberagaman kesenian dan kebudayaan yang akan digelar. Namun kedepannya memungkinkan jadwal kegiatan bisa berubah-ubah karena kondisi dan situasi dilapangan nanti.
Keterlibatan masyarakat dalam berpartisipasi di festival ini semakin baik dan mereka sangat mendukung sekali. Hal ini dibuktikan keikutsertaan mereka di setiap kegiatan yang dilaksanakan di Desa wisata Pela.

 Berwisata Ke Desa Lekaq Kidau

Kegiatan Famtrip susur Sungai Mahakam menggunakan kapal wisata Queen Orca menuju Desa Budaya Lekaq Kidau, tetap dengan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilakanakan pegawai Dispar Kukar beserta Lintas OPD juga diikuti oleh Duta Wisata, komunitas, dan mahasiswa yang akan melakukan survey.
Dengan tujuan Desa Lekaq Kidau, saat sampai di desa para tamu di suguhi sambutan berupa tarian, dan di ajak untuk ikut menari bersama. Untuk di ketahui bahwa Desa Lekaq Kidau adalah sebuah desa yang didiami oleh suku dayak etnis Kenyah yang terletak di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Jarak yang ditempuh untuk menuju lokasi ini sekitar + 33km , sekitar 1 jam perjalanan dari Ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kampung Desa Budaya Lekaq Kidau merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dan mempunyai wilayah seluas +189,81 km2, yang terbagi menjadi 5 Rukun Tetangga (RT) Dengan posisi jarak dengan ibu kota Kecamatan + 16 Km.  
Di Desa Buadaya Lekaq Kidau ini kita dapat melihat keindahan lingkungan suku dayak etnis kenyah yang masih terjaga tradisi dan keasliannya seperti Lamin (Rumah panjang), Patung nenek moyang, dan rumah - rumah tinggal penduduk yang masih tradisional. Untuk mencapai Desa Budaya Lekaq Kidau yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Sebulu ini, bisa ditempuh dengan jalur Darat kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal ferry penyebrangan atau menggunakan kapal motor menyusuri aliran Sungai Mahakam

 Dinas Pariwisata Kukar Harapkan Pokdarwis Bisa Kembangkan Produk Lokal

Dinas pariwisata Kab Kukar yang di wakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata M Ridha Fatrianta. SSTP. M. Si., beliau mengatakan “Dengan adanya pokdarwis itu diharapkan terus inovasi seperti pembuatan ciri khas souvenir, kuliner dan budaya, sehingga pengunjung objek wisata tidak terpaku hanya wisata alam namun juga wisata dikunjungi ini memiliki ciri khas wilayah itu sendiri,”
M Ridha Fatrianta. SSTP. M. Si., menyebutkan salah satu upaya Dispar Kukar dalam membina yakni mengadakan rakor pokdarwis beberapa waktu lalu dengan bertujuan memberikan pemahaman Pemerintah Desa (Pemdes), karena Pemdes mempunyai peranan penting guna meningkatkan kreatifitas dari pokdarwis. “Diharapkan Pemdes bisa mengintervensi program pokdarwis dan membantu dalam anggaran dan Kami juga menyarankan pihak Bumdes bisa bekerjasama dengan pokdarwis misalnya Bumdes punya asset dan pokdarwis sebagai pengelolanya.
Ada beberapa wisata yang dikembangkan oleh pokdarwis yakni Desa Pela yang memiliki observasi ikan pesut dan Kedang Ifil yang memiliki air terjun dan budaya lawas (Kutai Lawas) yang keduanya berada di Kecamatan Kota Bangun,” paparnya. Menurutnya itu tadi di wilayah hulu dan di daerah pesisir juga seperti Kecamatan Muara Badak Desa Pangempang yakni pantai Panrita Lopi, juga kelola oleh pokdarwis. “Tahun ini kami sudah melakukan pelatihan tata kelola destinasi di desa Pela, ini menjadi tugas berat Dispar adalah bagaimana kesadaran masyarakat dalam berinovasi dan kreatif dalam mengelola wadah wisata di daerahnya masing-masing secara berkelanjutan.

 Mendanau Di Desa Pela

Salah satu kegiatan yang di tunggu oleh masyarakat yaitu lomba yang disebut mendanau yaitu menceburkan diri ke sungai Pela, bukan untuk mandi, berenang atau main ski dengan papan kayu buatan sendiri tapi untuk bersenang senang menangkap ikan dengan tangan kosong. Mendanau, itu sebutannya.
Mendanau biasanya dilakukan di danau saat air surut dan meninggalkan kubangan kubangan yang berisi ikan. Karena tak bisa lari kemana-mana maka ikan bisa ditangkap dengan tangan kosong. Tapi tak perlu menunggu danau surut, mendanau bisa juga dilakukan di sungai atau dirawa. Dengan cara memasang jaring berkeliling sebagai batas dan kemudian diisi ikan. Di dalam ruang itulah kemudian kita berlomba menangkap ikan dengan tangan kosong. Tentu saja sulit pada awalnya, tapi lama kelamaan air yang teraduk - aduk akan membuat ikan pusing dan diam di pinggiran, didekat jaring dan pada saat itulah ikan akan mudah ditangkap. Begitu bisa menangkap salah satu ikan.
Untuk saat ini panitia memang sudah menyiapkan kubangan yang memang sengaja di gali untuk peserta yang ingin mencoba sekaligus mengikuti lomba mendanau di Desa wisata Pela.

 Menikmati Kuliner Khas Desa Wisata Pela

Setiap kali berkunjung kesuatu daerah pasti yang akan di buru para wisatan adalah salah satunya kuliner khas daerahnya, apalagi di Desa Wisata Pela yang memang terkenal dengan masakannya, serta olahan makanannya dari ikan, karna peraian di desa ini memang terkenal dengan ikannya yang melimpah.
Jangan khawatir dengan para wisnus ataupun wisman yang akan berkunjung, karna setiap wisatawan yang datang dan menginap di rumah warga, pasti akan di suguhkan makanan khasnya Desa Wisata Pela. Seperti sayur gangan labu, gence ruan, pepes ikan, dan olahan yang terbuat dari ikan lainnya, di tambah lagi olahan sambelnya yang memang akan sangat mengguagah selera makan siapapun yang melihatnya.
Saat ulang tahun desa wisata Pela, juga selalu diadakan lomba masak untuk setiap RT dari warga pela, dan setiap pengunjung yang datang bisa langsung menikmati makanan tersebut di rumah – rumah warga yang mengikuti lomba masak dari festival danau ke 3 di desa wisata Pela.

 Pokdarwis Kembangkan Produk Lokal

Dinas Pariwasata Kab Kukar terus berupaya meningkatkan atau Mengoptimalkan kunjungan wisnus dan wisman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah meluncurkan program “Jonok ngan Kukar” yang artinya rindu dengan Kutai Kartanegara. Program tersebut dilaksanakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dan dikembangkan masing – masing bidang dalam Dinas Pariwisata Kab Kukar. Terlebih lagi pembangunan kepariwisataan ini sangat diperlukan dukungan dari berbagai kalangan yang menggeluti dunia wisata.
Dalam kesempatannya, saat membuka kegiatan Kelompok Sadar Wisata( Pokdarwis ), Plt Kepala Dispar Kukar Tauhid Afrilian Noor. SP. M.Si., melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata M Ridha Fatrianta. SSTP. M. Si., mengatakan dengan melalui pemberdayaan masyarakat dalam membentuk suatu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). “Saat ini ada 44 Pokdarwis yang ada di kukar dibentuk oleh Dispar dan ada juga atas dasar inisiatif masyarakat itu sendiri yang sadar adanya potensi wisata di daerahnya,”
Beliau menambahkan bahwa Pokdarwis salah satu komponen dalam masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan kepariwisataan di daerah masing-masing. “Kegiatan mereka berdasarkan sukarela, mereka bergerak dan mengembangkan wisata di daerahnya,”. Menurut beliau Pokdarwis lebih banyak bergerak di objek wisata alam, kuliner, dan tahun ini Dispar Kukar akan mencoba untuk lebih mengembangkannya lagi.

 Sektor Pariwisata Turun Selama Wabah Pandemi

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Tauhid Afrilian Noor. SP. M. Si mengatakan penurunan jumlah kunjungan wisatawan terutama objek pariwisata yang dikelola oleh Pemkab Kukar. "Selama pandemi, objek wisata pemerintah praktis hanya buka pada bulan Januari dan Februari, dan pada Maret telah ditutup hingga masa relaksasi pertama di bulan Juli, namun setelah itu tutup lagi sampai sekarang," kata Tauhid di Tenggarong, Selasa.
Penutupan objek wisata pemerintah seperti Pulau Kumala tersebut dikarenakan telah ada intruksi tegas dari Satgas COVID-19 Kukar, dengan adanya peningakatan kasus virus Corona di sejumlah wilayah di Kaltim. Namun demikian, pihaknya masih memberikan kebijakan kepada tempat wisata milik swasta untuk tetap membuka destinasinya dengan catatan mematuhi protokol kesehatan dengan membatasi kunjungan hanya 30 persen pengunjung.
Kebijakan ini dilakukan supaya sektor yang berkaitan dengan pariwisata seperti UMKM tidak mati, dan roda perekonomian masyarakat masih bisa berjalan disaat kondisi sulit akibat pandemi," bebernya. Diluar dugaan, justru pariwisata milik swasta ini banyak diminati oleh masyarakat, karena mungkin kondisi jenuh dan masyakat ingin berkreasi. Dengan harapan pandemi segera berakhir, sehingga sejumlah agenda dan kegiatan Dispar Kukar bisa kembali dilaksanakan. Minimal sejumlah objek wisata bisa dibuka lagi, sehingga ekonomi masyakarat bisa bergerak dan pendapatan daerah dari sektor pariwisata pun kembali mengalir.

Even Tahunan

Even