Statistik

Hit hari ini : 121
Total Hits : 558,737
Pengunjung Hari Ini : 29
Pengunjung Online : 3
Total pengunjung : 134,141

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 30 Next > Last >>

Presentasi Hasil Akhir Kajian Naskah Akademik Raperda Pelestarian Adat Istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura


 Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menyelenggarakan presentasi kajian naskah akademik perda tentang pelestarian adat istiadat Kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura yang berlangsung di Keraton Kesultanan, yang di hadiri kerabat Kesultanan,  Tokoh budaya,  tokoh seni dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, staf ahli DPRD Kutai Kartanegara. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kab Kutai Kartanegara menginformasikan bahwa perda ini memiliki makna yang strategis bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.


 Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan penyusunan presentasi kajian naskah akademik perda tentang pelestarian adat istiadat Kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura ialah diantaranya untuk menghasilkan naskah akademik sebagai dasar pembentukan peraturan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara tentang pelestarian adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, dan bertujuan untuk menghasilkan rancangan peraturan daerah yang layak dari sisi substansi sehingga selanjutnya dapat di tetapkan sebagai Peraturan Daerah.

 Dr. Sabran. SE. MSi, yang menjadi pembicara dalam kajian naskah ini menyampaikan mulai dari Kajian Teoritis dan Praktek Empiris tentang adat istiadat, bahwa adat istiadat adalah sebuah aturan yang ada dalam suatu masyarakat yang di dalamnya terdapat aturan – aturan kehidupan manusia serta tingkah laku manusia di dalam masyarakat tersebut, tetapi bukan merupakan aturan hukum. Di lanjutkan pembahasan kajian teoritis kebudayaan serta praktek empiris adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara. Pada bab selanjutnya beliau menyampaikan Evaluasi dan analisis peraturan perundang – undangan terkait, bentuk pelestarian adat istiadat kesultanan yang berdasarkan cerita sejarah daerah Kutai dahulunya di huni oleh lima puak yaitu 1. Puak Pantun yang berada di sekitar Muara Ancalong dan muara Kaman, 2. Puak Punang yang berada di sekitar Muara Muntai dan Kota Bangun, 3. Puak Pahu yang berada di sekitar muara Pahu, 4. Puak Tulur Dijangkat yang berada disekitar barong tongkok dan melak, 5. Puak Melani yang berada di sekitar Kutai Lama dan Tenggarong. Bahwa kelompok suku melayu dan dan suku dayak ini memberikan kontribusi yang besar terhadap keberagaman adat istiadat di Kutai Kartanegara.

 Dr. Sabran. SE. MSi., mengharapkan kepada pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,  Tokoh budaya,  tokoh seni dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, staf ahli DPRD Kutai Kartanegara, serta tokoh masyaraka dapat memberikan masukannya terhadap kajian naskah akademik ini. Terakhir beliau menyimpulkan bahwa pembangunan Kebudayaan dan Kepariwisataan adalah bagian dari proses pembangunan daerah dan pembangunan karakter masyarakat menuju masyarakat yang mandiri, maju, adil, makmur, dan beradab. Dalam pembangunan kebudayaan, terciptanya kondisi masyarakat yang berahlak mulia, bermoral dan beretika sangat penting dalam rangka menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang penuh toleransi tenggang rasa dan harmonis.


Pengembangan Budaya Lokal Dan Hiburan Musim Taman


 Bertempat di Taman Monumen Pancasila Tenggarong, pada hari minggu 8/11/2015 Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menggelar hiburan musik taman, dari sore hingga malam sejumlah penari dari sanggar seni dan Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) tampil area di Monumen Pancasila  

Bebrbagai seni tari ditampilkan diantaranya Tari tradisi seperti Jepen Pesisir, Tari Dayak kenyah, Tari Dayak Benuaq, Musik Rijoq Dayak Benuaq, serta sanggar tari Gubang dan sanggar tari Adila, tampil memukau dihadapan warga yang menyaksikan. Acara ini sendiri merupakan rangkaian dari peringatan hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November besok.






Kelompok kesenian yang berada di luar tenggarong pun ikut dalam acara ini, Sanggar tari Bangen Tawai dari desa Sungai Bawang Kecamatan Muara Badak dan juga Sanggar tari Pokan Solai desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, tampil mempersembahkan tarian khas daerah setempat.


Kasi Perlindungan dan Pengamanan Karya Seni, Disbudpar Kukar, Surya Gunawan, mengatakan, Pementasan sanggar seni tari ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat jika di Kukar mempunyai banyak tarian khas tradisional yang jarang diketahui dan dilihat warga.



"Selama ini kan yang diketahui masyarakat kebanyakan hanya sebatas tarian jepen, tapi dengan pentas seni ini, kami berusaha menampilkan tarian lokal daerah seperti dari suku dayak benuaq dan sejenisnya yang memang punya banyak ragam jenis tarian. Selain itu kami juga memberikan informasi kepada sanggar seni mengenai pentingnya mempatenkan karya seni tari yang belum pernah ditampilkan sebelumnya




Ia melanjutkan, Disbudpar akan melakukan seleksi terhadap sanggar seni terbaik yang nantinya akan di tampilkan saat pesta adat Erau berlangsung. Menurutnya, Pagelaran seni tari ini sudah digelar selama 9 kali sepanjang tahun 2015 dan menyisakan 1 kali pementasan yang akan digelar di panggung Creative Park.



"Kami mencari yang benar-benar menampilkan tradisi, baik dari segi pakaian maupun tarian, sehingga tidak meninggalkan pakem atau ciri khas tari tradisional tersebut, karena saat ini banyak kelompok seni tari yang mulai menggabungkan tarian lokal dengan unsur modern,"tambahnya.



Selain seni tari, juga ada suguhan musik akustik dari Komunitas Oi BPK dan KPJ Kukar, komunitas ini membawakan beberapa lagu dari penyanyi terkenal dengan versi masing-masing. Acara yang digelar sejak sejak sore hari ini, berakhir menjelang pukul 11 malam.




Penutupan Festival Kota Raja IV


 Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Raja Tenggarong ke 233 yang dimeriahkan dengan Festival Kota Raja (FKR-IV) 2015  dari  tanggal 3 sampai dengan 11 Oktober. Acara yang di adakan oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara resmi di tutup oleh Plt Sekertaris Kabupaten Kutai Kartanegara Ir H Marli M.Si, Minggu  di lapangan basket Timbau Tenggarong.

 Acara penutupan ini di hadiri diantaranya  Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai kartanegara Dra.  Hj Yuni Astuti, MM, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Bankaltim Cabang Tenggarong, PT Total, DPD Ika Pakarti Kuytai Kartanegara, serta  peserta Tenggarong Kutai Carnival (TKC).

 Acara penutupan ini diawali dengan nampilkan tari jepen kreasi dan modern yang di bawakkan oleh Sanggar Seni Karya Budi Tenggarong yang dirangkai dengan mebagikan hadiah ke para pemenang Tenggarong Kutai Carnival TKC.

Penutupan FKR malam itu semakin malam semakin menarik yaitu pementasan Wayang Kulit oleh dalang Ki Hari Saptono dari Magetan, Jatim dengan judul Sepi Ing Pamrih dan Rawe Ing Gawe (dalam bekerja tidak mengharapkan imbalan/upah). Pementasan wayang kulit tersebut dihadirkan oleh paguyuban IKa Pakarti Kukar, pimpinan Sarkowy V Zahry yang juga anggota DPRD Kaltim dapil Kutai Kartanegara.

Plt Sekertaris Kabupaten Kutai Kartanegara ini juga menyampaikan bahwa Festival Kota Raja ini, merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk membangun sektor pariwisata daerah, yang dikemas sedemikian rupa sehingga membangkitkan rasa cinta akan seni budaya daerah pada semua masyarakat. Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam FKR-IV 2015 meliputi, ziarah makam Raja Kutai, gelar produk kreatif, pentas seni nusantara, festival tari kreasi jepen, dan pentas komunitas serta tenggarong kutai carnaval,"


Pemenang Festival Jepen Sekabupaten Kutai Kartanegara 2015



Pelaksanaan Festival Jepen Sekabupaten Kutai Kartanegara telah berlangsung dan telah mendapatkan pemenang terbaik, acara ini gelar dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara yang bekerjasama dengan Yayasan Total Indonesia, Festival ini juga sebagai upaya untuk melestarikan seni budaya daerah Kutai. Yang berlangsung di Panggung seni lapangan basket tepi Mahakam Tenggarong.

 Acara yang masih dalam rangkaian Festival Kota Raja ( FKR ) dengan tujuan memeriahkan hari jadi kota Tenggarong ke 233. Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., yang juga di damping Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Kesenian H.M. Saidar,beserta seluruh tamu undangan lainnya. Beliau menyampaikan acara Festival Jepen Sekabupaten Kutai Kartanegara ini bertujuan untuk menggalikreasi dari para seniman tari Jepen Kutai agar tarian khas daerah tersebut terus berkembang, namun tidak menghilangkan gerakan dasar Jepen Kutai itu sendiri, ajang ini untuk mengembangkan Jepen agar lebih hidup dan tetap di sukai remaja dan generasi muda.

 Di ketahui bahwa Festival Jepen Sekabupaten Kutai Kartanegara di ikuti oleh Sembilan peserta dari sanggar tari yang ada di Kutai Kartanegara, adapun tim penilai yang ada ialah HM Ikhsan yang juga merupakan pelaku Jepen senior, Awang Syarifuddin sebagai seniman music, dan Surya Gunawan yang menilai kostum peserta Jepen.

Tampil sebagai pemenang terbaik I adalah Sanggar Adila Tenggarong, terbaik II Trade Come Tenggarong, Terbaiik III dari Sanggar Seni Sindaru Muara Wis, sedangkan Kostum Terbaik diperoleh Sanggar Teratai Tenggarong, Penta Tari Terbaik di dapatkan oleh Adila Tenggarong, dan terakhir untuk kategori Penata Musik Terbaik ialah Sanggar Benaong Tenggarong. Para pemenang ini berhak mendapatkan uang pembinaan, piala serta piagam penghargaan.


Lebih Mengenal Pesut Mahakam Melalui TKC

 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara yang menggelar Festival Kota Raja 2015, yang di dalamnya menggelar Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ), menjadi salah satu cara untuk mengajarkan kepada masyarakat tentang kearifan local, beragam kegiatan yang telah dilaksanakan mulai tanggal 28 September – 11 Oktober 2015, yang berkaitan baik seni maupun budaya local yang selalu hidup di tengah masyarakat Kutai Kartanegara.


Hal seini sejalan dengan yang telah di katakana oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., bahwa kita selalu konsisten melaksanakan Festival Kota Raja dengan mengangkat tema – tema lokal. Seperti pada ajang Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ), yang menjadi puncak kegiatan Festival Kota Raja, sejak awal kami selalu mengambil tema kearifan lokal.

 Di ketahui bahwa pagelaran Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) I tema yang telah di angkat adalah hudoq, Tameng, dan Kipas, pada Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) II mengusung Tema Anggrek, Belian dan Seraong, pada Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) III mengangkat tema Enggang, Mangrove, dan Purun. Tahun 2015 ini di Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) IV yang di angkat ialah Buah Bolok, Sumpit, dan Pesut.

 Di jelaskan lebih lanjut Buah Bolok, Sumpit, dan Pesut merupakan kearifan lokal, bahwa saat ini banyak generasi muda yang tidak mengetahui seperti apa Buah Bolok yang merupakan makanan hewan rusa, begitu juga sumpit yang menjadi senjata khas suku Dayak, sedangkan Pesut merupakan hewan unik mirip lumba – lumba yang hidup di perairan sungai Mahakam. Melalui Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) ini kami juga ingin mengkampanyekan Pesut Mahakam yang mulai punah karna habitat sudah mulai terganggu. Dan selama Festival Kota Raja 2015 berlangsung pula expo yang di gelar di lapangan basket Timbau Tenggarong, yang diikuti salah satunya komunitas Save Pesut Mahakam agar masyarakat dapat lebih mengenal lebih dekat seperti apa Pesut Mahakam tersebut.


PENAMPILAN TKC BERLANGSUNG MERIAH.


P



Puncak acara Festival Kota Raja (FKR) dalam rangka Memperingati hari jadi Kota Tenggarong yang ke 233 tahun 2015 yang merupakan garapan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara menyuguhkan penampilan ratusan talent dari Tenggarong Kutai Carnival (TKC), pada Sabtu 10/10/2015 Pukul 13.00 wita berlangsung meriah






Pihak panitia menyiapkan runway sepanjang 110 meter  yang melewati tribun kehormatan untuk para talent TKC melakukan aksi performance  yang di saksikan para penonton,  menurut kepala Dinas kebudayaan Dan Pariwisata Kukar, Dra. Sri Wahyuni untuk tahun ini tema TKC Buah Bolok, Sumpit, Dan Pesut Mahakam, selain talent remaja juga diikuti juga talent anak-anak, dan TKC ini sudah berstandar Nasional jadi sangat menarik untuk disaksikan, selain dijelaskan rangkaian acara Festival Kota Raja (FKR) yang sudah berlangsung diantaranya gelar Produk Kreatif yang dilaksanakan dari tanggal 3-11 Oktober 2015, Festival Tari Jepen pada 5-6 oktober 2015, Pentas Komunitas pada 5-11 Oktob er 2015, dan Pemilihan Teruna Dara pada 5-7 Oktober 2015

Tepat pada pukul 14.00 wita Plt Sekda Kukar H. Marli resmi membuka acara Tenggarong Kutai Carnival (TKC) 2015, di arena panggung utama depan Kantor Bupati Kukar, dalam Sambutannya Plt Sekda  mengharapkan, event seperti ini dapat terus berlangsung dan  menjadi salah satu daya tarik pariwisata bagi wisatawan domestic dan mancanegara,.

 Ditetapkannya Kota Tenggarong sebagai salah satu destinnasi pariwisata nasional di Kalimantan Timur melalui dokumen rencana induk pengembangan pariwisata nasional. Menjadikan Kota Tenggarong terus berbenah dan mempercantik diri melalui penataan infrastruktur dan berbagai fasilitas kota lainnya termasuk penyelenggaraan event antraksi wisata yang berdaya saing dan berbasis pada seni budaya daerah.

Salah satunya TKC sebagai salahs atu atraksi wisata, dikembangkan untuk menciptakan destinasi wisata baru di Kutai Kartanegara. “Saya berharap kegiatan ini mampu menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujarnya.

Plt Sekda  mengapresiasi seni kostum kreatif yang dikembangkan dalam karnaval yang berangkat dari nilai-nilai dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kutai Kartanegara. Tentunya  event ini juga akan memberikan dampak yang positif terhadap pelestarian nilai-nilai budaya yang dimiliiki baik bagi para desingner atas kreatifitasnya dalam TKC maupun masyarakat selaku penonton yang teredukasi tentang nilai-nilai budaya yang kita miliki.

Namun  mempertahankan citra Tenggarong sebagai kota wisata berbasis budaya tentu bukanlah  hal yang mudah, tetapi dengan niat baik dan dukungan serta kerjasama dari semua pihak. “Insya Allah kita dapat mewujudkan dan mempertahankannya, “ pungkasnya.




Saksikanlah Kemeriahan Tenggarong Kutai Carnival 2015


 Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) yang berada di bawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara akan kembali hadir memeriahkan Festival Kota Raja Tenggarong tahun 2015. Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) 2015 yang kali ini mengusung tema The Unique of Borneo siap di gelar pada sabtu 10 Oktober 2015 di Tenggarong Kutai Kartanegara.




Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP, mengatakan bahwa Para Talent yang terdiri dari talent anak – anak dan dewasa ini terbagi dalam tiga kelompok defile, yakni buah Bolok, Sumpit, dan Pesut Mahakam. Dan sekitar 130 talent yang akan tampil menyemarakkan event tahunan yang menjadi puncak penyelenggaraan Festival Kota Raja 2015., kegiatan Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) kali ini merupakan yang keempat sejak tahun 2012, dan yang membedakan dari tiga penyelenggaraan tahun sebelumnya untuk pertama kalinya pelaksanaan Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) yang di bawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai dari perekrutan, workshop, yang di lakukan secara independen dan mandiri.

Sebelum berkanaval di jalanan, para talent ini akan melintasi runway sepanjang 110 meter di hadapan 1.100 undangan yang akan duduk di tenda – tenda yang saling berhadapan di depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara dan kemudian para talen akan berjalan hingga finish di depan Sekretariat Gerbang Raja.

 Ketua Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) ibu Noor Fajri mengatakan ratusan talent Tenggarong Kutai Carnival ( TKC ) ini sebelumnya telah mengikuti workshop selama dua kali, yang pertam pada tanggal 19 – 23 mei dan yang kedua tanggal 10 – 15 september 2015. Dan selama workshop para talent ini di beri materi tentang pengetahuan dasar karnaval, cara membuat kostum, tata rias karnaval, koreografi, tari fesyen, hingga pematangan pembuatan kostum karnaval.

 


Festival Jepen Sekabupaten Kutai Kartanegara


 Masih dalam rangkaian acara Festival Kota Raja ke 4, di selenggarakan pula Festival Jepen sekabupaten Kutai Kartanegara, yang di laksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara yang bekerjasama dengan Yayasan Total Indonesia. Festival Jepen sekabupaten Kutai Kartanegara di laksanakan di Lapangan Basket Kawasan Timbau Tenggarong, yang di Koordinator langsung oleh Kasi Pengembangan dan Pembinaan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara H.M. Saidar, SE.MM.

 Dalam kesempatannya Ketua Pelaksana Kasi Pengembangan dan Pembinaan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara H.M. Saidar, SE.MM.,  menyampaikan kegiatan Festival Jepen sekabupaten Kutai Kartanegara ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya yang dimiliki Kutai Kartanegara serta mengangkat potensi wisata khususnya di bidang seni budaya.

 Beliau menambahakan Festival Jepen sekabupaten Kutai Kartanegara ini diikuti sebanyak Sembilan peserta berasal dari beberapa kecamatan diantaranya Muara Kaman, Muara Muntai, Muara Wis, dan juga Tenggarong. Jenis lomba yang di peruntukkan bagi umum dan peserta terdiri dari group / sanggar tari di Kutai Kartanegara. Total hadiah yang di sediakan panitia senilai 15 Juta Rupiah, untuk Juara I mendapatkan  5 juta Rupiah, Juara II mendapatkan 4 Juta Rupiah, dan Juara III mendapatkan 3 Juta Rupiah. Di tambah dengan Kategori Kostum Terbaik, masing – masing akan mendapatkan 1 Juta Rupiah.


 

Pembukaan Festival Kota Raja 2015


 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar dan melaksanakan kembali Festival Kota Raja ( FKR ) ke 4 dalam rangka HUT Kota Tenggarong ke 233 Tahun 2015,yang akan berlangsung selama seminggu dari tanggal 03 Oktober – 11 Oktober 2015, kegiatan ini berpusat di lapangan basket Jl. KH Akhmad muksin Tenggarong.

 Pembukaan di laksanakan pada hari sabtu tanggal 03 Oktober 2015 yang di tandai dengan pemukulan bedug atau gendang oleh Pj Bupati Kutai Kartanegara bersama Dandim 0906/TGR Letkol Kav Ari Pramana Sakti, Plt Sekkab Kutai Kartanegara H. Marli, Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kab Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP, serta perwakilan dari Bank Kaltim Tenggarong.

Pj. Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar dalam kesempatannya beliau menyatakan bahwa memberikan apresiasi kepada seluruh panitia Festival Kota Raja ( FKR ), yang telah mengerahkan seluruh kemampuan dan dedikasinya sehingga Festival Kota Raja ini dapat terselenggara dengan baik. Penyelenggaraan Festival Kota Raja ini merupakan salah satu upaya kita dalam melestarikan mengembangkan serta memperkenalkan kesenian serta produk kerajinan lokal di wilayah Kutai Kartanegara kepada masyarakat luas, selain itu kegiatan ini merupakan salah satu media bagi para seniman serta pengrajin lokal untuk menampilkan produk serta kreativitasnya.

 Beliau berharap masyarakat di beri kesempatan untuk menikamati dan memberikan masukan kepada para seniman, dengan upaya tersebut di harapkan kesenian yang ada di daerah Kutai Kartanegara akan mampu eksis dan berkembang di tengah – tengah gempuran budaya mancanegara, terlebih tidak lama lagi kita akan memasuki era komunitas Asean. Mulai tahun 2016 bangsa – bangsa ASEAN akan menjadi satu komunitas yang saling terbuka satu sama lain, tidak hanya terbuka dalam hal akses ekonomi, namun juga terbuka dalam hal akses budaya , jangan sampai budaya dan kesenian lokal kita tenggelam di bawah dominasi budaya dan kesenian asing.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengatakan bahwa Festival Kota Raja yang berlangsung selama sepekan ini diawali dan diisi diisi dengan berbagai kegiatan pameran Gelar produk Kreatif dan Pentas Seni Nusantara yang diikuti para pengrajin terpilih, komunitas serta para sponsor sebanyak 40 stand. Untuk pentas seni nusantara berlangsung selam dua hari, Gelar Produk Kreatif ini akan di semarakkan dengan suguhan Pentas Seni Nusantara, Festival Jevenyang disposori yayasan Total Indonesia, pentas Komunitas, yayasan pesut Mahakam, Borneo Orang Hutan, Forum Media tradisional, pertunjukan mamanda, dan pertunjukan yang paling di tunggu adalah menyuguhkan Tenggarong Kutai Carnival pada tanggal 10 Oktober 2015, yang menampilkan 130 talent anak – anak dan dewasa yang bertemakan buah boloq, Sumpit, dan Pesut Mahakam dan rangkaian Festival Kota Raja yang akan di tutup dengan pagelaran wayang Kulit Semalam Suntuk dari Ika Pakarti.

 Pada Acara Pembukaan ini juga di rangkai dengan penyerahan hadiah oleh PJ. Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., serta perwakilan Bank Kaltim cabang Tenggarong, berupa uang pembinaan, Plakat, serta paiagam  kepada Pemenang Lomba Foto Sparkling Erau yang telah di laksanakan selama Erau.


HUT Kota Raja Di Tandai Dengan Ziarah Makam Pendiri Kota Tenggarong


 Dirgahayu untuk Kota Tenggarong yang ke 233 yang jatuh pada tanggal 28 September 2015, kegiatan di awali dengan Ziarah ke makam pendiri kota Tenggarong pertama yaitu Sultan Kutai Ke 15 Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura (1780-1816) AM Muslihiddin yang lebih di kenal dengan Aji Imbut, ziarah ini di laksanakan di pemakaman  Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang berada di Sebelah Museum Mulawarman Tenggarong, diikuti DPRD Kutai Kartanegara, yang di hadiri Pj Bupati Kutai Kartanegara Chairil anwar SH M.hum, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Putra Mahkota Kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura busu HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat dan kerabat, HM Gufron Yusuf.

 Ziarah diawali dengan mebacakan riwayat singkat bedirinya Kota Raja Tenggarong, yang dibacakan oleh Sekertaris Camat Tenggarong H Basran, di lanjutkan dengan pembacaan doa, tabur bunga di atas makamnya Aji Imbut, oleh Pj Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar bersama Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, Ketua DPRD Kutai Kartanegara Salehuddin, dan Dandim 0906 Tenggarong Letkol Ari. Berlanjut ke makam sultan lainnya, yang ada di komplek pemakaman tersebut seperti makam Sultan Aji Muhammad salehuddin I (Sultan Kutai ke 16), Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Sultan Kutai ke-17), dan Sultan Aji Muhammad Parikesit (Sultan Kutai ke-19) serta Muballigh besar Kesultanan Kutai Sayid Muhammad Bin Sayid Saleh (Al) Bin Yahya (Makkawi).  

 Dalam kesempatannya Pj Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar mengtakan bahwa 233 tahun lalu Aji Imbut sudah mindahkan Ibu kota Kesultanan Kutai dari Pemarangan ke Tepian Pandan setelah itu di sebut dengan Tangga Arung atau Rumah Para Raja, hat tersebut telah menggoreskan tinta emas perjalanan Kota Raja, Tangga Arung betumbuh kembang seiring dengan perjalanan sejarah sehingga penduduknya hidup dan berkarya di kota yang sekarang  bernama Tenggarong.

 Kegiatan Ziarah ini juga sebagai menghargai dan mendoakan para pemimpin terdahulu yang telah mengawali pembangunan yang telah ada di Kutai Kartanegara  dan juga mengingatkan kebesaran dan kejayaan kerajaan Kutai kartanegara Ing Martadipura.” Kebesaran Kesultanan Kutai itu hendaknya tetap di pertahankan pada masa kini dan akan datang dalam bentuk pembangunan yang tentunya melibatkan masyarakat. Tenggarong juga sangat terbuka bagi pendatang dari daerah lain, sehingga beragam etnis hidup berdampingan di tenggarong, kebersamaan ini patut di jaga dan di banggakan, dan mari kita pelihara sebagai dasar pembangunan.

Setelah prosesi ziarah makam Aji Imbut selesai maka acara berlanjut dengan menggelar rapat siding paripurna Istimewa DPRD Kutai Kartanegara dengan agenda penyampaian pidato Bupati Kutai Kartanegara dalam rangka peringatan HUT Tenggarong ke 233.