Statistik

Hit hari ini : 382
Total Hits : 289,473
Pengunjung Hari Ini : 112
Pengunjung Online : 2
Total pengunjung : 67,498

Flag Counter

Home Berita dan artikel

Berita dan artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 20 Next > Last >>

Juara Lomba Foto Beautiful Erau 2014


Setelah melewati waktu yang cukup lama yaitu dari tanggal 15 Juli 2014 sampai dengan 15 Agustus 2014, akhirnya terpilih juara foto terfavorit yang mendapat dukungan paling banyak dari pecinta fotografi dan masyarakat. Tidak mudah untuk mendapatkan juara ini, persaingan untuk mendapat dukungan terus silih berganti dan saling menyusul agar mendapat simpatisan dari para pesbukers. Hasilnya foto Tari Tradisional Bangladesh karya Herdi Tanjong mendapatkan 704 dukungan keluar sebagai Juara Terfavorit Lomba Beautiful Erau 2014.



Pada tahap Penjurian yang di lakukan tanggal 20 Agustus 2014 bertempat di Ruang Serba guna Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, hadir sebagai juri fotografer profesional yaitu Ray Bachtiar Dradjad yang juga pendiri Kamera Lubang Jarum Indonesia, Bank Kaltim Cabang Tenggarong serta Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP. Hasil penjurian terpilihlah Pemenang Lomba Foto Beautiful Erau 2014 yaitu :



Juara I dengan judul foto Korsel Dance Perform karya M. Iqbal Dimar.



Juara ke II dengan judul foto Obsesi Orang Mesir karya Salehuddin Muhammad

Juara ke III dengan judul foto Tarian Perang Suku Dayak Benuaq

Juara Foto Unik dengan judul foto Di Balik Lensa Sultan karya Taqien Hw   



Juara Foto Favorit dengan JudulTari Tradisional Bangladesh karya Herdi Tanjong



Juri fotografer profesional yaitu Ray Bachtiar Dradjad mengtakan alasannya dalam memilih pemenang foto yaitu mengacu pada ketentuan lomba, peristiwa dan tema lomba Foto Beautiful Erau 2014.

Judul Foto Korsel Dance Perform karya M. Iqbal Dimar yaitu penampilan seorang penari Korsel pada saat kegiatan Street Performance Folklore International. Foto ini mencerminkan bahwa sebuah budaya dapat di sampaikan secara universal dan melalui tarian budaya itu terlihat bahwa terjadi interaksi penari dengan penonton sehingga dapat memahami isi pesan yang di sampaikan oleh si penari dengan kebudayaan yang di bawakannya, dan terlihat antusias penonton serta adanya keterkaitan dengan tema lomba foto yang menggambarkan keindahan dan keakraban.  

Judul Foto obsesi Orang Mesir, Yaitu tercermin kegembiraan peserta Folklore dari negara Mesir saat saling besimbur aer pada kegiatan belimbur. Secara hasil fotografi, foto ini memang bagus. Negara Mesir yang di ilustrasikan dengan cuaca yang sangat panas karena gurun pasir dan bahkan sulit untuk mendapatkan air serta tidak ada tradisi seperti belimbur.

Judul Foto Tarian Perang Suku Dayak Benuaq, tari perang yang Exsperimental ini menceritakan tentang seorang pahlawan yang sedang berperang melawan musuhnya. Dengan gerak yang penuh dinamis dan gambaran tradisi untuk sebuah budaya yang selalu bergerak. 

Bagi pemenang Lomba Foto Beautiful Erau 2014 agar mengirimkan file foto asli / ke panitia penyelenggara, melalui email lombafotoeifaf@gmail.com atau datang langsung ke kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kutai Kartanegara ( Seksi Data dan Informasi ).

 



 


SHOW TIME GRAND CARNIVAL JEMBER FASHION CARNIVAL (JFC) 2014

SHOW TIME WONDERFUL ARTCHIPELAGO CARNIVAL INDONESIA DAN LAUNCHING ASOSIASI KARNAVAL INDONESIA (AKARI)



Untuk pertama kalinya Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia dilaksanakan dan diikuti oleh 6 propinsi di Indonesia. Perhelatan ini dilaksanakan di Jember dan event ini digagas oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI), acara yang berlangsung kemarin (23/08) berlangsung meriah dan sukses. Start dari Alun-alun Jember sampai Lapangan PTPN XII, para peserta dari 6 propinsi tampil disaksikan oleh puluhan  ribu penonton dan diliput ribuan media massa dalam dan luan negeri.






    Acara WACi dilaksanakan sekaligus dengan launching atau peresmian AKARI oleh I Gde Pitana, Kepala Badan Professional Skill Development Kemenparekraf, selain itu hadir juga Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konventsi, Insentif dan Event Akhyaruddin beserta BUpati Jember M.Z.A Djalal dan Kapolres Jember. Dalam sambutannya Pitana mengatakan “Indonesia merupakan Negara yang kaya budaya namun kalah bersaing. Karena itu, kekayaan itu perlu dikenalkan dalam bentuk karnaval agar mampu menarik wisatawan”.






    Menurut Pitana berdirinya WACI tidak bermaksud menyaingi karnaval yang sudah ada dibeberapa daerah, tetapi justru sebaliknya, pemerintah ingin mengangkat setiap karnaval yang ada di daerah agar lebih dikenal di dalam maupun di luar negeri. Diharapkan dengan adanya WACI, semua propinsi bisa membentuk AKARI dan akhirnya bisa mengikuti WACI setiap tahunnya.






GENERAL REHEARSAL (GLADI BERSIH) WACI


Tenggarong Kutai Carnival bersama 5 propinsi delegasi Asosiasi Karnaval Indonesia akan tampil perdana dalam acara show time Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) 2014. Jember menjadi tuan rumah untuk acara yang baru pertama kali dilaksanakan ini, hal ini dikarenakan Jember melalui JFC sudah melaksanakan karnaval dengan pengalaman selama 13 tahun dan Jember sudah dikenal di dunia internasional. Dengan dilaksanakannya perhelatan WACI di Jember diharapkan agar WACI bisa lebih cepat dikenal.

    WACI dilaksanakan setelah serangkaian kegiatan coaching clinic di enam propinsi yakni DKI Jakarta, Bali, Kepulauan Riau, Kaltim, Jateng dan Bangka Belitung. WACI diharapkan menjadi etalase karnaval nusantara.

    6 (enam) propinsi yang diwakili oleh Solo Batik Carnival, Tenggarong Kutai Carnival, Belitung Beach Carnival, Kuta Carnival, Jakarnaval dan Gading Night Carnival akan tampil dalam acara yang dihadiri oleh ribuan penonton beserta media massa dari dalam dan luar negeri.




    Tenggarong Kutai Carnival akan tampil dengan kostum bertema Belian, Anggrek dan Seraong serta dua kostum untuk tema carnaval tahun ini yakni purun dan mangrove. TKC juga membawa para penari Belian yang turut mengiringi peserta sampai di garis finish.


WELCOME DINNER WONDERFUL ARTCHIPELAGO CARNAVAL INDONESIA 2014


    Berlangsung di Central Park (Runway Utama) acara Welcome Dinner (21/08) yang dihadiri oleh semua talent dan crew WACI. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf, Sekda Bupati Jember, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Even, Kemneparekraf beserta rombongan, Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Jember, Ketua dan Sekjen DPP AKAri, Wakil Sekjen DPP ASPERAPI, JFC Management beserta undangan.




    Acara ini diisi dengan briefing WACI oleh DPP AKARI dan Kemenparekraf. Tim Tenggarong Kutai Carnival (TKC) turut serta dalam acara ini dan mengikuti briefing dalam persiapan acara puncak WACI yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2014.







    Setelah acara Welcome Dinner, para peserta WACI mengikuti General Rehearsal (Gladi Bersih WACI –I di Central Park.





Tenggarong Kutai Carnival Akan Tampil Pada WACI 2014 Di Jember


Sebanyak 71 orang yang merupakan tim utusan dari DPD Kalimantan Timur yang terdiri atas talent TKC, Helper beserta official dari Dinas Kebudayaan dan Pariiwisata Kabupaten Kutai Kartanegara berangkat menuju Jember (21/08), dalam rangka mengikuti acara Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) 2014. 





Event  WACI untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia dan akan diikuti oleh utusan DPD AKARI dari 6 Propinsi di Indonesia, yaitu Akari Bali, Akari Kepulauan Riau, Akari Bangka Belitung, Akari DKI Jakarta, Akari Jawa Tengah dan Akari Kaltim yang diwakili oleh Tenggarong Kutai Carnival (TKC) dari Kutai Kartanegara.


  


Tim TKC beserta official berangkat menuju Jember dengan persiapan yang matang dan beertekad untuk tampil sebaik-baiknya pada acara berkelas internasional tersebut. Sebelum berangkat bertempat di Halaman Gedung Kembar B Kompleks BUpati Kutai Kartanegara terlebih dahulu diadakan briefing oleh Kepala Bidang Pemasaran Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bapak Drs. Witontro.


Acara show time WACI nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2014, sekaligus lauching Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI).





Polling Foto Nominasi Beautiful Erau 2014


Lomba Foto Beautiful Erau 2014 garapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara telah memasuki tahapan pemilihan Foto Favorit dari tanggal 15 Juli sampai dengan 15 Agustus 2014. Untuk Polling dan dukungan foto favorit peserta cukup dengan menyatakan tanda suka        ( jempol ) pada foto nominasi, dengan membuka Facebook Visiting Kutai Kartanegara.  

Sambutan dan antusias masyarakat pada Lomba Foto kali ini cukup tinggi, ada sekitar 70 email peserta dengan jumlah 364 foto, dari 364 foto itu telah di lakukan penilaian oleh Juri sehingga terpilih sebanyak 39 foto yang berhak mengikuti tahapan pemilihan foto favorit. Dari kiriman email dan foto yang masuk pada panitia, peserta lomba foto Beautiful Erau 2014 diikuti dari dalam dan luar Kalimantan Timur.

Sampai dengan hari Jum'at  tanggal 25 Juli 2014, yang sudah memberikan tanda suka atau jempol sebanyak 2.918 orang, posisi sementara foto terbanyak yang mendapatkan tanda suka atau jempol yaitu Foto pertama yang berjudul Di balik lensa Sultan dengan total yang menyukai 388 orang, Foto kedua dengan judul Bebelian dengan total yang menyukai 318 orang, dan foto ketiga ialah dengan judul Tarian Tradisonal Bangladesh dengan total yang menyukai 282  orang. Masih ada waktu sampai tanggal             15 Agustus 2014 bagi  peserta yang fotonya telah masuk nominasi untuk merebut juara favorit lomba foto Beautiful Erau  2014, dengan cara menggalang dukungan sebanyak – banyaknya dari masyarakat. Dukungan terhadap foto nominasi ini, ternyata tidak hanya didukung oleh masyarakat dan pecinta photografi di Kalimantan Timur dan Indonesia tetapi mendapat Apresiasi dari luar negeri yaitu para peserta Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) tahun 2014.

    Lomba Foto Beautiful Erau 2014 akan memperebutkan  total hadiah 21 juta rupiah, tropi dan piagam  penghargaan. Penjurian dilakukan oleh fotografer professional yaitu Ray Bahtiar Drajad yang juga pendiri Kamera Lubang Jarum Indonesia, Bank Kaltim Cabang Tenggarong serta Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kutai Kartanegara Dra. Sri Wahyuni. MPP.



Dalam berita sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Dra. Sri Wahyuni. MPP., mengatakan bahwa “ Penyelenggaraan Lomba Foto  Pariwisata  adalah bentuk dari kepedulian dan pembinaan industri kreatif ( Bidang industri video, film  dan fotografi ) yang dilakukan Pemerintah. Selain menjadi ajang kreatifitas bagi pecinta dan komunitas fotografi juga melalui lomba foto diharapkan dapat memberikan informasi daya tarik wisata budaya kepada wisatawan dan lebih mengenalkan atau memperluas publikasi Potensi Wisata Budaya ini dengan Event Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) ’’.  Lomba foto tahun ini yang berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. “ Salah satu penilaian pemenang foto favorit  akan ditentukan oleh banyaknya polling masyarakat yang mendukung foto peserta melalui sosial media Facebook Visiting Kutai Kartanegara. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mendorong partisipasi dan menumbuhkan minat para komunitas maupun masyarakat dalam memajukan bidang fotografi di Kabupaten Kutai Kartanegara ’’.



 


Nominasi Lomba Foto Beautiful Erau





























   Dukung Foto Pilihan Paforit anda dengan menyatakan tanda suka ( tanda jempol ) pada sosial media Facebook Visiting Kutai Kartanegara



 



 



 


Merebahkan Ayu





 Kegiatan terakhir yang di laksanakan oleh pihak Kesultanan Ing Martadipura yaitu merebahkan Ayu, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura secara resmi mengakhiri pelaksanaan pesta Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2014, pada hari Senin pagi, melalui upacara Merebahkan Ayu. Upacara adat Merebahkan Ayu ini berlangsung khidmat dan sederhana yang digelar di ruang Stingkil Keraton Kutai Kartanegara atau Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Acara ini dihadiri mantan Sekkab Kukar Awang Syahrial Setia, Asisten 4 Setkab Kukar Bahrul, Kepala Diskominfo Kukar M Surip, Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar Dafip Haryanto dan Ketua Lembaga Adat Kutai Balikpapan Muhid.

Diketahui bahwa Prosesi Merebahkan Ayu ini dilakukan oleh enam orang, yaitu putra Sultan Kutai, HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adinigrat, HAP Soeryo Adinata, HAP Soerya Manggala, dan HAP Soerya Kesuma serta dua orang keluarga Keraton Kesultanan Kutai, HAP Aryo Adi Putro dan HAP Ario Putro Ami Djoyo.

Dan yang bertugas menyambut ujung atau kepala Tiang Ayu ialah Putra Mahkota HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adinigrat. Proses tersebut disaksikan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX HAM Salehoeddin II bersama para kerabat Kesultanan.

Setelah merebahkan Tiang Ayu, maka dilanjutkan dengan pemberian tempong tawar oleh pimpinan Dewa Bini Arbaenah pertama-tama kepada Tiang Ayu, kepada Sultan Kutai, di Lanjutkan Putra Mahkota serta kerabat Keraton lainnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan do'a selamat yang dipimpin oleh seorang kerabat Keraton, HM Saidar sebagai tanda rasa Syukur kepada Tuhan yang maha Esa bahwa Erau berlangsung sukses.

Usai melaksanakan upacara Merebahkan Ayu, seluruh kerabat Keraton mulai dari panitia, petugas adat, Belian dan Dewa hingga pasukan Kesultanan, menghaturkan sembah dan menyalami Sultan Kutai bersama keempat putranya.

HAP Puger yang mewakili pihak Kesultanan Ing Martadipura Dengan dilaksanakannya Merebahkan Ayu, maka Erau Adat Kutai Kartanegara resmi berakhir

HAP Azwar Gunadi yang bergelar HAP Puger juga bersyukur karena pelaksanaan Erau tahun ini berjalan lancar dan sukses. Ia juga berterimakasih kepada pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya Erau tersebut, terutama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara serta seluruh masyarakat Tenggarong dan masyarakat Kutai Kartanegara pada umumnya. Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung pesta adat Erau ini.

Suasana pun menjadi ramai ketika Di akhir acara Beras Tambak Karang berwarna-warni yang digunakan sebagai pelengkap berbagai upacara adat sakral keraton yang dipercaya membawa berkah menjadi sasarana rebutan para abdi kesultanan usai acara merebahkan Ayu selesai.



 


Prosesi Belimbur

Prosesi Puncak Kemeriahan Erau Erau Adat Kutai International Folk Art Festival ( EIFAF ) 2014 di tandai dengan prosesi mengulur naga dan Belimbur. Prosesi ini digelar di halaman Keraton Kesultanan Ing Martdipura atau Museum Mulawarman.

Acara Erau yang berlangsung selama satu minggu bertambah meriah dengan hadirnya tamu dari 11 Negara anggota CIOFF, Belanda, Italia, Hungaria, Kroasia, Latvia, Kolombia, Rusia, Mesir, Korea Selatan, Fhilifina, Bhanglades, yang telah mengisi berbagai kegiatan kesenian khas dari masing - masing negaranya.

Acara Belimbur tersebut di hadiri Seluruh kerabat kesultanan, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM., beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, pimpinan dan tim dari ke sebelas negara anggota International Council of Organization of Folklor Festivals and Folk Art ( CIOFF ).

Acara yang berawal dari prosesi mengulur naga yang di bawa menggunakan kapal menyusuri sungai mahakam ke Kutai Lama, dan Pada saat yang bersamaan di tenggarong, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II menjalani prosesi Beumban dan Begorok, di lanjutkan dengan Sultan naik ke RanggaTiti ( Balai yang terbuat dari bamboo kuning ). Pada prosesi ini Sultan memercikan Air Tuli ke dirinya sendiri, setelah itu dengan payung pinang, Air Tuli dipercikkan Sultan ke orang - orang di sekelilingnya, maka pada saat itulah acara Belimbur yang di tunggu – tunggu masyarakat Tenggarong dimulai.

Belimbur adalah acara siram – siraman. Di awali dengan sultan memercikkan air tuli, yakni air yang di ambil dari Kutai Lama sebagai asal muasal kerajaan Kutai Kartanegara kepada seluruh hadirin, baik di tempat acara, di jalan – jalan, semua masyarakat akan melakukan siram – siraman atau belimbur. Pada acara belimbur ini semua orang akan membiarkan dirinya basah menerima siraman air, tetapi air tersebut tidak boleh disiramkan kepada orang tua, bapak ibu yang membawa anak kecil. Belimbur bermakna penyucian diri dari pengaruh jahat sehingga orang orang yang di limbur kembali suci dan menambah semangat dalam membangun daerah, serta lingkungan dan sekitarnya juga bersih dari pengaruh jahat.   

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM, mengatakan Belimbur adalah salah satu budaya asli Kutai yang unik dan harus di lestarikan, namun jangan sampai mengurangi makna belimbur, yaitu penyucian, harus menyiram sewajarnya dan menggunakan air bersih.

selain warga yang turun ke jalan untuk Belimbur, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. S.Sos. MM., beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( FKPD ) dan Kepala Dinas Instansi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara turut Berlimbur di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara.