Statistik

Hit hari ini : 15
Total Hits : 475,721
Pengunjung Hari Ini : 11
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 115,273

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 28 Next > Last >>

PEMENANG LOMBA FOTO SPARKLING ERAU 2015


Setelah memilih foto nominasi pada lomba Foto Sparkling Erau 2015, dewan juri lomba Foto kembali melakukan penjurian untuk menentukan Pemenang Lomba, hadir sebagai juri fotografer profesional yaitu Ray Bachtiar Dradjad yang juga pendiri Kamera Lubang Jarum Indonesia, Edrian Temajaya Wyrawan dari Bank Kaltim Cabang Tenggarong serta Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP.

Hasil penjurian terpilihlah Pemenang Lomba Foto Sparkling Erau 2015 untuk Kategori Erau  yaitu : Juara I tema foto “Siap Larung” karya Salehuddin Muhammad, Juara  II tema foto “Putra Mahkota” karya Awall Pratama, Juara ke III Tema foto “ Hello Borneo “ Karya Johanes.  Juara Foto terunik tema  foto “ bersalaman dengan sultan” karya Anwar.

Sedangkan juara Foto favorit ditentukan berdasarkan dukungan dengan memberikan tanda suka atau like kepada foto peserta yang ditampilkan di Facebook Visiting Kutai Kartanegara. Setelah melewati waktu yang cukup lama yaitu dari tanggal 13 Juli 2015 sampai dengan 13 Agustus 2015, akhirnya terpilih juara foto terfavorit yang mendapat dukungan paling banyak dari pecinta fotografi dan masyarakat. hasilnya foto “ Ngulur Naga “  karya Excel Orlando mendapatkan 812 jempol / dukungan keluar sebagai Juara terfavorit Lomba Foto Sparkling Erau 2015

Sedangkan untuk Kategori On The Spot Kirab Budaya Internasional, Juara I tema foto “ Kegembiraan di kirab budaya menyambut Adat Erau” karya Herdi Tanjong, Juara II tema foto “ Selfi Yuk” Karya Rabianur Rivan, sedangkan untuk juara III tema foto “ Mari berputar” karya Katon Nugroho.

Juri fotografer profesional yaitu Ray Bachtiar Dradjad mengatakan alasan dewan juri dalam memilih pemenang foto yaitu mengacu pada ketentuan lomba, peristiwa dan tema lomba Foto Sparkling Erau 2015. Bagi pemenang lomba Foto Sparkling Erau 2015 akan mendapatkan hadiah uang tunai, tropi serta piagam penghargaan,

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dra. Sri Wahyuni MPP, mengatakan salah satu  tujuan lomba foto Sparkling Erau  selain menjadi wadah penyalur hoby  juga menjadi ruang publikasi yang efektif untuk mengenal lebih jauh tentang Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2015. Selain itu penyelenggaraan Lomba Foto  Sparkling Erau 2015 diawali dengan workshop Fotografi dengan tema “ kita kembangkan kreatifitas karya fotografi dalam rangka mengenalkan budaya etam” yang dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2015, sehingga para photograper bukan hanya mengambil gambar tapi paham tentang  rangkaian dari acara adat Erau,




TKC Tampil Di WACI II 2015


TKC Tampil di WACI II  2015

Tenggarong – Tenggarong Kutai Carnival (TKC) kembali dipercaya dan mendapatkan kehormatan mewakili Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Karnaval Indonesia (DPD AKARI) Kalimantan Timur untuk tampil pada ajang Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) II sebagai rangkaian Jember International Event (JIE) 2015 pada tanggal 29 Augustus 2015 bersama-sama dengan perwakilan DPD AKARI propinsi dan Tim Peninjau lainnya. Tim TKC yang  berangkat ke Jember berjumlah 50 personil terdiri dari 30 orang talent pilihan yang akan menampilkan kostum karnaval dengan tema MANGROVE, ENGGANG, dan PURUN, penari tradisional Enggang sebanyak 9 orang, 2 orang pembawa spanduk dan 9 orang official.





WACI merupakan etalase Indonesia  yang digagas oleh Kementerian Pariwisata yang menampilkan ragam, corak, ciri khas dan potensi daerah dalam bentuk karnaval kostum yang memiliki standar karnaval. Penyelenggaran WACI tahun 2015 ini merupakan yang kedua kalinya. Selain TKC, Carnaval lainnya yang ikut serta dalam WACI II 2015 adalah Tanjung Pinang Carnival, Cirebon Carnival, Kuta Carnival, Solo Batik Carnival, Gading Nite Carnival dan Jember Fashion Carnival selaku tuan rumah.  





Tampilnya TKC untuk kedua kalinya di Jember sekaligus sebagai ajang menggali pengalaman untuk mempersiapkan diri pada show time TKC pada  event Festival Kota Raja 2015 yang akan menampilkan tema SUMPIT,  BUAH BOLO, dan PESUT MAHAKAM pada tanggal 10 Oktober 2015 di Tenggarong . Segala rangkaian persiapan untuk showtime tersebut dilakukan secara mandiri oleh Manajemen TKC dan disupport  langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara) baik pembuatan prototype kostum, pelaksanaan workshop bagi para talent sampai dengan pelaksanaan showtime nantinya.





Sebelum tampil di WACI -Jember, tim TKC saat ini tengah melakukan latihan koreografi setiap akhir pekan di halaman parkir gedung B komplek perkantoran Bupati Kutai Kartanegara. Puncak latihan akan dilaksanakan pada tanggal 22 dan 23 Agustus dimana para talent akan mengenakan properti yang akan ditampilkan pada saat WACI II nanti.  Adapun rangkaian kegiatan di Jember International Event 2015 terdiri dari International Exhibition 26 s/d 30 Agustus 2015, JFC International Conference 27 s/d 30 Agustus 2015, Kids Carnival 27 Agustus 2015, Artwear Carnival 28 Agustus 2015, Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) 29 Agustus 2015, dan Grand Carnival 30 Agustus 2015.





Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara juga mengirimkan Tim Pameran dan peserta konferensi pada International Exhibition 2015 yang merupakan event pertama kali yang digelar di Jember untuk mempromosikan kalender event Kabupaten Kutai, termasuk Festival Kota Raja pada bulan Oktober 2015.





Pawai Pembangunan 2015


 Untuk mengenang hari kemerdekaan dan memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke -70, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar pawai pembangunan yang berlangsung di Tenggarong pada sabtu 8 Agustus 2015. Pawai pembangunan ini diikuti ribuan peserta, mulai dari pelajar tingkat SD, SLTP, hingga SLTA, organisasi kemasyarakatan, paguyuban etnis, hingga pegawai dinas/instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

 untuk seluruh SKPD di wajibkan menampilkan kendaraan hiasnya masing - masing yang melambangkan instansinya, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara pun ikut serta dalam menyemarakkannya, dengan bangga mengusung Tema Visit Jam Bentong, menampilkan miniatur mobil hias yang menyerupai Jam Bentong, yang telah menjadi tempat Informasi Pariwisata Kutai kartanegara, dan mobil hias dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini di ikuti oleh pegawai yang mengenakan pakaian Asli Kutai diantaranya Takwo, Miskat, baju cina.

 Pawai Pembangunan ini di laksanakan mulai pukul 08.30 WITA, yang di lepas dari depan Kantor Bupati Kutai Kartanegara, setelah itu para peserta pawai termasuk kendaraan hias menempuh rute sepanjang 2 km, sampai finish di Panggung kehormatan di jalan KH. Akhmad Muksin, di depan Bank BPD Kaltim. selam perjalanan peserta dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan informasi kepada masyarakat yang hadir menyaksikan pawai, baik melalui komunikasi langsung maupun melalui calender event, travel guide, buku - buku tentang objek wisata Kutai Kartanegara.

 Pj. Bupati Kutai Kartanegara H. Chairil Anwar bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( FKPD ) dan Kepala Dinas / Instansi lainnya menyaksikan pawai tersebut di tribun panggung kehormatan. saat para peserta pawai melintas di depan tribun kehormatan, para peseta memperagakan atraksi masing sehingga menambah semarak kegiatan Pawai Pembanguna ini. seperti peserta dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saat di tribun yang menyerahkan kue yang berbentuk Jam Bentong kepada PJ. Bupati Kutai Kartanegara H. Chairil Anwar.


Lomba Foto Sparkling Erau 2015 Masuki Tahap Pemilihan Foto Favorit.


Lomba Foto Sparkling Erau 2015 yang dilaksanakan  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara telah memasuki tahapan pemilihan Foto Favorit dari tanggal 13 Juli sampai dengan 13 Agustus 2015. Untuk Polling dan dukungan foto favorit peserta cukup dengan menyatakan tanda suka ( jempol ) pada foto nominasi, dengan membuka Facebook Visiting Kutai Kartanegara.  Sambutan dan antusias masyarakat pada Lomba Foto kali ini cukup tinggi, 123  peserta dengan jumlah 528  foto yang diterima Panitia, Fotografer Nasional Ray Bahtiar Drajad” berpendapat  bahwa pelaksanaan lomba foto tahun ini progresnya lebih baik dari tahun sebelumnya hal ini terlihat dari jumlah email dan foto yang masuk  serta kualitas foto peserta yang semakin baik. Sehingga juri telah memilih sebanyak 76 foto Nominasi yang lebih banyak dari tahun sebelumnya berjumlah 30 foto nominasi. Selanjutnya dari foto nominasi ini akan dilombakan untuk pemilihan foto favorit dan pemilihan foto juara lainnya. untuk diketahui dari kiriman email dan foto yang masuk pada panitia, peserta lomba Foto Sparkling Erau  2015 diikuti dari dalam dan luar Kalimantan Timur

Sampai dengan hari Rabu  tanggal 29 Juli 2015, dari 76 foto nominasi yang sudah memberikan tanda suka atau jempol sebanyak 4.045 orang, dari  foto  yang paling disukai mendapatkan 315 tanda suka, Masih ada waktu sampai tanggal 13 Agustus 2015 bagi  peserta yang fotonya telah masuk nominasi untuk merebut juara favorit lomba foto Sparkling Erau  2015, dengan cara menggalang dukungan sebanyak – banyaknya dari masyarakat. Dukungan terhadap foto nominasi ini, ternyata tidak hanya didukung oleh masyarakat dan pecinta photografi di Kalimantan Timur dan Indonesia tetapi mendapat Apresiasi dari luar negeri yaitu termasuk para peserta Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) tahun 2015.

Lomba Foto Sparkling Erau 2015  akan memperebutkan  total hadiah 29.500.000 yang terdiri dari 2 (dua) kategori yaitu kategori Erau dan On The Spot Kirab Budaya International, tropi dan piagam  penghargaan. Penjurian dilakukan oleh fotografer professional yaitu Ray Bahtiar Drajad yang juga pendiri Kamera Lubang Jarum Indonesia, Bank Kaltim Cabang Tenggarong serta Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengatakan bahwa “ Penyelenggaraan Lomba Foto  Sparkling Erau 2015 diawali dengan workshop Fotografi dengan tema “ kita kembangkan kreatifitas karya fotografi dalam rangka mengenalkan budaya etam” yang dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2015, kemudian tujuan dari lomba foto ini  adalah bentuk dari kepedulian dan pembinaan industri kreatif ( Bidang industri video, film  dan fotografi ) yang dilakukan Pemerintah. Selain menjadi ajang kreatifitas bagi pecinta dan komunitas fotografi juga melalui lomba foto diharapkan dapat memberikan informasi daya tarik wisata budaya kepada wisatawan dan lebih mengenalkan atau memperluas publikasi Potensi Wisata Budaya  dengan Event Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) serta  untuk lebih mendorong partisipasi dan menumbuhkan minat para komunitas maupun masyarakat dalam memajukan bidang fotografi di Kabupaten Kutai Kartanegara ’’.


Merebahkan Ayu 2015





Kemeriahan Erau International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015, yang berlangsung selama sepekan di Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara, dan resmi di tutup Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Mukmin Faisyal. HP. MH. dan berlangsung di beranda Keraton Kesultanan Ing Martadipura atau Museum Mulawarman Tenggarong. dan pada keesokan harinya di laksanakan Ritual merebahkan ayu sebagai puncak akhir dari rangkaian kegiatan acara Erau Adat Pelas Benua dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2015 yang digelar dikeraton (Museum Mulawarman) pada pagi hari.




Prosesi merebahkan Ayu dilakukan oleh empat (4) orang kerabat Keraton dan pejabat, diantaranya wakil Bupati Kutai Kartanegara H.M Ghufron Yusuf, dan Kepala Pengadilan Negri (PN) Tenggarong, serta dihadiri seluruh kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Dalam prosesi upacara adat merebahkan Ayu, mentri Sekretaris Keraton (Museum Mulawarman) HAP Gondo Prawiro bertugas menyambut ujung Ayu/Kepala Ayu yang disaksikan Sultan Kutai Kartanegara H.Adji Moehammad Salehoeddin II, dan Putra Mahkota HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, serta kerabat Keraton lainnya.




Pangkon Luar yang semula bertugas di bagian luar telah bergabung masuk ke dalam istana dan duduk bersila di sebelah pangkon dalam. Sultan dan kerabat duduk berjejer menghadap ke tiang ayu yang di kelilingi oleh dewa dan belian, di atas jalik ada tambak karang, tilam, bantal kuning dan hamparan tapak liman. Sesaat kemudian empat orang kerabat berdiri menghampiri tiang tiang ayu dan memegang sambil menggoyang sebanyak tiga kali, seakan - akan merebahkan sebatang pohon yang kokoh tertanam di tanah dan langsung rebah di atas tilam / kasur dan bantal kuning / sebagaimana tidur dan beristirahatnya seorang petinggi yang di layani dengan rasa kasih saying. Setelah Ayu direbahkan dan dilanjutkan dengan ritual Tepung Tawar oleh pawang perempuan atau yang disebut Dewa bini, ritual ini dilakukan sambil memercikan air ke Ayu yang telah dibaringkan dari bagian kepala / puncak menurun ke bawah ( bagian / renbak / pangkal ) sebanyak tiga kali sambil besawai. Kemudian dewa bini besawai lagi sambil membawa peralatan tepong tawar berjalan duduk hormat dan sembah kehadapan sultan untuk melaksanakan tepong tawar di bagian punggung tangan kanan dan kepala, baru turun ke lutut kiri dan kanan, juga betis kiri dan kanan. Kemudian Sultan di persilahkan mengambil air kembang / bunga tepong tawar untuk di oleskan ke bagian mata kiri dan kanan dan menyapu / menyeka bagian muka dan atas kepala. Selesai sultan di teopong tawari, di lanjutkan ke putra mahkota dan kerabat sebagai pelaksana erau dan acara ritual dan tradisi selesai dan di tutup dengan bersilaturahmi sekalian hadirin. pertanda bahwa acara Erau Adat Pelas Benua dan Erau International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015 sudah selesai atau berakhir dan dilanjutkan pula dengan pembacaan do'a selamat yang dipimpin oleh seorang kerabat Keraton sebagai tanda syukur kepada Allah S.W.T bahwa acara Erau Adat Pelas Benua dan Erau International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015 Festival berlangsung sukses.




Selanjutnya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H.Adji Moehammad Salehoedin II, dan Putra Mahkota HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, serta kerabat Keraton lainnya mulai berpamitan, petugas adat, Belian dan Dewa hingga pasukan Kesultanan menyalami Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H. Adji Moehammad Salehoedin II.


Mengulur Naga Erau 2015





Erau International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015, telah berlangsung selama sepekan di Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara, di hadiri Sultan Kutai H. Adji Mohamad Salehoeddin II, Putra Mahkota HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, Kerabat Kesultanan Ing Martadipura dan Jajaran Pemkab Kutai Kartanegara, Wakil Gubernur Kalimantan Timur  H. Mukmin Faisyal. HP. MH., Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari,P.Hd, Mantan Menpora Roy Suryo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni, MPP., dan Pimpinan serta tim kesenian 13 negara anggota International al Council of Organizations of folklore Festivals and Folk Art ( CIOFF ).

Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Mukmin Faisyal. HP. MH., menutup secara resmi Erau International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015, Prosesi Puncak Kemeriahan Erau Pelas Benua dan Erau International Folklore And Art Festival ( EIFAF ) di tandai dengan prosesi mengulur naga. Prosesi ini di gelar di halaman Keraton Kesultanan Ing Martdipura, Replika Naga akan menyusuri sungai mahakam dan berakhir di Kutai lama, Anggana.

 Dua ekor naga yang terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kepala terbuat dari kayu yang di ukir mirip kepala naga dan di hiasi sisik warna warni dan diatas kepala terpasang ketopong ( mahkota ), di bagian leher terdapat kalung yang dihiasi kain berumbai warna warni. Bagian leher yang berkalung di sammbungkan kebagian badan yang terbuat dari rotan dan bambu, dan di bungkus dengan kain kuning. Pada kain kuning ini disusun sisik - sisik ular besar. Badannya seakan - akan seekor naga yang siap berjalan kearah tujuannya, bagian ekor terdiri terbuat dari kayu yang telah diukir menyerupai seekor naga.




Selama tujuh hari tujuh malam dua ekor naga ini telah di semayamkan di bagian serambi kanan keratin untuk naga laki, dan di bagian bawah sekitar dada di taruh / di tempatkan masing - masing penduduk lengkap dengan isinya di hadapan serambi kiri kanan tempat naga bersemayam terdapat titian di sebut rangga titi tempat naga di turunkan yang di hampari kain kuning untuk menuju sungai, sebelum naga di turunkan dari persemayamannya ada prosesi persembahan oleh dewa belian memberi jamuan dan besawai bahwa naga akan di turunkan. Selesai ritual oleh dewa belian 17 orang laki - laki berpakaian lengkap ( celana panjang batik, baju cina lengan panjang putih, sarung diikatkan di pinggang dan di kepala diikatkan potongan kain batik di sebut pesapu ). Mulai bergerak mengangkat kedua naga tersebut bersamaan dan mulai menuruni titian menuju sungai, sedangkan dewa belian berjalan di bagian muka sebagaian muka sebagai kepala jalan sebagai kelpala jalan sambil membawa perapen / persepan.

Saat perjalanan naga menuju ke sungai di hantar oleh empat orang pangkon laki dan empat orang pangkon bini dan seorang membawa molo / guci untuk untuk mengambil air tuli yang di apit oleh dewa belian laki bini yang membawa perapen / persepan. Sedangkan di kiri dan kanan dua naga di apit oleh prajurit yang berpakaian lengkap dan membawa tombak. Sesampainya di tepi sungai ( pelabuhan ) dewa belian melakukan memang dan dua ekor naga di naikkan keatas kapal ( perahu motor ) dengan posisi menghadap kehaluan / depan kapal. Kapal dan pengiring naga bertolak ke ulu sungai menuju kepala benua sebagaimana titik awal prosesi menjamu benua dan berputar - putar sebanyak tiga kali baru menuruni sungai ke hilir. Dalam perjalanan tepatnya di pamerangan desa jembayan loa kulu, perjalanan kapal di tampatkan, alunan gamelan di bunyikan dan dewa belian be mamang untuk pemberitahuan kepada sekalian penghuni / penduduk / masyarakat gaib di sekitar pamerangan bahwa naga sedang di turunkan menuju tepian batu kutai lama, anggana. Selepas wilayah pamerangan, kapal membawa naga melaju kembali hingga di tepian aji samarinda seberang, di tepian aji ini di sambut dengan acara ritual tokoh - tokoh suku bugis, kapal melambat dan dewa belian bemamang sambil mengalunkan gamelan, juga sebagai pemberitahuan bahwa prosesi naga sedang di turunkan di kutai lama, sesampainya di kutai lama dewa belian bemamang dan alunan gamelan di mainkan, kapal berputar di tepian batu kutai lama, di Tepaian Batu ritual penyambutan di lakukan oleh para tokoh - tokoh masyarakat kutai Lama dan para pengiring naga sambil menurunkan / melaboh dua ekor naga di tengah masyarakat Kutai Lama.

Sebelum naga tenggelam, bagian kepala naga tepatnya di daerah kalung naga harus di sembelih / di potong, begitupun di bagian ekor di potong. Bagian kepala dan ekor naga yang telah di potong di bawa kembali ke Tenggarong untuk di semayamkan hingga acara ngulur naga yang akan datang. Saat prosesi ini air tuli di ambil untuk belimbur. Badan naga yang telah terpotong, menjadi perebutan masyarakat yang menghadiri prosesi ini dengan mengambil sisik - sisiknya dengan berbagai macam tujuan yang bersifat mistis. Ada yang berperahu dan berenang mendekati badan naga yang siap di sisiki oleh para pengunjung, secara perlahan, kerangka badan naga tenggelam di tutup gelombang / riak - riak air menghantarkannya ke dasar sungai. Kapal pembawa naga kembali ke tenggarong dan di semua kampong/ desa yang di lewati terjadi acara belimbur massal sebagai unsur kehidupan.

Belimbur bermakna penyucian diri dari pengaruh jahat sehingga orang orang yang di limbur kembali suci dan menambah semangat dalam membangun daerah, serta lingkungan dan sekitarnya juga bersih dari pengaruh jahat.


Penutupan Erau International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015



 Erau International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015, telah berlangsung selama sepekan di Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara, dan resmi di tutup pada hari minggu tanggal 16 Juni 2015. Acara Penutupan ini berlangsung di beranda Keraton Kesultanan Ing Martadipura atau Museum Mulawarman Tenggarong. Penutupan ini di hadiri Sultan Kutai H. Adji Mohamad Salehoeddin II, Putra Mahkota HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, Kerabat Kesultanan Ing Martadipura dan Jajaran Pemkab Kutai Kartanegara, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Mukmin Faisyal. HP. MH., Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos. MM., Mantan Menpora Roy Suryo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni, MPP., dan Pimpinan serta tim kesenian 13 negara anggota International al Council of Organizations of folklore Festivals and Folk Art ( CIOFF ).





 


 Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Mukmin Faisyal. HP. MH., menutup secara resmi Erau International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2015 dan menyampaikan Terimakasih atas pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, para seniman, dan masyarakat Kutai Kartanegara atas terlaksananya pesta adat seni dan budaya Erau, terimakasih atas kesungguhan yang telah menjaga, serta memelihara warisan budaya leluhur dan masih bisa kita saksikan. Erau merupakan peristiwa budaya yang menjadi momentum untuk mendukung tahun kunjungan wisata Kalimantan Timur 2015, tentu hal tersebut untuk memajukan pariwisata Kutai kartanegaradan Kalimantan Timur.


Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos. MM.,mengatakan bahwa Erau bukan hanya sekedar ungkapan rasa syukur dan mempererat persatuan, tapi sebagai upaya pelestarian dan pengembangan adat istiadat. " Erau adalah salah satu event yang memiliki cara untuk mengembangkan pariwisata Kutai Kartanegara, di hadapan ribuan pengunjung yang memadati halaman Museum Mulawarman. berpartisipasinya anggota CIOFF, selain menyemarakkan Erau, juga memperkaya khasanah berkesenian, serta menjalin persahabatan di karnakan para anggota CIOFF yang akan kembali kenegaranya masing - masing, dan akan menyampaikan Erau dan Kutai Kartanegara ke negaranya masing - masing. kami ingin Kutai Kartanegara di lihat dunia dan untuk meningkatkan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.


Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, S.Sos. MM., meminta kepada Mantan Menpora Roy Suryo agar memberikan sepatah duapatah kata mengenai Erau, karna ini yang ke dua kalinya beliau hadir dan mengikuti prosesi adat Kesultanan Kutai kartanegar Ing Martadipura. Roy Suryo yang hadir berpesan agar pemerintah dan masyarakat menjaga warisan budaya Erau ini.






Green Kumala & Cultural Visit


 penghijauan yang di dalamnya terdapat aksi penanaman pohon bersama Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP, seluruh anggota delegasi 13 Negara CIOFF, dan Perwakilan Bankaltim Tenggarong, serta seluruh tamu undangan perwakilan dari SKPD Kutai Kartanegara. Dalam kesempatannya Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM., mengatakan Erau dan International Folklore and Art Festival ( EIFAF ) bukan hanya sekedargelaran senidan budaya saja, tetapi juga berisi kegiatan cinta lingkungan dengan penanaman pohon khas Kutai, menurut beliau kegiatan Green Kumala ini sekaligus upaya budidaya dan melestarikan serta memperkenalkan buah - buah asli Kutai. kita memiliki buah khas Kutai diantaranya Lai, Durian, dan sebagainya, ini perlu di perkenalkan dan di lestarikan. Penanaman bibit buah ini juga menjadi kenang - kenangan bagi partisipan Erau dari 13 negara ini, karna bisa saja mereka suatu saat mereka kembali danmemetik buah hasil tanamannya. Beliau juga berencana menjadikan Pulau Kumala sebagai Agro wisata atau wisata khus buah - buahan dan beliau yakin pulau Kumala kedepannya akan menjadi tujuan wisata andalan di Kutai Kartanegara.






 Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP., menyampaikan bahwa kegiatan Green Kumala dan Cultural Visit ini di pasilitasi oleh Bankaltim Tenggarong, dengan menyiapkan buah - buahan yang akan di tanam sebanyak 500 pohon, yang terdiri dari 300 bibit dari Bankaltim dan 200 dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Setelah penanaman pohon acara Green Kumala ini juga di rangkai dengan kegiatan kunjungan budaya delegasi kesenian 13 Negara partisipan EIFAF ke lamin adat suku Dayak Kenyah yang ada di Pulau Kumala. para peserta yang hadir terlihat sanagat antusias dalam mengikuti kegiatan Green Kumala ini, apalagi ketika delegasi kesenian mancanegara mencoba berbagai macam tradisi suku asli Kutai Kartanegara, diantaranya tarian - tarian, permainan tradisional, hingga kuliner khas Kutai.  


Street Performance






Dalam rangka memerihkan Erau Adat Kutai and International Folk Arts Festival Tahun 2015 salahsatunya adalah Street Performance yang menampilkan keseniandari Negara – Negara peserta EIFAF 2015 dan tidak Ketinggalan penampilan dari tuan rumah sendiri. Penampilan dari 14 Negara ini dimulai pada hari Senin tanggal 08 sampai dengan Sabtu tanggal 13 Juni 2015 pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00 Wita yang berlokasi di Pedestrian bawah jembtan.





 





Setiap sore hari ratusan masyarakat Tenggarong ramai berbondong – bondong datang ke pedestrian bawah jembatan Kutai Kartanegara untuk menyaksikan penampilan serta atraksi dan kesenian  dari 14 Negara yang terdiri dari Estoni, Poland, Turkey, Germany, South Korea, Malaysia, Slovenia, Egypt, Rusia, Latvia, Hawai-Usa, Hungary, Italy dan Indonesia. Para peserta tampil bergantian dari tanggal 8 – 13 Juni 2015, bahkan bukan saja dari tampilan mancanegara yang ikut memeriahkan namun dari kesenian lokal indonesia juga ikut serta dalam penampilan Street PerFormance. 





Penampilan dari masing – masing Negara dimulai dari Senin tanggal 08 Juni 2015 oleh Negara Soulth Korea, Malaysia, Poland dan Indonesia dari kesenian Ngelaway dan Uyuy Tiga, pada Selasatanggal 09 Juni 2015 yaitu Negara Slovenia Hungary, dan Rusia serta dari Indonesia grup kesenian Karya Budi,  padaRabutanggal 10 yaitu SMA II, SamanTaqaq , SD 028 , Latvia dan Italy, Jum’at tanggal 12 yang tampilpada street performance LSBK (Kumala), Germany,Turkeydan Egypt danpadahariSabtutanggal 13 yaituSekarKedaton, BungaMekar, Hawai-USA,dan Estonia. 






Street Performance Of Local And International Folklore


Dalam rangka memerihkan Erau Adat Kutai and International Folk Arts Festival Tahun 2015 salah satunya adalah Street Performance yang menampilkan kesenian dari Negara – Negara peserta EIFAF 2015. Penampilan dari 14 Negara ini dimulai pada hari Senin tanggal 08 Juni 2015 pukul 16.00 sampai dengan selesai yang berlokasi di Pedestrian bawah jembtan tepatnya dihalaman Kantor Bupati Kutai kartanegara.




Penampilan pertama  disuguhkan dari Negara South Korea yang penampilan mereka sangat memukau penonton yang memang rindu akan hiburan.

Penampilan dari tuan rumah sendiri yaitu dari kelompok kesenian Ngelawai yang menampilkan tari gantar dari dayak benuaq. Dan dari Uyay Tiga dengan tarian Burung Enggang dari Dayak Kenyah, tarian burung enggang ini menggambarkan persahabatan atau bisa juga diartikan perpindahan dayak kenyah dari suatu daerah ke daerah lainnya.








Selanjutnya pertunjukkan dari Negara Malaysia menampilkan empat (4) jenis tarian dan satu (1) lagu yang kesemuanya mampu menghipnotis penonton. Dan penampilan terakhir ditutup oleh Negara Polandia yang menampilkan tarian yang menggambarkan pertemuan muda mudi pada acara pernikahan dan merekapun saling jatuh cinta.