Statistik

Hit hari ini : 379
Total Hits : 702,377
Pengunjung Hari Ini : 82
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 154,595

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 32 Next > Last >>

RAPAT PERSIAPAN KIRAB BUDAYA INTERNASIONAL


Bertempat di  Sekretariat EIFAF  Jam Bentong Tenggarong berlangsung rapat persiapan Kirab Budaya International pada hari rabu 27/7/2016, rapat yang dipimpin oleh Koordinator seksi acara Drs. Triyatma di mulai pada pukul 09.00 , hadir juga dalam rapat tersebut pejabat struktural yang membidangi masalah budaya, dalam rapat ini hadir berbagai kelompok kesenian, paguyuban yang ada di Kutai Kartanegara.







Koordinator Seksi acara Drs. Triyatma mengatakan bahwa sebelum Pelaksanaan Erau didahului dengan Kirab Budaya Internasional yang merupakan acara etnik dan sebagai upaya memperkenalkan berbagai budaya yang ada di Kutai Kartanegara kepada Masyarakat, sekaligus melestarikan budaya tersebut, dan dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar mencoba memfasilitasi kegiatan ini dan tentunya ada dukungan dari para seniman di daerah ini.







Adapun pelaksanaan Kirab Budaya Internasional akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 20 Agustus 2016 yang akan dimulai pada pukul 08.00  sampai 13.00, dengan rute start depan Sekretariat Gerbang Raja finis depan Monumen Pancasila depan Rumah Jabatan Sekda sedangkan panggung kehormatan berada di Teras Kedaton Kutai Kartanegara.

Peserta Kirab Budaya Internasional terdiri dari Prajurit Kraton, Marcing Band, Peserta Foklore 9 negara ( 10 kelompok group kesenian) Paguyuban yang ada di Kutai Kartanegara . Kelompok/ Group kesenian Penampilan group/kelompok kesenian di kelompokkan berdasarkan ragam budayanya masing-masing , yaitu : Kelompok kesenian etnis DAYAK terdiri Dayak benuaq, Dayak kenyah, Dayak modang. Kelompok kesenian pesisir terdiri Kelompok JEPEN I Kelompok JEPEN II Kelompok JEPEN III dan Kecamatan.







Sedangkan jumlah peserta pergroup berjumlah 10-20 orang, untuk penampilan peserta diharapkan menampilkan atraksi bukan hanya di panggung kehormatan tapi juga dititik tertentu yang menjadi konsentrasi penonton, dan dalam penampilan di panggung kehormatan setiap peserta diberikan waktu durasi 3-5 menit, dan atraksi hendak nya belum ditampilkan pada pada kirab sebelumnya, untuk kostum hendaknya menonjolkan ciri khas budaya masing-masing etnis sehingga akan memperlihatkan keanekaragaman khasanah budaya yang di miliki oleh kabupaten Kutai Kartanegara.







Seluruh group/kelompok seni menyerahkan sinopsis/keterangan, penjelasan tentang penampilan tari yang akan di atraksikan pada panggung kehormatan, paling lambat kamis, 18 agustus 2016, untuk nomor urut kirab akan di tentukan oleh panitia dan di umumkan saat tekhnikal meting, 18 Agustus 2016.




Rakor Persiapan Erau Oleh Pemkab Kutai Kartanegara


 Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival yang akan di gelar pada tanggal 20 – 28 Agustus 2016, maka Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar rapat yang di hadiri oleh pihak – pihak  terkait seperti  Seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Kutai Kartanegara, dari Polres, TNI, Satpol PP, dan Rumah sakit.  Rapat ini di selenggarakan di ruang rapat kantor Bappeda, yang di pipmpin oleh Plt. Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara H. Marli, yang di damping oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., perwakilan dari Polres Kutai Kartanegara, dan dari Kodim 0906 Tenggarong.



 Rapat ini membahas mengenai Kelompok Kerja ( Pokja ) Kepanitiaan EIFAF 2016. Dalam kesempatannya Plt. Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara H. Marli, mengatakan bahwa Kelompok Kerja ( Pokja ) Kepanitiaan EIFAF 2016 harus siap mengerjakan tugas – tugas pokok dan fungsinya dengan baik, karna susunan Kelompok Kerja ( Pokja ) Kepanitiaan EIFAF 2016, masih sama dengan Kelompok Kerja ( Pokja ) Kepanitiaan EIFAF tahun – taun sebelumnya, dan setiap tahun telah di kerjakan secara bersama. Jadi segala sesuatunya harus siap, apa yang jadi kekurangan pada tahun sebelumnya, agar pada tahun ini biasa di perbaiki. Apalagi beberapa tahun terakhir ini Erau juga kedatangan tamu delegari dari anggota CIOFF kesenian international untuk meramaikan serta memeriahkan Erau, event tahunan ini harus sukses, agar para pengunjung yang datang ke Tenggarong Kutai Kartanegara merasa puas dan terkesan.



 Rapat Kelompok Kerja ( Pokja ) Kepanitiaan EIFAF 2016, ini berjalan secara aktif karna semua perwakilan Kelompok Kerja ( Pokja ) Kepanitiaan EIFAF 2016, secara bergantian memberikan masukan serta perencanaannya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengatakan agar panitia Kelompok Kerja ( Pokja ) Kepanitiaan EIFAF 2016, bias paham dan bertanggung jawab tugasnya sesuai tupoksi dan bersama – sama untuk segera segera menyiapkan serta berkoordinasi dengan SKPD terkait mengenai tupoksi yang telah ada.



 Plt. Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara H. Marli, Beliau menghimbau dan memberikan perhatian khusus mengenai kebersihan, keamanan, dan ketertiban, karna apabila tiga hal tersebut yaitu keamanan, ketertiban, dan kebersihan terjaga maka akan timbul kesan yang baik dari para pengunjung, maka inilah yang yang harus benar – benar kita perhatikan bersama.


Erau Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2016


Festival Seni dan Budaya Erau Kutai Kartanegara masuk nominasi dalam Anugerah Pesona Indonesia 2016 pada ketagori Festival Budaya Terpopuler. Ajang ini merupakan kerjasama ayojalanjalan.com dengan Kementerian Pariwisata Indonesia."Mari berikan dukungan dengan memberikan "vote", agar Erau memiliki suara terbanyak dalam ajang tersebut," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar, Sri Wahyuni.




Adapun cara memberikan vote, dengan mengunjungi website ayojalanjalan.com, lalu klik menu DUKUNG & VOTE PARIWISATA INDONESIA. lalu pilih kategori Festival Budaya Terpopuler, kemudian tandai Festival Erau Kutai Kartanegara-Kaltim, cantumkan alamat email anda dan klik "Vote". Atau untuk lebih singkatnya, dapat langsung mengunjungi website https://ayojalanjalan.com/vote/index.php/festival-budaya-terpopuler, lalu ketik alamat email dikolom yang tersedia, klik tandai Festival Erau Kartanegara – Kaltim, lalu klik vote., voting ini akan berlangsung sampai 23 Agustus 2016.




Dikatakannya, Dampak dari masuknya Erau sebagai nominasi pada kegiatan tersebut tentu baik untuk promosi Erau di tanah air, dan semakin mempopulerkan Erau, yang berdampak terhadap promosi daya tarik wisata di Kukar dan Kaltim umumnya. "Mari jadikan Festival Erau sebagai Festival Budaya Terpopuler di tanah air. Saya mengapresiasi tinggi kepada yang sudah memberikan dukungannya," ujarnya.




Untuk diketahui, Upacara Adat Erau yang dilaksanaan bersama International Folk Art Festival (EIFAF), digelar pada 22-28 Agustus 2016 di Kota Raja Tenggarong, Kukar. EIFAF tahun ini akan dimeriahkan 10 delegasi kesenain dari 9 negara anggota "International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Art" (CIOFF) yaitu, Taiwan (2 grup), Bulgaria, Rumania, Rusia, Polandia, Idaho USA, Lithuania, Estonia, dan Canada (Ukranian). selama pelaksanaan EIFAF, pengunjung maupun masyarakat dapat menyaksikan kegiatan adat Erau yang dipusatkan di Keraton atau Museum Mulawarman, serta atraksi kesenian termasuk dari CIOFF.




Peresmian Dayak Experience Center


   
Pada hari Jum’at (20/5) Wakil Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah meresmikan Dayak Experience Center ( Pusat Informasi Budaya Dayak) satu dari tiga lamin yang berada di objek wisata di Pulau Kumala tepat nya di Amin Bioq yang merupakan rumah adat suku Dayak Kenyah.

Peresmian Dayak Experience Center ditandai dengan pemotongan tali dengan sebilah Mandau yang dilakukan oleh wakil Bupati Kukar Edi Damansyah yang disaksikan oleh para undangan lainnya, dilanjutkan dengan peninjauan pameran, di Amin Bioq sendiri menampilkan Alat-Alat rumah tangga, pakaian adat, perlengkapan upacara adat, peralatan tenun, peralatan musik tradisional, peralatan berburu dan perang serta aksesoris lainnya yang lajim digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


 Dalam sambutannya Wakil Bupati Kukar berharap Dayak Experience Center bisa dijadikan Pusat informasi dayak di Pulau Kumala dan dikelola dengan baik. Jadi setiap orang yang berkunjung ke Pulau Kumala bisa mengetahui budaya dayak di kukar, bahkan di Kalimantan Timur, ia meminta agar pengelola memiliki semangat dan integritas tinggi sehingga maksud dan tujuan bisa terwujud. Kreatifitas dan inovasi memanfaatkan ruang dan zona di kawasan akan menjadikan Pulau Kumala sebagai salah satu daya tarik wisata yang berdaya saing tinggi, terlebih antusiasme pengunjung untuk menikmati sensasi melintasi Jembatan Repo-Repo semakin meningkat.


 Semantara itu Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kukar Sri Wahyuni mengatakan Dayak Experience Center merupakan Pusat Informasi Budaya Dayak, menggunakan bangunan rumah panjang dayak kenyah, yang berisi informasi budaya, yang menggambarkan kehidupan sosial budaya tujuh etnis dayak yang bermukim di wilayah Kukar, yakni Benuaq, Tunjung, Basap, Bahau, Modang, Kenyah dan Punan, Dayak Experience Center menghadirkan informasi dan benda dari lima etnis Dayak, yakni Benuaq, Tunjung, Modang, Kenyah dan Punan. Sedangkan informasi budaya dan benda dayak Bahau dan Basap akan dilengkapi kemudian.


 Dayak Experience Center sebagai wadah edukasi budaya dayak, khususnya di Kukar, diharapkan menjadi objek wisata budaya di Pulau Kumala, sekaligus sumber pendapatan  asli daerah (PAD). Launcing Dayak Experience Center dilaksanakan untuk memperingati hari Budaya Kukar 2016 sekaligus realisasi program capaian 100 hari gerbang raja II melalui program Jonok Ngan Kukar.


 Kegiatan itu dirangkai dengan penandatanganan kerjasama ( MOU) antara Disbudpar Kukar dengan Dinas Pendidikan Kukar, tentang program kunjungan pelajar ke objek wisata dan budaya kukar, dalam upaya mengenalkan budaya dan daya tarik wisata Kutai Kartanegara.






PROMOSI PARIWISATA PADA PAMERAN APKASI AITIS 2016


Keunggulan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara sekarang ini adalah warisan budaya dari berdirinya Kerajaan Kutai Martadipura dan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta keberadaan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini penting untuk diketahui masyarakat maupun investor, salah satunya yaitu dengan mengikuti kegiatan Pameran Apkasi Internasional Trade And Investment Summit (AITIS) di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta dari tanggal 5 s/d 7 Mei 2016 yang dibuka oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla.




Acara pembukaan pameran Apkasi Internasional Trade And Investment Summit ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah, Kepala BPMPD Bambang Arwanto, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sri Wahyuni. Sejak dibuka Pameran Expo pada hari Kamis, stand Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara banyak menarik perhatian pengunjung yang menyambangi booth yang dikoordinir BPMPD dengan dukungan beberapa SKPD terkait termasuk Disbudpar.  Semantara itu Kepala Disbudpar Sri Wahyuni menjelaskan bahwa melalui pameran ini sebagai ajang promosi untuk mengenalkan potensi yang dimiliki Kutai Kartanegara akan budaya dan potensi Pariwisata supaya dikenal masyarakat Indonesia dan Mancanegara serta dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Dalam banyak kesempatan Kepala Disbudpar Sri Wahyuni memaparkan kepada tamu dan pengunjung tentang event Kalender kukar tahun 2016 diantaranya pelaksanaan Erau Adat Kutai dan International Folk Arts Festival yang dilaksanakan setiap tahun dan telah menjadi agenda Internasional di Tenggarong, event ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan CIOFF (International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts), serta menjelaskan juga potensi pariwisata Kukar saat ini akan membidik pasar Eropa dengan membuat website www.visitmyborneo.com dengan conten Samboja Adventure, Tenggarong For Culture Lovers, Mahakam Upstream.


 Dalam kegiatan Pameran APKASI Internasional Trade And Investment Summit  (AITIS) tahun 2016, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyajikan beberapa bahan promosi pariwisata antara lain Banner Roll, Agenda Erau Adat Kutai and International Folk Art Festival tahun 2016, brosur tentang EIFAF, bosur Dayak Cultural Villages in Kukar dan brosur visitmyborneo.


 Menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi stand Pameran Kukar atas kunjungan Presiden RI Joko Widodo pada hari sabtu (7/5), melalui Kepala BPMPD Bambang Arwanto telah menjelaskan event tahunan Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 sampai dengan 28 Agustus 2016.




Pementasan “Mega Mega” Oleh La Teater Lanjong


Pada 22/4/2016 jam 19.30 wita bertempat di Ladang Budaya ladaya, di Jalan Bahrim Seman Mangkurawang Tenggarong, La-Teater Lanjong mengulang kisah mega mega. Karya seni yang ditunjukkan dengan aksi teatrikal yang di cetuskan langsung oleh Arifin C. Noer dan di sutradarai Fahrul Yam Pay ini, Melalui dialog dan adegan yang susul-menyusul dengan tangkas, Arifin C Noer tidak lagi menghadirkan drama hanya sebagai tontonan, melainkan gambaran peristiwa yang terjadi sesuai zamannya,” kata Nesa, selaku Pimpinan Produksi (Pimpro) pementasan Mega Mega La Teater.







Pada kenyataannya teater merupakan alat yang digunakan punggawa panggung untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam masyarakat pada masa tertentu. Mega mega yang dibawakan oleh teater yayasan lanjong Indonesia , menggambarkan situasi dan keadaan masyarakat dimasa perlambatan ekonomi saat ini. “Honorer diistirahatkan, pekerja tambang dirumahkan dan kebutuhan hidup semakin sulit, jadi rasanya sangat pas mega mega. Ini semacam pengulangan peristiwa, ” jelas Nesa.



Lewat Mega Mega La-Teater menyuguhkan impian-impian yang ingin mereka wujudkan. Dalam hal ini, La-Teater menuangkan gagasannya Arifin C Noer dalam kemasan surealis, menggambarkan pengalaman bawah sadar, mimpi, kemurungan dan struktur yang terputus-putus. Semua berhubungan dengan alam bawah sadar atau mimpi.

Jalan cerita Mega-mega membawa kita untuk membayangkan hidup di Jogja di era tahun 1966, dengan setingan panggung Batang pohon beringin itu bagaikan rumah bagi Mae (perempuan tua sebatang kara, dan sejumlah orang lain)  Retno  seorang PSK, Panud (seorang pencopet muda, dan sejumlah pengangguran) Koyal, dan Tukijan  Sebuah sudut alun-alun, dengan bangku-bangku taman dan kardus kaum gembel. Rumah besar bagi mereka.





Pertunjukkan Mega-mega yang ditangani sutradara Fahrul Yam Pay ini dibuka dengan adegan yang menyegarkan. Retno, dengan baju Seksinya dan tongkrongan menantang, berdiri di bawah lampu jalan, mengepulkan asap rokok, mematikan, menginjak puntungnya, meludah. Menyalakan lagi rokok. Dan menyanyi lagu dangdut.

Pembuka yang sangat mengundang. Kita segera mahfum, dunia apa yang sedang ada di hadapan kita. Dunia kaum pinggiran yang sehari-hari kita lihat di sekeliling kita kecuali jika Anda hidup dari mobil ke mall ke rumah, ke pencakar langit dan sejenisnya namun kita tak sudi mengenalinya, gambaran orang-orang yang hidup dibawah garis kemiskinan, yang rela melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Dengan pendidikan yang minim yang tak punya harapan. Harapan? Tunggu. Mungkin yang satu ini mereka punya.





Tukijan misalnya, ia punya harapan akan hidup yang lebih baik dengan berusaha merantau ke tempat lain. Pacarnya, Retno, yang menjalani profesi PSK itu ragu. Bukan saja akan masa depan di tempat lain yang bisa tak lebih baik. Melainkan juga karena berat hati meninggalkan Mae, perempuan tua ibu dari semua orang itu, yang masih selalu terluka setiap kali menyadari, atau disadarkan bahwa ia tak punya anak karena mandul.

Panud punya harapan juga, untuk pensiun sebagai pencopet, dan mencoba peruntungan baru sebagai maling.Lalu ada Koyal yang melihat harapan cerah untuk mengubah hidupnya, dan seluruh orang sekelilingnya lewat lotere, yang hadiah utamanya akan cukup untuk membeli sebuah kerajaan kecil.

Harap dicatat, ini naskah berusia lebih dari 40 tahun, ketika lotere masih legal sebagaimana sekarang di sebagian besar negeri di dunia dan menjadi tumpuan harapan bagi kebanyakan orang yang mengalami kebuntuan dalam hidup sehari-hari.





Begitulah, lakon berkisar pada dunia impian yang diciptakan Koyal, yang akhirnya diamini dan dijalankan oleh para gembel sejawatnya, sekadar untuk menikmati dunia impian yang agak berbeda untuk hari itu. yang ketika tiba saatnya kembali pada kenyataan, rasanya sangat menyakitkan, khususnya bagi Koyal.




PENAMPILAN MLTR DI ROCK IN BORNEO PUKAU RIBUAN PENONTON


 Sejak siang hari para penggemar musik rock memadati lapangan Panahan Komplek Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, Sabtu 26 Maret 2016, lebih dari 10 jam event musik Rock In Borneo (RIB) 2016 berlangsung, penikmat musik merasa sangat terhibur oleh tampilan puluhan grup band, dari band lokal, nasional hingga band internasional dalam tajuk Rock In Borneo (RIB) 2016.

 Puncak dari helatan tersebut, dibuka dengan tampilnya band legendaris Indonesia Power Slave, band yang terkenal di era 1990 an sukses menghentak penonton untuk ikut bernyanyi bersama, dan sebagai pemungkasnya  tampilan band internasional dari Denmark, Michael Learns To Rock (MLTR).

Michael Learns To Rock (MLTR) membuka konser nya dengan membawakan lagu yang berjudul Someday sontak suara penonton bergemuruh mendengar alunan musik yang dibawakan yang diiringi dengan alunan intro suara gitar akustik. Grup band yang digawangi Jascha Richter (vokal/keyboard), Mikkel Lenz (gitar) dan Kare Wanscer (drum) sukses menghipnotis penonton dengan lagu – lagunya yang memang sudah familiar ditelinga para penonton, setiap lagu yang dibawakan band yang sangat terkenal di era 1990 an itu selalu diikuti oleh penonton, khususnya para penonton wanita yang menyaksikannya.

 Sebanyak 12 lagu dibawakan MLTR, antara lain: Ocean Of Love, Sleeping Child, Someday, That’s Why (You Go Away), Paint My Love, Breaking My Heart, Nothing To Lose, 25 Minutes, lagu – lagu tersebut diambil dari album – albumnya yang dirilis dari tahun 1991 – 2008.

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S. Sos. MM., yang dijuluki bunda metal berkesempatan naik ke atas pentas dengan ditemani suami tercinta Hendry Elfran Syafril (Benny).  Rita sangat bangga karena diawal kepemimpinannya kembali dapat menyuguhkan  hiburan konser musik bertaraf internasional dan memberikan suguhan hiburan musik gratis kepada masyarakat.

Diawal – awal pagelaran musik ini bertajuk Kukar Rock Festival (KRF) yang telah sukses mendatangkan band – band papan atas dunia, dimulai dengan mendatangkan Grup band Cadas Sepultura, Hellowen, Testament, Fair House, dan kali ini dengan Rock In Borneo (RIB) 2016 mendatangkan Michael Learns To Rock (MLTR). Menurut Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S. Sos. MM., “ Fetival music rock ini memasuki tahun ke 5 yang pertama mendatangkan Sepultura, Helloween, Testament, Fire House dan kali ini Michael Learns To Rock (MLTR)

Rita Widyasari. S. Sos. MM.,  juga sangat bahagia, karena antusiasme penonton yang luar biasa, tidak kurang 80.000 orang menyaksikan pagelaran musik yang memang selama ini selalu ditunggu – tunggu para penggemar musik tanah air. “Tujuan dari pagelaran musik ini untuk membangkitkan industri musik tanah air dan sebagai sarana promosi wisata bagi Kutai Kartanegara, yang gemar bermusik teruslah bermusik yang suka bikin marchandise teruslah berkreatifitas, mari kita bangun industri kreatif kita,”


Zona Edukasi Kampung Inggris Di Pulau Kumala


Salah satu keseriusan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menyambut wisatawan dari Domistik maupun Mancanegara yaitu dengan  menyiapkan zona Kampung Inggris sebagai pendukung pemandu wisata yang berada di Lamin Pulau Kumala.  Zona wisata Edukasi English Island tersebut di-launching Bupati Rita Widyasari didampingi Wakil Bupati Edi Damansyah ditandai dengan pengguntingan pita, Selasa (22/3/16) usai peresmian Jembatan Repo-Repo.


 Zona wisata edukasi Inggris secara resmi diluncurkan Bupati Kukar Rita Widyasari. Bupati Rita bersama rombongan menaiki anak tangga lamin yang terbuat dari kayu ulin. Di dalam lamin, tampak sambutan meriah ratusan siswa-siswi SMA yang mengikuti pelatihan bahasa Inggris di bawah instruktur Linda dari Australia.

Dalam kesempatan itu Bupati Kutai Kartanegara Rita Widya Sari  memberikan sambutannya dihadapan peserta didik dengan bahasa Inggris. “Saya bangga sekali, sudah ada anak-anak, teman-teman yang bergabung di Lamin Inggris, mudah-mudahan grup bahasa Inggris ini dapat mempengaruhi semua warga untuk belajar bahasa Inggris,” . Beliau juga menyebut Wakil Bupati, Ketua Forum Kukar Sehat (FKS), Ketua DPRD, Kapolres Kukar dan lainnya akan belajar bahasa Inggris. “Jangan pernah malu, karena saya pun masih belajar sampai hari ini.  Meskipun saya sudah mengambil S3, namun bagi saya belajar itu tidak akan pernah habis meski sampai ke liang lahat,”.
Menurut nya , ditetapkannya Lamin Kumala sebagai zona kampung Inggris akan melahirkan pemandu wisata yang berkualitas. Artinya siapapun yang masuk ke zona ini harus berbahasa Inggris.


 Beliau menambahkan untuk mempersilakan kepada siapapun yang punya minat untuk belajar bahasa Inggris bisa datang ke Lamin.  “Silakan jangan malu dan jangan ragu karena ini memang bukan bahasa kita, melainkan kita harus berusaha unuk menjalin komunikasi dengan baik,”.Ke depan di Pulau Kumala sendiri akan banyak kegiatan yang salah satunya sebagai pusat pendidikan Inggris kerjasama Universitas Cambridge.




Peresmian Jembatan “Repo-Repo” Oleh Bupati Kukar


Bupati Kutai Kartanegara  Rita Widyasari, Selasa (22/03), meresmikan  Jembatan penyeberangan khusus pejalan kaki ke pulau Kumala dengan sebutan Jembatan Repo-Repo. Nama ini diambil dalam istilah bahasa Kutai yang berarti gembok. Jembatan yang membentang diatas sungai Mahakam yang menuju Pulau Kumala dan orang- orang yang melintas bisa memasang repo-repo atau gembok bertuliskan nama dipagar Jambatan tersebut sebagai kenang-kenangan lambang cinta.

Peresmian Jambatan ini ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga yang dilakukan oleh Bupati Kukar Rita Widya Sari, bersama Sultan Aji Muhammad Sholehuddin II dan Wakil Bupati Edi Damansyah, setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan gembok yang dilakukan Bupati Kukar Rita Widya Sari bersama suami yang bertuliskan Rita & Beni di salah satu pagar Jembatan yang diikuti pejabat lainnya yang memasang gembok yang bertuliskan Love Kukar.




Pada kesempatan itu Rita Widya Sari mengingatkan agar kunci gembok tidak dibuang ke sungai Mahakam dan simpan, dan pemasangan gembok cinta hanya seru-seruan saja “Pasang repo-repo jangan punya keyakinan bahwa cinta akan abadi apalagi memalingkan cintamu pada tuhanmu,” ucap Rita. Setelah meletakkan gembok kunci Bupati Kukar terus berjalan hingga dipenghujung Jembatan menuju Pulau Kumala dan meninjau Pulau dengan berkeliling Pulau menggunakan kendaraan wisata gandeng di tempat wisata tersebut Rita Widya Sari berhenti di wahana Go Kart sekaligus mengendarainya mengelilingi lintasan go kart.




Setelah peresmian ini Bupati Kukar berharap agar Pariwisata di Pulau Kumala kembali bergairah dan akan memberikan harapan baru untuk Pariwisata Kukar yang menitik beratkan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor Pariwisata, dan berharap kepada seluruh SKPD dilingkungan Pemkab Kukar khusus nya dibidang Pariwisata dan pertanian arti luas mampu membaca apa yang diharapkan dalam memajukan sektor tersebut “ hari ini merupakan satu bagian dalam memantapkan sektor Pariwisata di Kukar” katanya.




Menurut Rita melalui Jembatan tersebut akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan salah satu cara menarik investor untuk membangun Pulau Kumala “ Di Pulau ini akan ada waterboom, kebun binatang mini, free wifi dan wahana menarik lainnya”  ujar nya. Di lokasi tersebut juga akan ditetapkan salah satu Lamin sebagai kampung Inggris karena untuk menjadi daerah wisata harus ditunjang dengan keahlian berbahasa Inggris bagi masyarakatnya. 





Dikatakan oleh Bupati Rita Widya Sari, tidak mudah menjadi daerah wisata yang tentunya dibutuhkan peningkatan sarana dan prasarana yang konsisten dan terencana yang harus disiapkan daerah “ Jika saya menyelenggarakan Festival, Pagelaran Musik, dan kegiatannya lainnya semata-mata hanya untuk meningkatkan ekonomi kreatif Masyarakat Kutai Kartanegara dan mengajak semua pihak untuk membangun bersama dalam menyambut kunjungan wisata.




Antusias Masyarakat Saksikan Gerhana Matahari Di Planetarium Jagad Raya


Fonomena alam yang sangat langka yaitu Gerhana Matahari, menarik keinginan ribuan warga Kota Tenggarong untuk menyaksikan secara langsung yang terjadi pada Rabu pagi hari (9/3/2016), pada pukul 07.00 wita warga mulai mendatangi Planetarium Jagad Raya Tenggarong yang menjadi tempat pengamatan Gerhana Matahari tersebut, dan pihak Planetarium menyiapkan beberapa teropong yang bisa digunakan untuk menyaksikan gerhana matahari.




Selain menyiapkan teropong yang dipasang halaman Planetarium, pihak panitia juga menyiapkan layar proyektor didalam Planetarium khusus untuk pengunjung yang tidak memiliki kaca mata gerhana, beberapa cara yang digunakan warga untuk menyaksikan Gerhana  Matahari ada yang menggunakan Teleskop yang telah di siapkan, menggunakan kacamata khusus, melalui layar proyektor, hingga menggunakan negatif  film photo rontgen.




Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar, Dra Sri Wahyuni. MPP mengatakan menyambut baik antusiasme masyarakat paling tidak masyarakat bisa lebih mengenal bahwa Planetarium merupakan tempat pengamatan dan Pendidikan mengenai benda angkasa atau tata surya dan kedepannya Planetarium tetap akan melakukan pengamatan-pengamatan benda-benda langit, gerhana bulan, atau pun fonomena benda antariksa lainnya.




Semantara itu menurut Ketua Kompas Kukar Wedi Handoko Fase Gerhana di Tenggarong terjadi sekitar 2 jam 20 detik dan intensitas terjadinya gerhana di Tenggarong mencapai 97,6% dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 08.35. WITA dengan lama durasi waktu berlangsung 1 menit 50 detik. Saat puncak GMT itu tampak suasana redup sehingga lebih mirip ketika matahari terbenam




Sedangkan acara pengamatan gerhana ini digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  yang didukung oleh Komunitas Pencinta Astronomi Kukar (Kompas) dan Planetarium Jagad Raya Tenggarong

Sebelum menyaksikan Gerhana Matahari, ratusan masyarakat juga melaksanakan Sholat Sunnah Gerhana Matahahari dihalaman Parkir Planetarium Jagad Raya Tenggarong yang dipimpin oleh Kepala Pondok Pesantren As Sauqi Tenggarong Ustadz Iwan Hartono.