Statistik

Hit hari ini : 667
Total Hits : 1,170,549
Pengunjung Hari Ini : 274
Pengunjung Online : 5
Total pengunjung : 279,013

Flag Counter

Home Daya Tarik Wisata | Seni dan Budaya | Desa Wisata

Wisata

<< First < Previous 1 2 Next > Last >>

"LAMIN ETAM AMBORS" WAHANA OUTBOUND DAN PEMANCINGAN





 Obyek wisata “Lamin Etam Ambors”  ialah wahan Outbound dan Pemancingan yang terletak di desa Tani bhakti Km 28, Samboja , Kutai Kartanegara. Akses jalan menuju Obyek wisata “Lamin Etam Ambors”  cukup baik. Obyek dan daya tarik Obyek wisata “Lamin Etam Ambors”  ini menawarkan berbagai macam fasilitas diantaranya Gajebo Villa, Gedung pertemuan lamin etam, Gajebo Outdor, Panggung Joglo, Electone, musolla, dan arena permainan, Diantaranya Titanik, Tangkap Ikan / belut, Gepuk Bantal, Trip trans Borneo, Joget Kursi, Kudeta Raja, Tarik Tambang eksekutif, Ring Toes, Friendshiep circle, Tupai Pohon, Rebut balon, dll., wahana permainan yang tersedia diantaranya Flying fox, sepeda air, perahu dayung, Tunggang Kuda, Motor ATV kecil dan besar, Kereta Thomas, Trampholin, bola air, yang semua hharga tiketnya dari Rp. 10.000; s/d Rp.30.000;

Pada Obyek wisata “Lamin Etam Ambors”   pengunjung / tamu dapat menginap, untuk umum di kenakan biaya per orang Rp. 130.000;, dan anak sekolah per orang Rp. 110.000;.  

Adapun harga Tiket Masuk sebagai berikut :

Tiket Masuk

-    Dewasa, Anak anak ( usia 3 thn s/d 10 thn ). Sabtu,minggu & lbur nasional Rp.15.000; &             Rp. 10.000;

-    Dewasa, Anak anak ( usia 3 thn s/d 10 thn ).  Hari kerja biasa / jumat libur    Rp. 10.000; &          Rp. 5000;



Kontak Persononal:

Achmad Gunawan ( 082 159 440 475 ) email : gunawan@imakogroup.com

Ujang ( 081 384 221 000 )






















 



 



 


AIR TERJUN KEDANG IPIL



Air terjun Kedang Ipil atau disebut juga Air Terjun Kendua terletak di Desa Kedang Ipil Kecamatan Kota Bangun. Lokasinya berada lebih kurang 72 km dari Kota Tenggarong dan 59 km dari ibukota Kecamatan Kota Bangun. Air terjun ini memiliki 3 tingkat dengan ketinggian mencapai 5 meter dan lebar lebih kurang 20 meter. Air terjun ini tidaklah tinggi namun jika dimusim hujan atau jika air pasang, maka dapat menjadi tempat arung jeram sejauh 10 Km. Di sekitar air terjun terhampar hutan yang masih alami dan mendukung keindahan panorama air terjun Kedang Ipil. Dari Samarinda ke SP 6 Kota Bangun menggunakan Bus dengan tarif Rp. 21.000,- / orang. Sampai di simpang SP 6, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek dengan tarif Rp. 50.000,- / orang. Untuk menuju lokasi Air Terjun pengunjung berjalan kaki sejauh 1 Km. Dari Tenggarong ke SP 6 Kota Bangun menggunakan Bus dengan tarif Rp. 15.000,- / orang. Tiba di simpang SP 6, dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek dengan tarif Rp. 50.000,- / orang. Kemudian untuk menuju lokasi Air Terjun pengunjung berjalan kaki sejauh 1 Km untuk menuju Air Terjun tersebut. Dengan mobil rental, langsung tiba di tempat tujuan dan berjalan kaki sejauh 1 Km. Harga tarif mobil rental adalah Rp. 400.000,- / mobi



 
 

BOS SAMBOJA LESTARI


Borneo Orangutan Survival (BOS) adalah salah satu daya tarik wisata Kutai Kartanegara yang tidak kalah uniknya dengan Bukit Bangkirai dan masih sangat jarang di Indonesia. Yayasan BOS merupakan yayasan yang sangat peduli pada pelestarian orang utan dan sejak 1991 telah berhasil menyelamatkan dan merehabilitasi lebih dari 1000 orang utan, korban dari berbagai bentuk ancaman kepunahan yang disebabkan oleh manusia.

Areal BOS – Samboja memiliki luas wilayah kurang lebih 1800 Ha dan menjadi tempat perlindungan satwa liar, terutama bagi Orang utan dan Beruang Madu yang tidak dapat dilepasliarkan ke alam karena penyakit, umur yang sudah tua, dan cacat lainnya.

BOS dengan program Samboja Lodge-nya menawarkan daya tarik wisata yang sangat unik, yaitu wisatawan dapat mengikuti proses reintroduksi atau pelepasan kembali orang utan ke habitat alaminya. Paket-paket wisata yang ditawarkan pun bukan merupakan paket wisata biasa yang sekedar menawarkan rekreasional, tetapi paket wisata yang menawarkan pengalaman dan pengetahuan lebih, yaitu wisatawan dapat turut mengalami kegiatan sehari-hari Yayasan BOS dalam Program Rehabilitasi Satwa (orangutan dan beruang madu), kegiatan rehabilitasi lahan kritis, kegiatan kebun organik, kegiatan pembuatan pupuk organik (kompos), dan pengamatan kehidupan liar yang ada di sekitar areal BOS – Samboja Lestari.

Untuk menikmati paket-paket wisata tersebut, Anda dapat datang ke BOSF Samboja Lestari yang terletak di Jalan Balikpapan – Handil km 44 Kel. Margomulyo, Kecamatan Samboja, lokasinya lebih dekat dengan Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur. Dengan perjalanan darat menggunakan roda empat, BOSF Samboja dapat ditempuh selama kurang lebih 30 menit.



 Borneo Orangutan Survival Samboja



Borneo Orangutan Survival Samboja


 Borneo Orangutan Survival Samboja





Borneo Orangutan Survival Samboja


 Borneo Orangutan Survival Samboja





Borneo Orangutan Survival Samboja


  Borneo Orangutan Survival Samboja



 
Borneo Orangutan Survival Samboja

 

Borneo Orangutan Survival Samboja


 Untuk informasi yang lebih jelas, dapat juga menghubungi terlebih dahulu alamat di bawah ini:

BOSF

Jalan Papandayan No. 10

Bogor 16151

Phone +62 (0)251 831 4468 / 831 4469

Fax +62 (0)251 832 3142

Website: http://orangutan.or.id


BUKIT BANGKIRAI


Jika Anda memiliki jiwa petualang yang tinggi dan rasa cinta terhadap alam yang besar, Bukit Bangkirai adalah pilihan yang tepat untuk berwisata. Bukit Bangkirai merupakan kawasan hutan tropis yang masih sangat alami, sehingga kita masih bisa dengan jelas mendengar suara-suara burung maupun satwa hutan lainnya di bukit ini. Karena kealamian hutannya, kawasan ini dikembangkan menjadi monumen hutan tropika basah di Indonesia, dengan dominasi jenis flora dari famili Dypterocarpaceae seluas 1.500 ha.

Kawasan pariwisata ini diberi nama Bukit Bangkirai karena sebagian besar pohon yang tumbuh di kawasan hutan lindung tersebut adalah pohon bangkirai, merupakan tanaman khas Kalimantan, yang umurnya sudah sangat tua, yaitu lebih dari 150 tahun, dan ukurannya pun sangat besar, dengan ketinggian mencapai 40-50 m, dan diameter 2,3 m. Daya tarik Kawasan Bukit Bangkirai juga diperkuat dengan 45 jenis tanaman anggrek yang tumbuh di sana, di antaranya adalah Anggrek Hitam (coelegyne pandurata) yang sangat terkenal dan khas Kalimantan Timur. Selain pembudidayaan anggrek-anggrek alam, juga dilakukan pengembangan anggrek silangan seperti Anggrek Kala, Anggrek Apple Blossom dan Anggrek Vanda.

Keunikan lain dari Kawasan Bukit Bangkirai adalah letak geografisnya yang termasuk dataran rendah (primary lowland) "dipterocarp forest" yang stabil, sehingga kawasan ini menjadi tempat invasi burung dari wilayah Kawasan Hutan Taman Wisata Bukit Soeharto (sekitar 30 km) maupun wilayah sekitarnya yang terkena pengaruh kebakaran hutan. Konon di kawasan ini terdapat 113 jenis burung yang hidup. Jenis fauna lainnya yang juga hidup di Kawasan Bukit Bangkirai adalah Owa-Owa (Hylobates muelleri), Beruk (Macaca nemestrina), Lutung Merah (Presbytus rubicunda), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Susvittatus), Bajing Terbang (Squiler) serta Rusa Sambar (Corvus unicolor) yang telah ditangkarkan.

Hutan tropis Bukit Bangkirai merupakan satu dari sedikit hutan tropis di Indonesia yang berlokasi dekat dengan kawasan perkotaan. Bayangkan saja, hanya dalam waktu ± 30-45 menit perjalanan darat dari Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur, atau sekitar 58 km, kita sudah bisa menikmati kealamian hutan tropis yang masih begitu terlindungi. Jika dari ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kawasan Bukit Bangkirai yang terletak di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara pada km. 38 Jalan Raya Soekarno – Hatta, Balikpapan – Samarinda ini berjarak sekitar sekitar 150 km, dan dapat ditempuh dengan waktu selama ± 90 menit dengan transportasi darat melewati kantor pusat Wanariset Samboja menuju arah lokasi HTI (hutan Tanaman Industri). Untuk yang ingin merasakan suasana berbeda, bisa juga menggunakan transportasi laut, yaitu speedboat, berangkat dari pelabuhan Kampung Baru Ujung Balikpapan dengan waktu tempuh ± 45 menit.

Satu yang tidak boleh terlewatkan jika Anda mengunjungi Bukit Bangkirai adalah mencoba berjalan melewati canopy bridge atau jembatan tajuk yang digantung menghubungkan lima pohon bangkirai yang berukuran besar-besar di ketinggian 30 meter dari muka tanah, sepanjang 64 m. Untuk mereka yang berjiwa petualang tinggi dan tidak ada masalah dengan ketinggian, berjalan di atas canopy bridge merupakan pengalaman yang menyenangkan karena dari atas jembatan, kita dapat menikmati seluruh panorama hutan tropis Bukit Bangkirai dan mengamati dari dekat formasi tajuk tegakan "Dipteropcarpaceae" yang menjadi ciri khas hutan hujan tropis, yang membentuk stratum atas yang saling sambung-menyambung.

Untuk mencapai canopy bridge, terdapat dua menara dari kayu ulin yang didirikan mengelilingi batang pohon Bangkirai. Mereka yang sudah berhasil melewati jempatan tajuk ini boleh berbangga diri karena jembatan ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Kawasan Bukit Bangkirai juga sudah dilengkapi dengan fasilitas akomodasi yang bernuansa alam, yaitu 5 (lima) pondok penginapan yang dibangun dari kayu bangkirai dan area perkemahan, ataupun rumah besar lamin yang merupakan rumah adat suku Dayak.

Tarif masuk dan tarif lainnya di Kawasan Bukit Bangkirai sangat murah, rincinya dapat dilihat di bawah ini:

1. Tiket Masuk

Dewasa            : Rp.   2.000,-

Anak-anak        : Rp.   1.000,-

2. Parkir

Sepeda Motor        : Rp.   2.000,-

Mobil            : Rp.   5.000,-

Bus            : Rp. 10.000,-

3. Tiket Naik canopy Bridge

Wisatawan Lokal        : Rp. 15.000,-

Wisatawan Asing        : Rp. 30.000,-

4. Cottage

Kapasitas 6 Orang    : Rp. 350.000,-

Kapasitas 8 Orang    : Rp. 450.000,-



Bukit Bangkirai



Bukit Bangkirai



Bukit Bangkirai



Bukit Bangkirai



Bukit Bangkirai



Bukit Bangkirai


D KUKARZONA


   D'KukarZona dibuka untuk umum pada bulan Juni 2015 adalah sebuah pusat rekreasi berkonsep edutainment yang unik bagi anak - anak usia 4 - 16 tahun. d'KukarZona dibangun secara khusus menyerupai replika sebuah kota yang sehungguhnya, namun dalam ukuran anak - anak, lengkap dengan jalan raya, bangunan, retail juga berbagai kendaraan yang berjalan disekeliling kota.

   Di d'KukarZona,  anak - anak memainkan peran orang dewasa sambil mempelajari berbagai posisi.Misalnya menjadi seorang dokter, petugas pemadam, polisi, montir, pembalap F1 dan masih banyak lagi, yaitu berkisar 50 profesi dan pekerjaan orang dewasa. untuk saat ini sudah ada wahana yang siap pakai, yaitu :



1. Police Departement

2. Painting School

3. F1

4. Promosi Wisata

5. Futsal

6. Beauty Salon

7. Master Maker

8. Car Dealer

9. Parlement

10. Government

11. Fire Department

12. Music School

13. Creation Stage

14. University

15. Dk Tv

16. Militer Academy

17. Bank kaltim

18. Bakery

19. Driving lisens

20. Pom Bensin

Tiket masuk yang ditawarkan oleh dKukarZona adalah :






Adapun fasilitas yang disediakan oleh d'KukarZona untuk kenyamanan pengunjung yaitu : Mushola, toilet, smoking room, mini mart, food cour, parents lounge, movie lounge, karauke, parents kitchen, wifi dan youtube corner.

 



 


DANAU SEMAYANG DAN MELINTANG


Danau Semayang dan Melintang yang terletak di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, sekitar 2,5  jam ke arah  barat  Kota Tenggarong adalah keunikan alam lainnya yang tidak boleh Anda lewatkan jika berkunjung ke Kutai Kartanegara. Bayangkan saja, di sini Anda akan dapat melihat fenomena alam yang luar biasa! Danau Semayang dan Melintang akan menyatu saat air Sungai Mahakam surut, dan sebaliknya, pada saat malam hari, ketika air Sungai Mahakam pasang, kedua danau ini akan terpisah, Danau Semayang berada di sebelah kiri dan Danau Melintang di sebelah kanan. Oleh karena itu, orang-orang selalu menyebutkan nama Danau Semayang dan Danau Melintang secara bersamaan.

Jika beruntung, di Danau Semayang dan Melintang Anda akan dapat melihat spesies ikan langka khas perairan estuaria, yaitu ikan pesut, satu-satunya jenis mamalia air yang hidup di sungai. Konon, saat ini ikan pesut hanya dapat dijumpai di tiga sungai di dunia, yaitu Sungai Mahakam,Sungai Mekong, dan Sungai Irawady. Di Sungai Mahakam pun, hanya di Danau Semayang dan Melintang ini Anda akan dapat melihat ikan pesut. Itupun sudah sangat jarang terlihat karena arus lalu lintas sungai yang semakin sibuk dan dibukanya hutan di daerah aliran sungai di sebelah hulu kedua danau ini.

Keindahan kedua danau ini mencapai puncaknya pada saat matahari terbit dan terbenam.Seolah- olah matahari terbit dan tenggelam ditengah rimba Pulau Kalimantan.

Selain keindahan alam yang unik, di Danau Semayang dan Melintang Anda juga dapat pengetahuan dan pengalaman tentang kehidupan masyarakat nelayan tradisional Kalimantan, yang menggantungkan kehidupannya pada dua danau ini.Rumah-rumah masyarakat Semayang dibangun di atas batang-batang kayu yang mengapung di atas air.Agar rumah tindak hanyut terbawa arus, rumah diikat di pinggir sungai dengan menggunakan tambang.Masyarakat setempat menyebut rumah mereka dengan sebutan rumah rakit.Uniknya, tidak hanya rumah yang mengapung, tetapi juga toko terapung, dan juga ternak-ternak.Pemandangan ini sangat dominan terutama ketika air Danau Semayang dan Melintang sedang naik sangat tinggi, sampai menyebabkan banjir di Desa Semayang.



Danau Semayang dan Melintang




Danau Semayang dan Melintang




Danau Semayang dan Melintang










 







 



GUA BATU GELAP


Satu lagi tempat di Kutai Kartanegara yang cocok sekali buat Anda yang suka tantangan, yaitu sebuah gua dengan dindingnya yang begitu tegap dan menjulang tinggi, Gua Batu Gelap. Gua Batu Gelap terletak di Desa Separi Besar/Sukamaju Kecamatan Tenggarong Seberang, sekitar 90 menit dari pusat kota Tenggarong. 


Gua Batu Gelap merupakan gua alam dengan litologinya berupa batu gamping, dan satuan batuan di dalamnya adalah Pamaluan Beds Gua Batu Gelap. Gua ini sebenarnya memiliki beberapa pintu masuk, tetapi akibat proses sedimentasi, beberapa pintu gua tertimbun endapan sehingga tidak dapat lagi dimanfaatkan sebagai pintu masuk. Walaupun demikian, ada beberapa pintu masuk yang ukuran tingginya hanya 50 cm dari permukaan tanah. Jadi, jika Anda berminat memasuki gua, Anda harus merundukkan badan sekitar 900


Begitu memasuki gua, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan indah dinding-dinding gua yang dihiasi oleh stalagmit dan stalagtit, dan bahkan pemandangan sungai bawah tanah yang menakjubkan. Bentuk stalagmit yang terdapat di dalam gua bermacam-macam, ada yang berbentuk dolmen (meja batu), ada pula yang berbentuk menhir. Beberapa pengunjung memanfaatkan stalagmit dolmen ini sebagai tempat beristirahat, sambil menikmati gemercik aliran sungai dan sinar matahari yang masuk lewat celah gua.



Goa Batu Gelap




Gua Batu Gelap




Gua Batu Gelap

  

Gua Batu Gelap


KAWASAN SOLONG PINANG ABANG



Kawasan Solong Pinang Abang merupakan obyek wisata berupa taman anggrek yang tumbuh liar di kawasan perbukitan. Beragam jenis anggrek dapat dijumpai dikawasan ini. Kawasan ini terdiri dari dua lokasi yang terpisah. Masing-masing memiliki luas ± 2 ha dengan jarak 4 km. Terdapat dua alternatif akses menuju lokasi kawasan Solong Pinang Abang. Yang pertama melalui danau dengan menggunakan moda angkutan sungai. Kendala utama menggunakan akses melalui danau adalah kondisi pasang surut yang menyulitkan perahu lewat saat air surut. Alternatif kedua adalah melalui jalan darat, yaitu melalui desa Lamin Pulut. Hanya saja, untuk mencapai lokasi kawasan Solong Pinang Abang melalui jalan darat, jarak tempuhnya lebih jauh, yaitu 28 km. Solong Pinang Abang letaknya 2 jam perjalanan dari Kecamatan Kota Bangun dengan menggunakan ketinting/ long boat sampai di Kahala, kemudian menuju Kawasan Solong Pinang Abang berjalan kaki selama ± 2 jam.


KEDATON KUTAI KARTANEGARA



Kedaton Kutai Kartanegara terletak di pusat Kota Tenggarong, terletak di belakang Museum Mulawarman dan berdampingan dengan  Masjid bersejarah yaitu Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin. Arsitektur Kedaton Kutai Kartanegara merupakan perpaduan gaya modern dan gaya istana Kerajaan Kutai Kartanegara. Selain nuansa istana dan singgasana, di dalam Kedaton terdapat display berbagai pakaian adat kesultanan, foto-foto Sultan dan kerabat Kesultanan serta peralatan Kesultanan, seperti gamelan, tombak dan sebagainya. Untuk memasuki Kedaton tidak dipungut biaya atau gratis.








KOMPLEKS MAKAM KESULTANAN KUTAI KARTANEGARA ING MARTADIPURA



Di kompleks ini terdapat 142 makam para kerabat dan Sultan Kutai Kartanegara. Salah satu Sultan Kutai Kartanegara yang dimakamkan di sini adalah Aji Imbut gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin (bertahta antara tahun 1739-1782). Aji Imbut dikenal sebagai pendiri Kota Tenggarong. Pada tanggal 28 September 1782, Aji Imbut memindahkan pusat pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara dari Pemarangan ke Tepian Pandan. Nama Tepian Pandan diubah oleh Aji Imbut menjadi Tangga Arung yang mempunyai arti “Rumah Raja”. Pada perkembangan kemudian, nama Tangga Arung lebih dikenal dengan sebutan Tenggarong. Selain makam Aji Imbut gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin, Sultan Kutai Kartanegara yang dimakamkan di tempat ini adalah Sultan Aji Muhammad Sulaiman (bertahta antara tahun 1845 - 1899 M), Sultan Aji Muhammad Salehudin (bertahta antara tahun 1782 - 1845 M), Sultan Aji Muhammad Sulaiman (bertahta antara tahun 1845 - 1899 M), dan Sultan Aji Muhammad Parikesit (bertahta antara tahun 1920 - 1960 M). Dilihat dari berbagai nisan yang ada di kompleks pemakaman ini, diindikasikan terdapat percampuran kebudayaan yang tercermin pada bentuk nisan yang tercermin pada ragam hias di Makam Sultan Kutai Kartanegara. Pengaruh kebudayaan tersebut berasal dari budaya Dayak, Bugis, Makassar, dan Islam. Kompleks Makam Sultan Kutai Kartanegara berada dalam satu kawasan dengan Keraton Kutai Kartanegara dan Museum Mulawarman. Kompleks ini terletak di Jalan Diponegoro, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.




KOTA WISATA JUANG SANGA-SANGA











Sanga-Sanga merupakan sebuah kecamatan yang terletak di wilayah pesisir Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kecamatan Sanga-Sanga memiliki luas wilayah mencapai 233,4 km2 yang dibagi dalam 5 kelurahan yaitu Sanga-Sanga Muara, Sarijaya, Sanga-Sanga Dalam, Jawa, dan Pendingin. Kecamatan ini merupakan salah satu wilayah penghasil minyak bumi yang sangat penting di Kalimantan Timur sejak sumur minyak Louise untuk pertama kalinya mulai berproduksi pada tahun 1897, disamping sumur minyak Mathilde yang ada di Balikpapan. Perjuangan melawan penjajah pertama di Sanga-Sanga dikenal dengan Perlawanan Samseng pada tahun 1926 oleh etnis Tionghoa yang marah kepada pihak Belanda karena tidak memberikan bahan bakar minyak untuk diperdagangkan kepada pedagang asal China itu. Sanga-Sanga juga terkenal dengan sebuah peristiwa heroik yang terjadi pada tanggal 27 Januari 1947 ketika para pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI) bahu membahu bersama rakyat mempertahankan Sanga-Sanga dari gempuran Belanda, meski akhirnya korban
banyak berjatuhan dari pihak pejuang dan rakyat Sanga-Sanga.
Setiap 27 Januari kota ini mengadakaan ragam kegiatan yang menarik. Acara ini meliputi napak tilas, upacara peringatan perjuangan Merah putih, sampai ziarah ke Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah.
Sanga-sanga di
Kalimantan Timur tidak hanya terkenal karena minyaknya. Tak banyak orang tahu, inilah kota di Kaltim yang pertama bebas dari penjajahan Belanda. Saksi bisunya adalah aneka monumen bersejarah dan situs yang dapat memikat wisatawan.
Kota ini sangat cocok bagi penggemar sejarah, berkunjung ke Sanga-sanga bisa jadi pilihan yang menarik. Di kota ini pengunjung bisa menemukan banyak wisata sejarah. Oleh sebab itulah, Sanga-sanga tidak cuma terkenal dengan minyaknya saja. Peristiwa heroik saat perjuangan rakyatnya juga jadi sesuatu yang harus diperhatikan.
Menjadi kota pertama di Kalimantan Timur yang terlepas dari cengkeraman Belanda tidaklah mudah. Para pejuang bangsa saling bahu-membahu melengserkan kedudukan Belanda. Bahkan tidak cuma pribumi yang ikut berperang. Saat Belanda peristiwa Perlawanan Samseng, suku Tioghoa yang tinggal di sana turut berperang. Tidak berhenti di situ, masyarakat Sanga-sanga kembali menghadapi peristiwa heroik mengusir Belanda. Hingga ratusan nyawa melayang dalam peperangan ini. Peristiwa tersebut tentu saja meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi warga Sangasanga, terlebih para pelaku peristiwa heroik tersebut. Untuk mengenang peristiwa yang disebut sebagai Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sanga-Sanga ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara selalu menggelar upacara peringatan peristiwa tersebut setiap tanggal 27 Januari. Rangkaian agenda peringatan peristiwa itu tiap tahun dilaksanakan dengan berbagai variasi kegiatan, diantaranya Napak Tilas dan pameran pembangunan. Sanga-Sanga juga merupakan kecamatan pertama yang berdiri secara administratif di luar Pulau Jawa dan Pulau Sumatra pada tahun 1949 dengan camat pertamanya adalah Awang Ishak, ayah dari gubernur Kaltim yang saat ini sedang menjabat, Awang Faroek Ishak. Sebagai tanda peringatan perjuangan, di Sangasanga dibangun monumen perjuangan terukir nama-nama pejuang yang gugur pada saat itu. Pada Monumen Perjuangan Sanga Sanga  tergambar relief perjuangan rakyat Sanga Sanga
melawan penjajah. Misalnya keberanian Pejuang merobek Bendera Belanda warna merah putih biru menjadi tinggal Merah Putih. Juga tersebut seorang ulama pejuang H Muthalib dan seorang wanita Habibah yang rela diikat dan digantung di
depan pintu daripada buka mulut memberi tahu persembunyian para Pejuang Merah Putih.
Para Pejuang Kemerdekaan Sanga Sanga yang tergabung dalam
Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI) bersama rakyat Sanga Sanga pada 27 Januari 1947, berperang mempertahankan diri dari gempuran Belanda bersama Sekutunya, meskipun akhirnya menimbulkan banyak korban yang berjatuhan dari pihak pejuang maupun rakyat Sanga Sanga.
Sebagai penghasil minyak, pada masa silam Sanga Sanga adalah kota yang memiliki kejayaannya yang ditandai dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya yang lebih maju dan makmur dibandingkan dengan daerah lain di sekitarnya seperti Samarinda yang saat ini menjadi Ibukota Provinsi Kaltim. Namun demikian, seiring dengan makin berkurangnya potensi minyak, Sanga Sanga dalam beberapa tahun belakangan ini nyaris terlupakan dan kehilangan kejayaannya, berubah menjadi suatu daerah kecamatan biasa di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang cukup jauh dari Ibukota Tenggarong. Sanga Sanga tinggal kenangan. Padahal kota ini memiliki potensi lain, selain minyak, setelah ditetapkannya Sanga Sanga sebagai Kota Pahlawan, Kota Wisata Sejarah dan Budaya. Dalam rangka mewujudkan predikat sebagai Kota Pahlawan, Kota Wisata Sejarah dan Budaya, maka Sanga Sanga dari sekarang harus berbenah. Misalnya menata dengan baik setiap peninggalan sejarah terkait perjuangan Merah Putih 27 Januari 1947. Tidak terkecuali itu, Sanga Sanga juga menyimpan sejarah lain dengan ditemukannya Guci Pemakaman Adat salah satu Etnis Sanga Sanga di dekat Jembatan 27 Januari tahun lalu. Semuanya itu merupakan potensi sejarah dan obyek wisata yang ada di Kota Sanga Sanga yang sangat menarik, yang sayang jika
tidak dirawat dan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, seluruh masyarakat Sanga Sanga diharapkandapat bersatu padu menjadikan kota ini sebagai Kota Pahlawan dan Kota Wisata
Sejarah dan Budaya.















KUTAI LAMA ANGGANA




Kutai lama sangat dikenal melalui keberadaan Makam Raja Aji Mahkota dan Raja Aji Pangeran di Langgar. Raja Aji Mahkota adalah raja dari kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang mula-mula memeluk agama Islam pada abad ke-17. Tempat ini diziarahi ribuan orang dalam setiap bulannya, para peziarah juga mengunjungi dan berdoa di makam Tunggang Parangan, seorang yang dipercaya sebagai ulama besar yang mengislamkan Aji Mahkota dan Aji Pangeran. Makam Aji Pangeran di Langgar dan Aji Mahkota berada di tanah yang agak tinggi. Jalan ke makam itu telah diperkeras dengan semen. Jalur darat dari Samarinda menuju Anggana, jika menggunakan angkutan antar kota ditempuh kurang dari 1 jam perjalanan dengan jarak 22 Km dengan tarif angkutan kota Rp. 15.000,-. / orang Jalur darat dari Tenggarong sejauh 47 Km. Tiba di Terminal Pasar Pagi, melanjutkan perjalanan dengan angkutan kota dengan tarif Rp. 15.000,- per orang sampai di Kecamatan Anggana. Kemudian dari Kecamatan Anggana melanjutkan perjalanan dengan “ojek” menuju Kutai Lama yang berjarak 5 Km dengan tarif Rp .50.000,- / orang, pergi pulang.


 



Jalur sungai dari Samarinda menuju Anggana ditempuh dengan waktu 2,5 jam dengan harga tiket kapal sebesar Rp. 20.000,- s/d Rp. 30.000,- per orang sampai di Sungai meriam Anggana kemudian melanjutkan perjalanan dengan ojek menuju Kutai Lama dengan tarif Rp. 50.000,- / orang pergi pulang. Jika menggunakan mobil rental tarifnya adalah Rp. 400.000/ mobil / hari.


LADANG BUDAYA (LADAYA)





Satu lagi wisata buatan yang ada di Kutai Kartanegara khususnya di Kacamatan Tenggarong yaitu Ladang Budaya / Ladaya yang berlokasi di Jl. H. Bahrin Semen Kelurahan Mangkurawang dengan nomor telp. 0817 5454 200 dapat juga mengunjungi email : ladang.budaya@gmail.com



tiket masuk ke Ladang Budaya / Ladaya adalah : dewasa Rp. 10.000,- dan anak anak - anak Rp. 5.000,-



wahana yang ditawarkan diLadang Budaya / Ladaya yaitu: 



1.Paint Ball        : - Starter Kit                       :    Rp.   35.000,- untuk  20 Peluru



                          - Additional Charge            :  - Rp.   35.000,- untuk  20 Peluru



                                                                    - Rp.   60.000,- untuk  40 Peluru



                                                                    - Rp.   80.000,- untuk  60 Peluru



                                                                    - Rp. 120.000,- untuk 100 Peluru



2. High Rope        :  - Flayng Fox (FF)            :  - Rp.  20.000,- (Shorf FF)



                                                                     - Rp.  30. 000,- (long FF)



                             - Low High Rope+FF        :    Rp.   50.000,-



                             - Middle High Rope+FF    :    Rp. 100.000,-



                             - Extreme High Rope+FF :    Rp. 175.000,-



3. Paket Camping : - Sewa Area (tenda bawa sendiri) Frame Time : One Night Stay (Check in 14.00-Check out 12.00) Rp. 25.000,- /orang Min 4 orang



                             - Sewa Area dan Tenda Frame Time : One Night Stay (Check in 14.00-Check out 12.00) Rp. 50.000,- /orang Min 4 orang



4. Odah Rehat      : Penginapan Mulai dari Rp. 250.000,- per malam per kamar untuk max 2 orang Include makan pagi untuk 2 orang.






Selain wahana permainan yang ada, di Ladaya juga terdapat Kebun Binatang Mini dengan bermacam binatang seperti : Beruang Madu, Monyet, dan baermacam jenis burung.






fasilitas yang ada di ladang budaya ini selain arena permainan antara lain, tempat parkir, kafetaria, musolla, aula, pentas pertunjukkan, dan toilet





MUSEUM MULAWARMAN


Kutai Kartanegara, dahulu, merupakan kesultanan terbesar di Kalimantan. Jika ingin melihat benda-benda peninggalan kesultanan Kutai Kartanegara, kita bisa menemukannya di Museum Mulawarman, dan masih tersimpan dengan baik sampai saat ini. Bangunan Museum Mulawarman sebenarnya merupakan bangunan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara yang didirikan pada tahun 1932 oleh Pemerintah Belanda. Pada tahun 1935, Pemerintah Belanda menyerahkan keraton kepada Sultan Adji Muhammad Parikesit. Atmosfer Kesultanan Kutai Kartanegara sangat kuat kita rasakan begitu memasuki halaman museum karena di sana terdapat Patung Lembuswana yang merupakan lambang Kesultanan Kutai Kartanegara, ditambah lagi arsitektur bangunan museumnya yang merupakan arsitektur tradisional suku Dayak, yang merupakan salah satu suku terbesar di Kalimantan Timur. Arsitek dari bangunan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ini adalah arsitek Belanda bernama Estourgie dari Hollandsche Beton Maatschappij (HBM).

Museum Mulawarman terletak tepat di pusat kota Tenggarong yang berjarak sekitar 3 jam dari Balikpapan melalui perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat, atau sekitar 45 menit dari Kota Samarinda.

Begitu memasuki ruang pertama museum, kita dapat melihat benda-benda bersejarah peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara, seperti singgasana Sultan Kutai yang diapit dua arca Lembuswana, sementara di latar belakangnya terdapat dua mozaik gambar Sultan Kutai Kartanegara ke-17 A.M. Soelaiman dan Sultan Kutai Kartanegara ke-18 A.M. Alimoeddin. Selain itu, ada pula lukisan Sultan A.M. Parikesit, payung kebesaran Kesultanan serta tiga buah patung perunggu dari Eropa. Selain benda-benda peninggalan sejarah kesultanan, di dalam lingkungan istana kesultanan juga terdapat pemakaman keluarga kerabat Kerajaan Kutai Kartanegara serta Masjid Jami' Aji Amir Hasanuddin sebagai saksi masuknya Islam di Kutai.

Di dalam Museum Mulawarman ini tersimpan benda-benda yang mempunyai nilai sejarah/seni yang tinggi yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti :

* Singgasana, sebagai tempat duduk Raja dan Permaisuri. Kursi ini terbuat dari kayu, dudukan dan sandarannya diberi berlapis kapuk yang berbungkus dengan kain yang berwarna kuning, sehingga tempat duduk dan sandaran kursi tersebut terasa lembut. Kursi ini dibuat dengan gaya Eropa, penciptanya adalah seorang Belanda bernama Ir. Vander Lube pada tahun 1935.

* Patung Lembu Swana, Lambang Kesultanan Kutai, dibuat di Birma pada tahun 1850 dan tiba di Istana Kutai pada tahun 1900. Lembu Swana diyakini sebagai Kendaraan Tunggangan Batara Guru. Nama lainnya adalah Paksi Liman Janggo Yoksi, yakni Lembu yang bermuka gajah, bersayap burung, bertanduk seperti sapi, bertaji dan berkukuh seperti ayam jantan, berkepala raksasa dilengkapi pula dengan berbagai jenis ragam hias yang menjadikan patung ini terlihat indah.

* Kalung Uncal, benda ini merupakan atribut dan benda kelangkapan kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara yang digunakan pada waktu penobatan Sultan Kutai menjadi Raja atau pada waktu Sultan merayakan ulang tahun kelahiran dan penobatan Sultan serta acara sakral lainnya.

* Meriam Sapu Jagad Peninggalan VOC, Belanda

* Prasasti Yupa, yang trdapat di Museum ini adalah tiruan dari Yupa yang asli yang terdapat di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti Yupa adalah prasasti yang ditemukan di bukit Brubus Kecamatan Muara Kaman. ke-7 prasasti ini menadakan dimulainya zaman sejarah di indonesia yang merupakan bukti tertulis pertama yang ditemukan dan berhuruf Pallawa bahasa Sansekerta

* Seperangkat Gamelan dari Keraton Yogyakarta 1855

* Arca Hindu

* Seperangkat Meja Tamu peninggalan Kesultanan Bulungan

* Ulap Doyo, hasil kerajinan Suku Dayak Benuaq

* Minirama tentang sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara

* Koleksi Numismatika (mata uang dan alat tukar lainnya)

* Koleksi Keramik dari Cina, Jepang, Vietnam dan Thailand

* Dan lain-lain.



Setelah puas menjelajahi museum, pengunjung dapat melepas lelah dengan beristirahan di kios-kios yang menjual makanan dan minuman di lingkungan museum, atau dapat juga membeli kerajinan dan barang-barang khas Kalimantan Timur di toko-toko cenderamata yang juga terdapat di sana. 









PANTAI AMBALAT SAMBOJA



Pantai Ambalat, terletak di Kelurahan Amborawang Laut , Kecamatan Samboja  Nama Pantai Ambalat diambil dari singkatan Amborawang Laut ini menyuguhkan keindahan pantai dengan pepohonan pinus sepanjang 7 Km. Alam pantainya cukup indah dan Alami, luas pantainya kurang lebih 3 kilometer dari ujung timur ke ujung barat.
Dari Balikpapan jarak menuju Pantai Ambalat adalah 37 Kilometer dengan menggunakan kendaraan: Bus, dari Terminal Balikpapan Permai dengan tarif Rp. 20.000,- s/d Rp. 30.000 /orang sampai di simpangan menuju Pantai Ambalat. Kemudian dilanjutkan menuju ke Pantai dengan jarak ± 5 Km dengan menggunakan “Ojek”  tiba di Pantai Ambalat dengan kisaran tarif Rp. 20.000,- / orang. Car Rent/ Taxi, dari Bandara Sepinggan dengan menggunakan mobil rental dengan tarif Rp. 350.000,-/mobil langsung tiba di Pantai Ambalat. Jarak dari Kota Tenggarong sekitar 105 Km ditempuh dengan waktu selama ± 2 jam dengan transportasi darat. Mobil angkutan dan bus,  dari Terminal Timbau Tenggarong dengan tarif Rp. 20.000,-/orang. Sampai di Simpangan Loa Janan-Samarinda, kemudian naik bus yang menuju arah Balikpapan dengan tarif Rp. 20.000,- dan berhenti di Km. 38 Jalan Raya Soekarno Hatta dan kemudian melanjutkan dengan naik “ojek” langsung ke Pantai Ambalat, tarif “ojek” adalah Rp. 30.000,- s/d Rp. 50.000,- / orang. Tiket Masuk  untuk kendaraan : Rp 2.000,- s/d Rp. 10.000,-



Even Tahunan

Even

Unduh Gratis