Bos

Tabang

Dondang

Tari Kesultanan

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray

BEKANTAN

Kaltim Park

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 440
Total Hits : 1,712,034
Pengunjung Hari Ini : 69
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 464,237

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 75 Next > Last >>

 Festival Adat Pedalaman Suku Dayak Dibuka Melalui Pemukulan Gong

Festival Adat Pedalaman Suku Dayak adalah sebuah pertunjukan yang dikemas secara virtual dan menyajikan beberapa etnis suku Dayak di Kutai Kartanegara dalam keberagaman tradisi baik tari, musik, dan busana adat secara resmi dibuka oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara melalui Bapak David Haka selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif saat pemukulan gong. Adapun sambutan yang disampaikan beliau untuk acara ini mengenai Festival Adat Pedalaman Suku Dayak ini menjadi bukti kita dalam merawat dan melestarikan budaya dan tradisi. “Festival Adat Pedalaman Suku Dayak ini menjadi solusi, sebagai pilihan untuk terus menampilkan etnis suku dayak, sekaligus menjadi bukti diri dalam rangka merawat kekayaan budaya dan tradisi di tanah Borneo Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara yang kita cintai ini.” ujar beliau. Setelah melakukan sambutan, pemukulan gong dilakukan dalam rangka membuka secara resmi acara yang berlangsung secara virtual ini.

 Busana Pengantin Adat Dayak Di Festival Adat Pedalaman Suku Dayak

Penampilan kalini yaitu busana pengantin adat dayak dalam acara Festival Adat Pedalaman Suku Dayak yang berlangsung secara virtual melalui kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara 30 Oktober 2021. Penampilan busana pengantin kali ini menampilkan busana dari Dayak Benuaq, Dayak Kenyah, dan Dayak Tunjung yang diiringi dengan musik Sampeq Dayak Kenyah dari Yayasan Benaong.Festival Adat Pedalaman Suku Dayak adalah sebuah pertunjukan yang dikemas secara virtual dan menyajikan beberapa etnis suku Dayak di Kutai Kartanegara dalam keberagaman tradisi baik tari, musik, serta ritual adat. Selain menampilkan peragaan busana pengantin, acara ini juga menampilkan Sape Instrument Dayak Kenyah, Tari Gong Piring Dayak Tunjung, Upacara Adat Nugal / Menanam Padi Dayak Tunjung, Ritual Belian Dayak Benuaq, Acara Adat Mandi – Mandi Pengantin Dayak Benuaq, Tari Tiking Leka Dayak Kenyah, dan Upacara Adat Mecaq Undat, Dayak Kenyah.

 Batik Melayu Kutai Memukau Acara Jogja Fashion Parade

Fashion tidak hanya membuat penampilan berbeda,tapi juga meningkatkan kepercayaan diri.Suatu yang simpel tapi bisa diterjemahkan secara kompleks.Seorang perancang busana dari Kutai Kartanegara Imam Pranawa Utama. (Imam Mardioto) terkenal dengan Batik Melayu Kutai menampilkan rancanagan motif terbaru nya yaitu Motif Kopiah Sahung, Kopiah dari Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun ditampilkan di Sleman City, Yogyakarta pada acara Jogja Fashion Parade pada tanggal 24 Oktober 2021 rancangan Imam Pranawa Utama. Fashion Show diiringi musik tradisional Laraq Yaq Tawaq dari Olah Musik Gubang, Kutai Kartanegara. Dalam kegiatan itu juga, Imam Mardioto selaku perancang busana mengatakan “Alhamdulillah, peluncuran batik melayu Kutai mendapat sambutan meriah dari para pengunjung Fashion Parade Jogja. Tentu ini menjadi salah satu promosi yang luar biasa dan mengangkat batik melayu Kutai Kartanegara ke kancah nasional bahkan internasional,” kata Imam Mardioto. Kedepannya diharapkan bisa berdampak pada promosi batik melayu Kutai yang akan makin dikenal dikancah nasional maupun internasional.

 LSB Kumala Menampilkan Performa Musik Keberagaman

LSB Kumala dalam acara Bahana Benua Raja menampilkan pertunjukan musik Anantara Mahligai Kutai yang bermakna “Diantara Istana Kutai” adalah sebuah karya yang menggambarkan keberagaman yang bisa kita temukan “Diantara Istana Kutai”. Keberagaman etnis dan budaya adalah salah satunya yang membuat tanah Kutai kaya akan adat dan budayanya Dengan menggunakan musik sebagai media ekspresi,
kami disini mencampurkan beragam jenis alat musik tradisional maupun modern yang mengilustrasikan keindahan dari keberagaman tersebut. Dengan suasana persawahan menggambarkan kearifan lokal dengan musik yang khas dibawakan sangat indah oleh LSB Kumala. Penampilan LSB Kumala berdurasi sekitar 10 menit, tayang secara langsung melalui kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara pada pukul 16.05 – 16.15.

 Penampilan Kelompok Topa Di Bahana Benua Raja

Kelompok Topa merupakan kelompok musik dari Kutai Kartanegara yang ikut tampil dalam Bahana Benua Raja. Menampilkan musik yang kental akan tradisional, dari judulnya saja sudah mrnggambarkan keadaan masa lampau dengan diiringi penjelasan-penjelasan singkat tentang musik yang dibawakan. Judul yang dibawakan Kelompok Topa yaitu “Nyanyian Tanah Tuha”. Arti dari judul tersebut mengenai do’a dan mantra bertaburan di Tanah Tua, syukur atas kemakmuran tanah tua. Tanah tua, tanah bertuah, tanah lahirnya para raja jaya tanah tua penuh anugerah dah berkah. Membutakan dan membangkitkan nafsu serakah.
Hingga do’a dan mantra tak lagi bertuah, tanah tua semakin renta. Kesimpulan dari penjelasan judul lagu tersebut tentang tempat yang lama namun mengandung unsur budaya yang sangat kental sehingga bersyukur dan berdo’a agar tempat tersebut selalu makmur.

 Festival Musik Nusantara Bahana Benua Raja

"Bahana Benua Raja", Sebuah seruan, panggilan, dan ajakan untuk mengetahui dan mengenal lebih dalam mengenai kebudayaan Kutai Kartanegara, terkhusus seni musik atau bebunyian tradisi maupun kontemporer. Seruan yang juga akan memperkenalkan kebudayaan beberapa daerah sehingga apa yang di percayai oleh leluhur, yang berada dalam balutan tradisi dapat abadi dan tetap menjadi sebuah identitas seluruh bangsa. Pertemuan musik yang terhelat dalam bentuk seri festival di masa pandemi ini dengan merangkul 10 kelompok musik yang tersebar di 9 wilayah Nusantara, yaitu Gaya Gayo (Aceh), Djangat Indonesia (Pekanbaru, Riau), Haha Culture Lab (Wajo. Sulawesi Selatan), Saung Swara (Salatiga, Jawa Tengah), Jayadwara Percussion (Sumedang, Jawa Barat), Komunitas Pedati (Palu, Sulawesi Tengah), Molokiyah (Maluku Utara), Nusa Tuak (Nusa Tenggara Timur), Kelompok Topa (Kutai Kartanegara), dan LSB Kumala (Kutai Kartanegara).
Pertunjukan musik live streaming langsung dari Tenggarong Kutai Kartanegara tanggal 16 Oktober 2021 di channel youtube Visiting Kutai Kartanegara dan Indonesia World Music Series.
Persembahan dari Olah Gubang, Kutai Kartanegara.

 Special Talkshow Dalam Rangkaian Acara Bahana Benua Raja

“Bahana Benua Raja” Special Talkshow Menghadirkan Narasumber, Rino Dezapaty Founder of Riau Rhythm dari Pekanbaru, Riau dan Akbar Haka Vokalis Band Kapital dari Tenggarong, Kutai Kartanegara. Talkshow akan dipandu oleh moderator Dinar dari Bandung. Live Streaming di kanal YouTube Visiting Kutai Kartanegara dan Indonesia World Music Series. Sabtu, 16 Oktober 2021 pukul 15.30 WITA – Selesai.
Acara Talkshow berlangsung santai melalui aplikasi tatap layar secara online karena setiap peserta Talkshow berada di daerahnya masing-masing. Ada yang dari Pekanbaru, Bandung, dan Kutai Kartanegara. Dalam obrolan yang cukup panjang ini, narasumber saling bertukar informasi, menyampaikan pendapat dan masukan, serta obrolan tentang perkembangan musik khususnya dalam acara ini yang mengkedepankan kearifan lokal melalui musik tradisional diharapkan bisa terus dilestarikan kedepannya.

 Pemaparan Panji Keberhasilan Bidang Pariwisata Kutai Kartanegara

Penilaian-penilaian Panji Keberhasilan Pembangunan Bidang Pariwisata Di Kabupaten Kutai Kartanegara (14/10). Acara berlangsung di Martabak Kareh Loa Tebu untuk sarapan terlebih dahulu yang dibuka dengan tarian dari Yayasan Gubang untuk menyambut tamu yang datang di tempat acara. Setelah itu dilanjutkan ke dermaga pelabuhan depan Museum Mulawarman menaiki Kapal Wisata Orca untuk melakukan presentasi kepada tim penilai.
Tim Penilai dari Provinsi mendengarkan pemaparan dari Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara yang juga dilakukan di ruang rapat kapal wisata Orca. Setelah menaiki kapal wisata Orca, dilanjutkan dengan kunjungan ke Taman Gubang Loa Ulung untuk menikmati suasana alam yang asri sembari menikmati makan siang. Acara dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dengan tetap memakai masker selama acara berlangsung, selalu sedia tempat cuci tangan, dan tetap menjaga jarak antar peserta acara.

 Desa Wisata Pela Mendapat Undangan Dari Kemenparekraf RI

Desa Pela mendapat undangan dari kemenparekraf RI dalam acara sertifikasi desa wisata (sertidewi) berkelanjutan tahun 2021. Perwakilan dari Desa Wisata Pela terkejut ketika mendapat undangan dari kemenparekraf, tanpa di beritahu, tanpa ketahui, Desa Wisata Pela Kecamatan Kota Bangun Kutai Kartanegara Kalimantan Timur masuk dalam daftar undangan 16 desa wisata se Indonesia yg akan di sertifikasi. Ternyata pemilihan ini melalui proses yang sangat panjang, ada 3 tahapan penilaian dari kementerian ada 60 desa wisata se Indonesia yang diseleksi dan akhir nya memunculkan 16 desa termasuk Desa Wisata Pela.
Ini merupakan awal dari kebangkitan pariwisata Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara melalui desa wisata sehingga diharapkan desa-desa lain ikut termotivasi untuk terus berbenah dan mengembangkan desa wisatanya sehingga nantinya banyak desa yang ada di Kutai Kartanegara akan disertifikasi dan bisa menjadi bagian desa wisata setingkat nasional yang semakin dikenal se Nusantara.

 Tarian Selamat Datang Jepen Bekebur Membuka Acara GNBI

Grand Launching Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Kalimantan Timur. Pada event ini Tarian Selamat Datang Jepen Bekebur akan tampil sebagai Tarian selamat datang launching Gernas BBI Kaltim 2021. Garapan Yayasan Gubang Kutai Kartanegara dengan koreografer Anchariyansa, iringan musik Olah Gubang. Bekebur atau bekebas adalah menghempas atau menghentakkan. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2021 di Samarinda Convention Hall Kalimantan Timur.
Tarian ini menggambarkan  tentang rutinitas  Membuang atau membersihkan debu yang biasanya dilakukan pagi atau menjelang tidur malam hari. Garapan bekebur mengajarkan betapa pentingnya kebersihan dalam kehidupan karena agamapun mengajarkan tentang hal tersebut. Garapan ini juga menghadirkan simbol simbol yang ada disekitar masyarakat kita, dengan bersendikan agama agar terjaga tatanan kehidupan yang bernilai tradisi guna mengajarkan kebijakan hidup yang tiada rentang batas waktu untuk bersih jiwa raga.

Even Tahunan

Even